Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 15 April 2010

Bupati Perintah Antisipasi Rawan Pangan Dengan Padat Karya

Siapa bilang Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally tidak peduli dengan kondisi rawan pangan yang dialami rakyatnya? Penegasan Kasubag Humas dan Protokol Setkab Alor, Yusak Magang Sau, SE bahwa pemerintah sangat konsern dan peduli terhadap jeritan pilu para petani yang menderita kekeringan boleh jadi ini jawabannya. Bupati perintahkan untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan dengan program padat karya.

KALABAHI ON- Adanya anggapan bahwa digotongnya Muspida Kabupaten Alor oleh Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally ke Batam-Propinsi Kepulauan Riau untuk memenuhi undangan Komisi Tinju Indonesia (KTI) dalam rangka menyaksikan secara langsung pagelaran tinju porefesioanal antara Isak Yunior dari Alor Boxing Camp (ABC) melawan Ruslee Shamoh dari Thailand merupakan bukti pemerintah tidak mau tahu dengan kesulitan rakyatnya sama sekali tidak berdasar. Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally sudah memerintahkan Asisten II Setkab Alor Drs. Abdulrahman Kaipes untuk segera mengantisipasi kondisi gagal panen yang diderita para petani dengan program padat karya. Kasubag Humas dan Protokol Setkab Alor Yusak Magang Sau, SE membenarkan hal itu ketika diminta komentarnya oleh media ini satu pekan silam. Menurut Magang Sau, untuk mengantisipasi kondisi kurangnya hasil panen masyarakat (bukan gagal panen menurut Badan Ketahanan Pangan) di Pantai Selatan Kecamatan Alor Barat Daya, Kecamatan Pantar Barat, Pantar Barat Laut, Pantar Tengah dan beberapa kecamatan lainnya maka Bupati Alor telah memerintahkan melalui Asisten II Setkab Alor Drs. Abdulrahman Kaipes membentuk tim yang mana tim tersebut telah mengambil tindakan awal melalui rapat kooordinasi pada tanggal (13/04). Dalam rapat itu terang Magang Sau, disimpulkan bahwa kondisi kurangnya hasil produksi masyakat (Padi dan jagung) di beberapa desa tersebut diakibatkan oleh faktor alam, yaitu kurangnya curah hujan termasuk adanya faktor kelalaian petani yang kurang memperhatikan lahan setelah ditanami untuk dibersihkan. Ini disebabkan karena kecendrungan para petani yang sudah beralih menanam rumput laut seperti yang terjadi di Desa Lamma dari sebelumnya yang hanya di kebun atau ladang. Magang Sau mengaku, kondisi yang sedang dihadapi para petani ini belum bisa dikatakan rawan pangan karena para petani di daerah ini masih memiliki penghasilan lain selain padi dan jagung seperti rumput laut atau barang komoditi lain yang mempunyai hasil yang cukup baik yang bisa menopang pola konsumsi masyarakat. Ke depan demikian Magang Sau, Bupati Alor Drs. Simoen Th. Pally sudah memerintahkan Dinas Sosial Nakertrans setempat untuk memberikan bantuan beras seadanya kepada wilayah-wilayah yang petaninya mengalami gagal panen. Untuk menindak lanjuti perinta Bupati Alor mengantisipasi gagal panen dengan program padat karya Magang Sau mengaku dalam waktu dekat tim yang dikoordinasi Asisten II dengan dukungan instansi terkait akan turun ke lapangan untuk dalam rangka menginventarisiri kegiatan-kegiatan apa yang bisa diberikan dalam bentuk program padat karya. Ini dilakukan Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally sebagai upaya membantu masyarakat menambah penghasilan supaya kebutuhan konsumsi bisa terpenuhi.

Laporan: morisweni

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar