Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 30 Oktober 2014

Sekelumit Penjelasan tentang Gratifisasi dan Pinjaman Daerah


Tulisan ini dikirim via surat elektronik ke email Pemimpin Redaksi Ombay News, pada  Senin (20/10)


 
ABDULLAH APA Ketua DPD BMD NTT
A. Mengapa Gratifikasi?
Pinjaman yang dilakukan oleh pejabat negara/daerah dari rekanan/kontraktor tanpa bunga seperti dilakukan oleh Bupati Kabupaten Alor Bapak Drs. Amon Djobo sebesar Rp. 452.000.000,- dari kontraktor  Fredik Talesu  sebagai Direktur Utama PT. Tiga Darah Karya Sejahterah, tanpa sepengetahuan DPRD adalah suatu kesalahan. Dan masuk dalam kategori gratifikasi  berdasarkan UU No. 2 tahun 2011 yang mengatur tentang gratifikasi baik itu kegiatan  penyuapan dan perbuatan pidana lainnya.
Pemberian uang ratusan juta tanpa bunga dan diduga kompensasinya beberapa proyek, terbukti PT. TDKS sebagai pemenang paket proyek peningkatan jalan Kabupaten pada ruas jalan dalam Kota Kalabahi senilai: Rp. 3.025.000.000,- pada bulan September 2014 dan diduga sebagai pemenang proyek pembangunan Pasar Lama Kalabahi (Tahap III) dengan Sistem Multi Years yang nilainya : Rp. 2,5 Milyar Rupiah.

B. Expo tidak di muat dalam APBD
Berdasarkan pengakuan masing-masing pihak yang di konfrontir dan dipublikasikan oleh media semua pihak mengangaku bahwa benar adanya peminjaman untuk mendanani Kegiatan Expo Alor VIII  pada bulan Agustus 2014 yang lalu dengan alasan dananya tidak tersedia dalam APBD Kabupaten  Alor.  Perlu kita ketahui bersama bahwa kegiatan Expo bukan kegiatan Emergency atau tanggap darurat dalam kepemerintahan, hal inikegiatan Expo VIII Kabupaten Alor tidak termuat dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah  (RKPD) maupun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD 2014 dan Prioritas Plafon Anggaran  Sementara (PPAS) TA. 2014.
Pinjaman sebagaimana yang selalu disampaikan oleh Bapak Bupati Alor bukanlah pinjaman daerah karena menurut  PP No. 30 thn 2011 tentang Pinjaman Daerah dan PMK RI No. 125 tahun 2013 yang menjelaskan sebagai berikut :Pinjaman daerah harus diatur dalam sebuah  Peraturan Daerah bersama DPRD, Pinjaman di bolehkan apabila adanya defisit APBD sampai 0,3 %, Pinjaman merupakan pinjaman jangka menengah dan jangka panjang atas persetujuan DPRD dan mentri keuangan, Pinjaman harus bersumber dari pemerintah pusat dan atau BUMD yang didanai oleh Pemda melalui penyertaan Modal (Contohnya Bank NTT).
Pengakuan Bupati Alor Drs. Amon Djobo minjam uang dari Kontraktor untuk kegiatan Kepemerintahan (Karnaval Alor I dan Expo Alor VIII ) telah meyalahi wewenang kekuasaankarena tanpa melalui tahapan-tahapan.Begitu pula Fredrik Talesu sebagai Direktur PT. TDKS berada dalam posisi yang dilematis, tidak memberikan maka konsekwensinya tidak mendapatkan Proyek, akhirnya memberikan pinjaman yang berarti Gratifikasi.
Uang sebesar Rp. 452.000.000,- yang diambil dari Fredrik Talesu atas perintah Bupati kepada : Hopni Bukang, SH (Sekarang Sekda Kab. Alor), Viktor Imang, SH, M.Si (Eks Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Alor) dan Tomas Lalang Puling, ST (Kadis Perkebunan Kab. Alor) diduga merupakan sebuah drama besar yang tersembunyi dibalik dram-drama lain yang belum terungkap.
Olehnya itu kepada pihak penegak hukum baik oleh Kapolres, Kejari Kalabahi dan atau Kejati NTT untuk segera dimintai keterangan, sehingga tidak menjadi buah bibir masyarakat atau sangsi sosial. Dan bila DPRD Kabupaten Alor responsif maka semestinya segera membentuk  PANSUS untuk menyatakan pendapat, menelusuri dan memanggil Bupati dan Wakil Bupati guna mempertanggungjawabkan permasalahan serta pinjaman yang dimaksud apakah sesuai aturan atau tidak. Karena boleh jadi kegiatan yang dilakukan untuk kebaikan bersama tapi dengan cara yang salah ya tetap salah. Sehingga tidak lagi menimbulkan polemik  dimasyarakat atas  tindakan melawan hukum  dan pembodohan publik bagi seluruh masyarakat kabupaten Alor.

*) ABDULLAH APA Ketua DPD BMD NTT, Generasi Muda Pemerhati Alor Nusa Kenari.

Duka: Kami Tuan Tanah Tidak Dihargai



Proyek Drainase Dulmai

 
Yance Duka & Lamek Duka, dua tokoh adat Lendola

PELAKSANAAN proyek fisik sarana prasarana pasti menjadi idaman setiap masyarakat. Betapa tidak, dengan pembangunan tersebut, masyarakat bisa terbantu dengan kendala yang menjadi penghambat pembangunan diwilayahnya. Namun yang terjadi pada proyek drainase Dulmai dengan nilai proyek mencapai Rp. 750 juta lain halnya. Masyarakat pemilik lahan proyek tersebut merasa tidak dihargai lantaran tidak pernah dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek dimaksud.

Hal tersebut disampaikan Yance Duka selaku Kapitan Lendola yang tidak lain adalah pemilik tanah yang menjadi obyek pelaksanaan proyek drainase Dulmai tersebut kepada Ombay News awal Oktober lalu. “Status tanah itu, wilayah Lendola dan kami punya, Bicara lahan berarti ada batas-batas hak ulayat pewaris dan dari turun-temurun dan dipertangungjawabkan kepada pemerintah. Selama ini kami anak asli Lendola tidak dihargai, kami sebagai pemilik kecewa karena tidak dihargai. Kami punya RT, RW juga tidak dihargai, pekerjaan itu melalui pintu mana, adat atau pemerintah,” ungkap Duka.
Dikatakannya, lokasi yang dikerjakan tersebut telah menghdidupi keluarga mereka dengan tanaman umur pendek seperti jagung, kacang serta tanaman umur panjang seperti kemiri, nangka, kelapa dan pisang. Dimana akibat pekerjaan 2-3 kebun kami sudah digusur jadi kami sudah tidak bisa bercocok tanam lagi.
“Hal-hal ini secara umum kita liat ada mata air di desa Lendola digusur akan mengancam mata air yang ada serta memutuskan jalan ekonomi dari Kalabahi ke desa Otvae,” ungkap Duka.
Selama ini terang Duka, sumber mata air desa Lendola ini digunakan sampai  desa Adang Buom. Jadinya, kalau kemudian pembuangan drainase tersebut dialirkan ke sumber-sumber mata air yang ada, maka sumber mata air yang ada akan hancur.
“Proyek ini datang darimana? Papan proyek juga tidak ada, masyarakat disinipun tidak pernah diberitahu. Kami sebagai masyarakat dibodohi dan tidak dihargai. Jangan duduk disitu dan memanfaatkan masyarakat. Kami menolak pekerjaan itu karena itu tanah hak ulayat suku Lendola. Kampung ini ada dua suku besar, yakni Suku Raja yang terdiri dari suku kecil, Marang Lelang dan suku Tun Lelang serta Suku Kapitang yang tterdiri dari suku Mul Mate dan suku Lawahing. Suku-suku ini yang memppuunyai hak atas lokasi yang dijadikan proyek tersebut dengan batas-batas wilayah adatnya.
Sementara lokasi proyek itu sendiri dalam bahasa setempat disebut Ahaing Bang atau rimba dan wilayah tempat proyek itu adalah Duilmai,” jelas Duka.
Pada temat yang sama, Lamek Duka, tokoh Adat Lendola kepada Ombay News mengisahkan, terdapat tujuh mata air di desa Lendola, yakni: Mahain Mate atau Mata Air Besar; Mahain Ka’ai atau mata air kecil; Uul Ta atau bulu tamba; Hawen Ta atau batu asa tamba; Hail Beh atau kukusan pukul; Arafang Tang atau ular sawah besar; dan Mandi Rumpe atau batu kelelawar. Ketujuh mata air tersebut yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi seluruh masyarakat kota Kalabahi dan sekitarnya.
Jadi, dengan dikerjakannya proyek tersebut, selain lahan kami yang sudah tidak bisa dikelola lagi, sumber mata air tersebut akan ikut rusak juga. Hal inji yang membuat kami menolak dan akan tetap menolak proyek tersebut.
Kami tidak tahu sejak kapan proyyek itu masuk karena selaku tuan tanah, kami tidak pernah diberitahu. Proyek itu seperti siluman saja.
Lokasi kami yang sudah dihancurkan tersebut sebaiknya dibiarkan begitu saja sehingga bisa menjadi cerita untuk anak cucu kami kedepan kalaulah pemerintah dalam hal ini dinas PU pernah menghancurkan lahan kami.
Sementara itu, Kepala Desa Lendola, Achmad Boli mengungkapkan, selaku Kepala Desa (Kades), saya tidak pernah tahu mengenai pengerjaan proyek tersebut. Kami baru tahu tentang proyek tersebut pada Jumad (26/09) lalu setelah mendapat undangan dari dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Alor sehubungan dengan terjadinya pencegahan oleh masyarakat terhadap proyek tersebut.
Dalam rapat tersebut menurut Boli, Camat Teluk Mutiara dan Lurah Kalabahi Kota pun mengaku kalaulah tidak pernah diberitahukan mengenai pengerjaan proyek itu. Selain itu kata Boli, perwakilan keluarga yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menyatakan menolak pelaksanaan proyek dimaksud.
Sebagai Kades lanjut Boli, dirinya akan tetap melindungi kepentingan warganya, kalau warganya menolak, maka harus dihormati oleh semua pihak. dan itu berarti, proyek tersebut tidak bisa dilanjutkan sesuai tuntutan warga. n dm

*Bank NTT Kalabahi Jadi Tuan Rumah Panen Hadiah




Mobil Suzuki Ertiga Siap Jadi Milik Nasabah Alor

 
 Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi, Sonny Pelokilla
UNDIAN Panen Hadiah Bank NTT akan digelar 16 Januari 2015. Bank NTT Cabang Kalabahi pun menjadi tuan rumah diselenggarakannya program tersebut. Tak tanggung-tanggung, delapan unit mobil suzuki Ertiga pun menjadi hadiah utama program bank terkemuka di NTT tersebut. Semakin lengkap lagi, salah satu mobil tersebut bakal menjadi milik nasabah kabupaten Alor. Syaratnya mudah, masyarakat cukup memiliki tabungan di Bank NTT dan terus meningkatkan saldo tabungannya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi Sonny Pelokilla, kepada Ombay News diruang kerjanya Senin,(13/10/2014)lalu. Dikatakan Pelokilla, kepercayaan Bank NTT Pusat kepada Bank NTT Cabang Kalabahi itu merupakan suatu penghargaan yang sangat besar kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya dan khusus masyarakat Kabupaten Alor sebagai pemilik bank NTT.
Program Undian Panen Hadiah yang akan diberikan kepada nasabah Bank NTT adalah nasabah penabung untuk semua jenis yaitu simpeda, Flobamora, ziarah dan tabunganku, baik golongan tabungan perorangan maupun non perorangan yang ada di Kabupaten Alor.
Bank NTT Cabang Kalabahi, kata Sonny, masuk dalam kategori A yaitu Bank Cabang yang berhasil menghimpun dana masyarakat terbesar, untuk Cabang Kalabahi masuk dalam peringkat ke III dari kabupaten-kabupaten lain diluar Kantor Cabang Utama Kupang yaitu cabang So’e, cabang Ruteng, cabang Kalabahi, cabang Waingapu, cabang Maumere, cabang Ende dan cabang Rote Ndao sedang yang masuk dalam kategori B ada 14 Kantor Cabang.
Program Bank NTT untuk tahun 2014 ini salah satunya adalah Panen Hadiah , khusus untuk Bank NTT Cabang Kalabahi, hadiah yang disediakan khusus bagi masyarakat Alor itu hadiah utamanya berupa satu unit Mobil Suzuki Ertiga, 14 unit Sepeda Motor Suzuki, dua buah TV Flat 32”, delapan Mesin Cuci, empat Lemari Es dan sembilan Sepeda Gunung.
“Alor adalah penyelenggara undian panen hadiah yang pertama dari semua kabupaten di NTT oleh karena itu semua perhatian fokus ke Kabupaten Alor, sudah dipastikan bahwa masyarakat kabupaten Alor akan mendapat satu mobil Suzuki ertiga, 14 sepda motor Suzuki dan berbagai hadiah elektronik lainnya sudah pasti, untuk itu kita mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor supaya buka rekening tabungan Bank NTT di Kantor Cabang juga kantor-kantor unit yang ada di Kecamatan, tidak perlu jauh-jauh datang ke kota untuk menabung tapi bank NTT sudah buka unit pelayanan sampai di pelosok,” ajak Sonny.
Lebih lanjut di jelaskan bahwa masyarakat yang ada di pulau Pantar tidak susah-susah lagi dengan perahu menyebrangi laut untuk datang menabung di Kalabahi tetapi sudah ada Kantor Cabang Pembatu Bank NTT di Kabir yang bisa melayani masyarakat 5 Kecamatan yang ada di pulau Pantar,bagi masyarakat Kecamatan Alor Barat Laut ada Kantor USPD Kokar, masyarakat Alor Barat Daya ada Kantor USPD Moru, masyarakat Kecamatan Lembur, Alor Selatan serta Alor Timur Laut ada Kantor USPD Bukapiting dan juga dalam tahun ini akan diresmikan Kantor Cabang Pembantu Maritaing yang akan melayani masyarakat dipelosok Kecamatan Alor Timur sampai di Kecamatan Pureman yang berbatasan langsung dengan Negara Repoblik Demokrat Timor Leste.
Menurut Sonny Bank NTT dalam menjalankan kegiata-kegiatannya untuk memajukan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah ada banyak program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Bank NTT bukan hanya mencari profit saja tapi Bank NTT juga berbagi Kasih dengan masyarakat, selain itu juga berbagai kegiatan-kegiatan sosial seperti kegiatan keagamaan di bulan puasa bagi umat islam dan hari raya Natal bagi umat nasrani kita selalu berbagi kasi dengan anak-anak Panti Asuhan dan orang jompo karena mereka adalah bagian yang selalu menyatu dengan bank NTT dan Bank NTT ada ini untuk masyarakat NTT termasuk masyarakat Kabupaten Alor juga sebagai pemilik bank  NTT,” katanya.
Sebagai penghimpun dana masyarakat, hasil dari itu juga yang harus kami berbagi dengan masyarakat sebagai bentuk perhatian,itulah bank NTT, jadi kalau ada orang punya pandangan bahwa bank NTT tidak berbuat sesuatu untuk masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Alor itu sangat keliru, perlu kita sampaikan kepada masyarakat untuk selalu mencintai bank milik mereka sendiri, karena Bank NTT kerja nanti hasilnya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri, himbau Sonny.
Pantauan Ombay News dilapangan, sosialisasi program Undian Panen Hadiah Bank NTT melalui spanduk dan baliho yang terpasang di tempat-tempat umum dan tempat strategis juga tidak ketinggalan Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi Sonny Pelokilla langsung ‘turun gunung’bersama dengan masyarakat dan nasabah untuk menyampaikan penghargaan dari Bank NTT Pusat kepada nasabah dan masyarakat Kabupaten Alor yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan undian Panen Hadiah Tingkat Propinsi NTT. Hasilnya mendapat respon dan dukungan dari pengusaha dan pebisnis yang ada di Kalabahi yang menghimbau kepada karyawan untuk buka rekening di Bank NTT sehingga kedepan gaji karyawan akan dibayar lewat rekening Bank NTT.
“Mendapat kepercayaan dari Kantor Bank NTT Pusat untuk Bank NTT Cabang Kalabahi menjadi tuan rumah pembukaan Undian Panen Hadiah maka sebagai pimpinan wajib sampaikan kepada semua nasabah dan masyarakat, apalagi pada puncak acara Bank NTT berencana mendatangkan Ayu Tingting untuk menghibur masyarakat Kabupaten Alor,” kata Sonny.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Pemimpin Cabang Bank NTT Kalabahi, Detsuhi E Obisuru mengatakan, dari 24 Kantor Cabang di Nusa Tenggara Timur, Bank NTT Cabang Kalabahi menempati urutan ke III dalam menghimpun dana masyarakat diluar Kantor Cabang Utama Kupang, hal ini menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Alor kepada Bank NTT sudah semakin tinggi dalam penggunaan jasa Perbankan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat pemilik Bank NTT, kata Obisuru, masyarakat Alor yang ada dipelosok-pelosok juga punya hak yang sama untuk mendapatkan hasil dari program Panen Hadiah Bank NTT, caranya sangat mudah, cukup datang ke Kantor Unit Bank NTT terdekat yang ada di Kecamatan untuk membuka rekening awal Bank NTT sebesar Rp.50.000; kemudian Tingkatkan Saldonya, untuk Kumpulkan Poinnya sebanyak mungkin maka dia akan menjadi orang pertama di NTT yang akan berkesempatan Panen Hadiah berupa satu unit Mobil Suzuki Ertiga pada tanggal 16 Januari 2015.
“Tunggu apa lai.... Bapa dorang, Mama dorang, kakak-adik dan basodara dorang....jangan lewatkan kesempatan menjadi orang pertama di NTT untuk mendapat mobil Suzuki Ertiga, cepat buka rekening di Bank NTT dan tingkatkan saldonya karena orang Alor sudah pasti yang akan Panen Hadiah lebih duluan,” ajak Obisuru. n oktotefi 

