Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 09 Desember 2010

GMNI Kupang Desak KPK Selesaikan Kasus Bansos Di Alor

Laporan: John Gerimu

KUPANG,ON- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kupang, Kamis (9/12) menggelar aksi demo memperingati hari antikorupsi se-dunia, di Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan DPRD setempat.
Mahasiswa dalam aksi tersebut menuntut agar DPRD NTT mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) yang melibatkan Bupati Alor Simeon pally yang merugikan negara sebesar Rp18 miliar.
Menurut dia, predikat Indonesia dan Nusa Tenggara Timur sebagai negara dan provinsi terkorup di mata dunia dan nasional sudah mencoreng citra bangsa.
Adapun beberapa kasus korupsi lain di NTT, yang perlu mendapat perhatian serius, seperti dugaan penyelewengan dana Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) NTT tahun 2009 yang melibatkan mantan ketua Panwaslu Dominggus Osa yang merugikan negara sebesar Rp300 juta. "Proses hukum kasus ini hingga saat ini masih terkatung-katung," katanya.
Kasus lainnya, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Kefa yang melibatkan mantan Bupati Timor Tengah Utara, Gabriel Manek, namun belum ada proses hukum yang jelas. "Kasus-kasus ini menambah daftar korupsi dan melemahnya penegakan hukum yang telah meloloskan pejabat korupsi di negara ini," katanya.
Tidak hanya itu, GMNI Kupang juga mendesak KPK untuk mengusut tuntas Skandal Bank Century yang diduga melibatkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp6,7 triliun, namun proses hukumnya hingga saat ini tidak jelas. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar