Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 08 Juli 2014

Donny Mooy Pimpin KNPI Alor



Dony Mooy sedang menyampaikan visi-misinya di hadapan peserda Musda KNPI 

Kalabahi ON-MANTAN Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kalabahi, Donny M. Mooy terpilih secara aklamasi menjadi ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNP) Alor periode 2014 -2014. Sekretaris KNPI Alor ini mengungguli tiga kandidat lainnya yakni, Krinius Klaping, Efraim Lamma Kolly dan Endi Kawangkali dalam musyawarah cabang VII di Kalabahi, Kamis (26/6) silam.

Dari 21 peserta Musda yang berhak memberikan suara, Donny Mooy unggul 14 suara. Sedangkan Kawangkari dan Klaping masing - masing mendulang du suara, Lamma Kolly memperoleh 1 suara dan abstain 2 suara. Musda dipimpin ketua DPD KNPI Provinsi NTT, Herry Boki.
Krilius Klaping adalah mantan ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Alor, Efraim Lamma Kolly merupakan mantan ketua GMKI Cabang Kalabahi. Sementara itu, Hendrik Kawangkari adalah pengurus KNPI Alor. Mereka dipilih 11 KNPI kecamatan dan tujuh Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) di Kabupaten Alor seperti GMNI, GAMKI, GMKI, Pemuda Pancasila, IMM, Pemuda Katolik dan PMKRI Alor.
Donny Mooy mengatakan, terpilih sebagai ketua KNPI merupakan tanggung jawab besar terutama dalam melakukan konsolidasi antar OKP di Alor. Menurut Mooy, pemuda harus mempunyai jati diri dan eksistensi diri di tengah - tengah masyarakat.
Dia mengatakan, konsolidasi internal maupun internal KNPI selama ini kurang aktif, sehingga ini menjadi tugasnya bersama pengurus tiga tahun ke depan.
"Persoalan komunkasi internal yang mandek dan mancet baik KNPI Kabupaten dan KNPI kecamatan bersama OKP," katanya.
Mooy mengatakan, yang terjadi selama ini pemuda baru dilirik ketika tenaganya dibutuhkan. Karena itu, pemuda harus jaga integritas dan mempunyai posisi tawar paling depan. "Pemuda baru dianggap ketika memerlukan tenaga. Bagi saya apapun alasannya pemuda harus tempatkan posisi paling depan dan harus jaga integritas," ungkap Mooy.
Pejabat Terpidana
Mooy juga meminta, Bupati Alor Amon Djobo harus bersikap tegas untuk menonjobkan sejumlah pejabat yang telah berstatus tersangka maupun terdakwa bahkan terpidana. Menurutnya, para pejabat tersebut saat ini masih menggunakan fasilitas negara dan menduduki jabatan - jabatan strategis.
Anggota DPRD Kabupaten Alor, Mulyawan Djawa kepada ON menyambut baik jika ketua KNPI berasal dari kalangan swasta. Menurutnya, selama ini ketua KNPI berasal dari birokrasi, sehingga sulit untuk memberikan kritikan kepada pemerintah.
"Kalau dari swasta dia bisa memberikan kritikan kepada pemerintah dan DPRD, tapi bukan hanya kritik saja, harus bisa memberikan solusi," katanya.
Ketua DPD KNPI Provinsi NTT, Herry Boki mengatakan, setiap KNPI di daerah wajib melakukan konsolidasi dengan OKP - OKP, sehingga organisasi di daerah bisa berjalan. Menurutnya, bagi DPD yang tidak melakukan konsolidasi, maka akan dibekukan seperti yang terjadi di sejumlah daerah.
"Harapan saya ke depan, harus mampu konsolidasi baik eksternal maupun internal, ada beberapa DPD yang saya hentikan, karena kepengurusan OKP tidak ada penyegaran," ungkapnya.  ote

Jalan, Listrik dan Air Masih Menjadi Keluhan Masyarakat



Bupati Alor, Drs. Amon Djobo


Kalabahi ON-Ini pengakuan Bupati Alor, Drs. Amon Djobo terhadap kehidupan warga masyarakat yang dipimpinnya di Kabupaten Alor. Warga masyarakat Kabupaten Alor  demikian Djobo, khususnya di wilayah-wilayah terpencil masih mengeluhkan jalan, listrik dan air bersih.
Selain itu orang nomor satu di kabupaten yang bernatasan laut dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) ini mengaku bahwa selain jalan, listrik dan air, warga juga mengeluhkan keterbatasan tenaga medis dan guru serta keterbatasan infrastruktur lainnya.
Hal ini diungkapkan Bupati Alor, Amon Djobo  menjawab ON di Kantor Bupati Alor beberapa waktu silam.  Sejak dilantik 14 Maret lalu, setidaknya sudah 15 kecamatan yang sudah dikunjungi bupati. Menurutnya, dalam kunjungan itu umumnya warga mengeluhkan infrastruktur jalan dan air bersih.
"Dalam kunjungan yang paling banyak masyarakat keluhkan itu kekurangan guru di sekolah, kekurangan tenaga medis di Puskesmas, Pustu dan Puskesmas Rawat Nginap. Kita akan upayakan secara bertahap untuk menempatkan pegawai ke sana," tandas Djobo.
Dia mengatakan, masyarakat juga mengeluhkan ketiadaan listrik di sejumlah desa - desa terpencil seperti di Kecamatan Alor Barat Daya, Pureman, Alor Timur, Mataru dan sejumlah kecamatan lainnya. Menurut Djobo, bagi desa - desa ini akan diupayakan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan lampu Sehen.
"Ini beberapa masalah yang menjadi persoalan warga yang disampaikan dalam kunjungan kerja kami di kecamatan. Dengan program Gemma Mandiri pemerintah akan berupaya secara bertahap dan ini menjadi pergumulan kita semua," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Djobo, budaya gotong royong di masyarakat saat ini masih tinggi. Buktinya masyarakat masih secara swadaya untuk membangun jalan, khususnya jalan dusun dan jalan desa. "Kalau dilihat dari pastisipasi masyarakat cukup luar biasa, karena baik secara pribadi maupun kelompok secara swadaya membuka jalan dan fasilitas umum lainnya," katanya.
"Masyarakat ditingkat bawah khususnya di pendalaman sudah cukup memberikan kontribusi yang besar, mereka bisa berswadaya membangun jalan desa dan jalan dusun. Kita harapkan ke depan harus ada peratian SKPD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah," kata Djobo. ote

Bank NTT Pasok Daging Sapi di Alor


 

Kalabahi ON-DALAM waktu dekat ini, Bank NTT Cabang Kalabahi akan memasok daging sapi di kota Kalabahi, Alor. Pemasokan daging sapi ini untuk memenuhi kebutuhan protein warga di kota itu yang selama ini masih sangat kurang. Untuk memuluskan rencana ini Bank NTT telah bekerja sama dengan pengusaha melalui pemberian modal usaha.
Pimpinan Bank NTT Cabang Kalabahi dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kalabahi,  mengatakan, sesuai hasil survei Bank NTT kebutuhan daging di masyarakat sangat tinggi, namun pemenuhannya selama ini sangat kurang. Apalagi, selama ini lanjut Pellokila, tidak ada daging sapi yang dijual di pasar.
Selain kebutuhan masyarakat, kebutuhan daging sapi untuk pengusaha kuliner selama ini juga masih kurang. Menurutnya, Bank NTT melihat ini sebagai peluang usaha bagi masyarakat, sehingga memberikan dana melalui pengusaha daging sapi.
"Misi Bank NTT itu sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat bahwa usaha ini benar - benar dibidik oleh Bank NTT. Akhirnya kita bekerja sama dengan pak Ismail Tahir yang mana selama ini bergerak di bidang itu, karena terbentur dana dan kita siap untuk membantunya," kata Pellokila.
Dia mengatakan, kerja sama dengan pengusaha sangat memberikan kemudahan pemasokan daging sapi di Kalabahi dan pemberdayaan kelompok tani. Di mana, lanjutnya, pengusaha telah membentuk kelompok penggemukan sapi.
"Jadi ini sifanya berantai Bank NTT memberikan dana ke pengusaha dan selanjutnya pengusaha membeli sapi dan di kasih ke kelompok penggemukan sapi, selanjutnya sapi dipotong dan dijual ke masyarakat. Ini sistem kerja berantai yang sangat bagus," ujar Pellokila.
Sementara itu, pengusaha daging sapi di Kalabahi, Ismail Tahir mengatakan, dilihat dari kebutuhan masyarakat selama ini persediaan daging sapi sangat kurang. Namun, dengan kepedulian Bank NTT memberikan dana, ia menjamin kebutuhan daging ke depan bagi masyarakat bisa terpenuhi.
"Kita sangat berterima kasih kepada Bank NTT dalam upaya memenuhi ternak sapi, karena dilihat dari kebutuhan yang ada pemasukan daging sapi lokal tidak mencukupi, sehingga dengan adanya kerja sama ini kami harapkan kebutuhan daging sapi yang masih kurang bisa terpenuhi," kata Tahir.
Dia mengatakan, dengan kerja sama Bank NTT, kebutuhan daging sapi ke depan tidak kurang terutama menjelang hari - hari raya. Menurutnya, pada hari - hari raya tersebut kebutuhan daging sapi sangat nihil.
"Ke depan kami jamin kebutuhan masyarakat akan sumber protein bisa terpenuhi. Kami sudah siapkan tiga kelompok masyarakat untuk proses penggemukan sapi. Sapi kita bisa ambil di Pulau Timor dan sapi lokal di Alor tergantung kebutuhan," kata Tahir.
Dia mengatakan, pemotongan perdana daging sapi akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang akan dihadiri Bupati Alor, Amon DJobo dan Wabup Imran Duru, Sabtu 28 Juni bersamaan dengan pembukaan lebaran.
"Kami jual bukan kilo saja, tapi sampai ons juga, jadi siapa saja bisa beli di Pasar Kadelang. Kami juga siap dalam bentuk giling dan pentolan," ujarnya.
Salah seorang pengusaha kuliner Kalabahi,  Sri A. Inang Enga  mengakui, selama ini pihaknya kesulitan untuk memperoleh daging. Menurutnya, ketersediaan daging sapi selama ini memang ada, namun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat terutama pengusaha kuliner.
"Memang kebutuhan daging sapi satu bulan itu ada, tapi itu habis terjual di usaha - usaha kecil, nah kita yang seperti ini tidak dapat, apalagi masyarakat umum. Kami juga yang besar dan tumbuh dari Bank NTT khususnya penyediaan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat," katanya. oktotefi

Dua Bulan Operasi BSM Produksi 20 Ton Sampah



Kantor BSM yang terletak di Jalan Poros Kalabahi-Maritaing

Kalabahi ON-SETELAH beroperasi dua bulan, Bank Sampah Mutiara (BSM) Kalabahi saat ini sudah memproduksi 20 ton sampah dari berbagai jenis. Sampah ini ditampung dan dijual oleh masyarakat di wilayah itu yang selanjutnya menjadi nasabah BSM Kalabahi.

Manager BSM Kalabahi, El Asamau mengatakan,  antusiasme masyarakat Kalabahi untuk menjual sampah di BSM Kalabahi sangat tinggi. Menurutnya, beroperasi selama dua bulan, BSM berhasil menampung 20 ton sampah.
"Masyarakat kita lihat sangat antusias untuk bawa sampah ke BSM, terutama untuk anak - anak. Setiap hari jumat pasti mereka datang jual sampah," katanya.
Ia mengatakan, sampah 10 ton telah dijual dan dikirim ke Surabaya Jawa Timur. Sedangkan 10 ton sampah masih berada di gudang. Menurutnya, dalam dua pekan terakhir ini pihaknya tidak menerima sampah akibat minimnya daya tampung.
"Sekarang kita tampung sudah 20 ton, sebagiannya kita sudah kirim ke Surabaya, tapi ada yang belum bisa kirim karena kapal tidak masuk. Dua jumat ini juga kita tidak terima sampah, karena gudang penuh," katanya.
Asamau mengatakan, harga sampah sangat bervariasi sesuai dengan jenis sampahnya. Ia merincikan harga sampah per kilo gram dapat dirincikan antara lain empengan besi seharga Rp 3.750, alumunium Rp 6.000, tembaga Rp 25.000, kuningan Rp 18.000, timah Rp 4.500, aki Rp 4.000, botol bir Rp 750, botol kecap Rp 200, plastik Rp 1.300, kertas Rp 400, kardus Rp 400 dan koran Rp 300.ote

Pemuda Harus Berani Kritik Kinerja Pemerintah


 

Kalabahi ON-Para  pemuda di Kabupaten Alor harus berani memberikan kritikan kepada pemerintah, jika kinerja dan langkah pemerintah dianggap salah.  Asalkan  pemuda jangan hanya bisa menyampaikan kritikan, tetapi harus berani memberikan solusi untuk kemajuan bersama.

Hal ini disampaikan Bupati Alor, Amon Djobo dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Alor Tahun 2014 di Kalabahi, Rabu (25/6) silam. Musda KNPI dengan tema Meretas Kepemimpinan Muda Alor ini dihadiri pimpinan OKP Alor dan KNPI Provinsi NTT.
Dia mengatakan, KNPI merupakan organisasi kader, sehingga tidak boleh terjerumus dalam dunia politik, apalagi untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. "Saya harap KNPI bukan menjadi organisasi politik, tapi organisasi kader dan harus berdiri tegak untuk menopang organisasi lain di daerah ini," pintanya.
Dia mengatakan, para pemuda boleh saja memberikan kritikan kepada pemerintah, namun harus memberikan solusi bersama - sama pemerintah untuk mencari jalan keluar. "Kritik saja, demonstrasi saja. Tentunya dalam batas - batas kewajaran," ungkapnya.
Dia mengatakan, Alor masih mengalami sejumlah masalah yang rumit ke depan seperti kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang masih rendah. Selain itu, angka kemiskinan juga masih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain di NTT.
"Kualitas pelayanan pemerintah juga masih rendah incum perkapita juga msih rendah, jika dibandingkan dengan daerah lain yang baru meretas," ungkap Djobo.
Dia mengatakan, ketertinggalan ini akibat Alor belum memiliki kemandirian yang tinggi, bahkan lebih rendah dari daerah lain. Karena itu, dengan program Gemma Mandiri menjadi jalan keluar dari ketertinggalan.
"Karena kita punya kemandirian masih rendah, kita masih menggantungkan belas kasihan hidup kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Alor, Deni Lalitan mengatakan, menjadi pemimpin maka tentunya harus bergerak sendiri dan dimulai dari diri sendiri. Selain itu, harus berani tampil di permukaan. "Konsekwensi jadi pemimpin itu kerja dan berani berkorban. Tidak ada pemimpin yang hanya tidur-tidur saja," katanya.
Lalitan berharap, para pemuda harus bisa belajar untuk memimpin diri sendiri dan berani belajar dari orang lain. "Kurangi energi untuks saling menyalahi. Apalagi menyalahi orang lain," tandas Lalitan.
Ketua DPD KNPI Provinsi NTT, Herry Boki mengatakan, setiap KNPI di daerah wajib melakukan konsolidasi dengan OKP - OKP, sehingga organisasi di daerah bisa berjalan. Menurutnya, bagi DPD yang tidak melakukan konsolidasi, maka akan dibekukan seperti yang terjadi di sejumlah daerah.
"Harapan saya ke depan, harus mampu konsolidasi baik eksternal maupun internal, ada beberapa DPD yang saya hentikan, karena kepengurusan OKP tidak ada penyegaran," ungkapnya.
Ketua DPD KNPI Alor, Mesakh Malailak berharap, siapan yang akan menggantikan dirinya harus siap bekerja sama dengan OKP termasuk pemerintah. Menurut Malailak, menjadi ketua KNPI merupakan tanggung jawab besar bagi bangsa dan daerah.ote