Gerobak Dorong CSR Bank NTT Membantu PKL





 
 
Ibu Nur Galeko melayani pembeli di gerobak bank NTT
MENURUT beberapa pedagang kue di pinggir jalan bahwa bantuan dari BANK NTT berupa gerobak kue tersebut sangat membantu mereka dalam usaha mereka, menurut sala satu pedagang kue yang berjualan di emperan toko Kalabahi Nur Galeko, bahwa sebelum mereka mendapat bantuan CSR Bank NTT Cabang Kalabahi berupa gerobak dorong, saat itu mereka berjualan menggunakan meja atau disimpan pada lantai emperan toko dan tiba-tiba terjadi angin maka jualan mereka ditutup dengan menggunakan plastik, itu pun kalau angin kencang penutup plastik beterbangan dan debu masuk kedalam jualan kue.
“Kami berterima kasih kepada Bank NTT sudah membantu kami dengan gerobak, sekarang kue yang kami jual sudah terlindungi dalam gerobak kaca sehingga terhindar dari debu dengan demikian kebersihan dan kesehatan bisa terjamin,” kata Nur.
Menurut Nur Galeko dari hasil penjualan kue ada mengalami peningkatkatan sehingga dia bisa sekolahkan anak sampai di Perguruan Tinggi dengan hasil jualan kue. Dia berharap ada program-program lain dari Bank NTT atau Pemerintah Daerah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.
Ditempat yang sama Nursia Wahid, mengaku belum memiliki rekening Bank NTT tetapi merasa senang dengan adanya undian Panen Hadiah Bank NTT, ia juga mengaku akan segera membuka rekening di Bank NTT sehingga hasil jualan setiap hari bisa ditabung.
“Saya sudah dapat bantuan gerobak dari Bank NTT oleh karena itu saya juga mau buka rekening di Bank NTT siapa tau penjual kue dengan menggunakan gerobak Bank NTT bisa mendapat undian Panen Hadiah sehingga bisa menambah modal usaha,” harap Nursia.
Sementara itu pedagang kaki lima yang berjualan diatas trotowar menggunakan gerobak CSR Bank NTT di Kelurahan Welai Timur yang tidak mau menyebutkan namanya, mengaku meraih keuntungan dengan berjualan menggunakan gerobak karena barang dagangannya bisa dalam jumlah banyak dan terjamin kebersihannya.
“Sebelumnya kami berjualan menggunakan meja hanya beberapa jenis jualan saja karena jarak dari rumah ketempat jualan jauh, tapi dengan adanya gerobak banyak jenis barang jualan kami masukan semua dalam gerobak tinggal kami dorong jadi tidak susah susah. Orang yang membeli jualan kami rata-rata PNS jadi mereka selalu memperhatikan kebersihan,” jelasnya. n oktotefi
 

Anak Daerah Harus Menabung Di Bank NTT





 
 
 Frans Yobianto
HIMBAUAN untuk menabung di Bank NTT datang dari salah seorang pengusahan  Toko dan Apotik ternama di kota Kalabahi, Frans Yobianto, salah satu nasabah besar Bank NTT ketika mendapat kunjungan dari Kepala Bank NTT, Sonny Pelokilla untuk meyampaikan dukungan terhadap program Undian Panen Hadiah yang akan berlangsung pada tanggal 16 Januari 2015 dimana Kabupaten Alor akan menjadi tuan rumah penyelenggara.
Menurut Yobianto, Bank NTT adalah bank milik masyarakat NTT termasuk juga kita yang ada di Alor, sehingga kalau kita tidak mendukung bank ini siapa lagi yang harus mendukung oleh karena itu ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Alor untuk menabung di bank NTT yang juga merupakan milik masyarakat Alor.
“Kita ini anak daerah yang punya bank daerah, kenapa kita tidak menabung di bank milikik kita,toh nanti juga bank NTT punya perhatian kepada masyarakat yang ada di daerah ini, buktinya hasil tabungan kita juga mendapat perhatian dari Bank NTT Berupa  hadiah mobil, sepeda motor, sepeda gunung, telefisi dan lemari es,” kata Yobeanto.
Setelah mendapat sosialisasi dari Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi, secara spontan ia memberikan dukungan membuka rekaning bagi para karyawannya dan juga langganan yang dari kecamatan juga di ajak untuk membuka rekening bank NTT.
“Saya juga sudah memikirkan untuk kedepannya akan membayara gaji karyawan lewat Bank NTT  sehingga karyawan disamping punya simpanan untuk masa depan juga berkesempatan  meraih undian panen hadiah bank NTT berupa mobil, sepeda motor, kulkas TV, dan lain-lain,” jelas Yobianto.
Ketika ditanya  soal pelayanan, Yobeanto mengatakan pelayanan Bank NTT sudah semakin bagus, dimana setiap kali kita telepon petugas sudah langsung datang, selain itu juga jaraknya dekat dengan pusat perekonomian.
“Untuk melancarkan kegiatan bisnis kita menggunakan jasa bank NTT, misalnya bisnis  dengan perusahaan dari Surabaya kita transaksi lewat bank NTT, bank NTT mudah pelayanannya, tidak berbelit-belit, kalau kita telepon 5 menit mereka sudah datang tidak tunggu lama-lama  service juga memuaskan , itu yang kita cari,” tegasnya. n oktotefi