Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 22 September 2010

Konflik Loli - Wajewa, 16 Rumah Ludes Terbakar

– Laporan John Gerimu

KUPANG,ON- Sedikitnya 16 rumah di Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes dibakar warga Kecamatan Waijewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, dalam konflik antar warga dua wilayah itu, Rabu (22/9).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Kepolisian Resor Sumba Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Yayat Jatnika yang dihubungi ke telepon selulernya, menjelaskan bahwa, aksi pembakaran terjadi ketika sekelompok warga Waijewa Selatan melakukan pencarian seekor sapi dan kerbau yang hilang ke kampung Loli yang dibatasi dengan sungai.
Selain itu, Yayat menduga, kerusuhan dipicu dendam lama antara warga Loli dan Waijewa Selatan yang berada di perbatasan dua kabupaten itu. “Tahun 1998 lalu, warga kedua daerah tersebut pernah terlibat perang tanding yang mengakibatkan ratusan rumah dibakar,“ ujarnya.
Menurutnya, aksi pembakaran diduga dilakukan sekelompok orang yang telah diskenario untuk memicu konflik antar kedua wilayah itu. "Saat pencarian terjadi sekelompok orang langsung membakar rumah warga di daerah tersebut. Saya menduga ada pihak ketiga yang sengaja membakar rumah milik warga," katanya.
Dia mengatakan telah memanggil kedua belah pihak yang bertikai untuk menyelesaikan masalah secara damai. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat perang tersebut. "Kedua pihak sepakat menggantikan rumah yang dibakar dan hewan yang hilang," ungkapnya.
Dia menambahkan, situasi keamanan di wilayah konflik mulai kondusif, namun pihaknya masih menyiagakan satu peleton Brimob dan Dalmas dibantu Satuan Polisi Pamong Praja serta TNI untuk terus melakukan pengamanan di wilayah konflik.
Saat ini, lanjutnya, Bupati Sumba Barat Jubilate Pieter Pandango dan Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete, sedang melakukan pertemuan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
"Kedua Bupati juga turun ke lapangan dan saat ini sedang dilangsungkan pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini," paparnya. ***

Jumat, 10 September 2010

PNS Bappeda Alor Rame-Rame Menghadap Penyidik Polisi



Foto, Anggota Polres Alor, Yosua dan Timatius saat reka ulang kasus pencurian computer

Kalabahi ON-Penanganan kasus pencurian CPU dan monitor komputer milik UNFPA di Kantor Bappeda Kabupaten Alor memasuki babak baru. Penyidik kepolisian Resor Alor sudah mulai mengerucut kepada siapa yang sejatinya menjadi aktor intelektual dibalik raibnya perangkat komputer milik lembaga PBB yang satu ini. Tak ayal, beberapa pejabat teras Bappeda hingga staf PNS di instansi milik pemerintah itu secara berjemaah memenuhi panggilan kepolisian.

Meski tidak dirinci Kepala Kepolisian Resor Alor AKBP Andi Harsito, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Anthonius Mengga saat dikonfirmasi Ombay News, tetapi media ini medapatkan informasi bahwa beberapa pejabat Bappeda Kabupaten Alor seperti Sekretaris Bappeda Nico Tellu, dan pejabat dibawahnya seperti Anderias Blegur hingga staf PNS diantaranya Moh Zainudin, Semy Adang termasuk penjaga Kantor Bappeda juga terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum. Mereka sudah beramai-ramai memenuhi panggilan kepolisian dalam memberikan keterangan.
Yang menarik, penjaga Kantor IRDA Alor Kasmirus Asamani juga secara mengejutkan kembali kepada keterangan awal ketika berurusan dengan penyidik. Jika Kasmirus sudah kembali kepada keterangan awal maka dugaan keterlibatan mantan pejabat Bappeda dalam kasus raibnya perangkat komputer milik UNFPA ini sudah semakin terang benderang.
Sebagaimana diberitakan media ini bahwa sebelumnya, Kasmirus yang menampung perangkat komputer dirumahnya selama beberapa bulan, kemudian mencari pasaran melalui penjaga Kantor Dispenda mengaku kepada penyidik bahwa ia disuruh oleh salah seorang pejabat Bappeda kala itu untuk mengambil dan menjual perangkat komputer yang kala itu berada di teras Kantor Bappeda Alor karena sudah dilakukan pemutihan.
Ketika diambil keterangan di penyidik kepolisian juga Kasmirus masih mengaku bahwa ia disuruh oleh mantan pejabat Bappeda itu.
Tetapi sayang, dalam perkembangan penyidikan di Polres Alor, Kasmirus tidak konsisten pada keterangan awalnya. Penjaga IRDA yang baru diangkat menjadi CPNS ini membelokan keterangan bahwa ia tidak diperintahkan oleh siapapun untuk mengambil perangkat komputer dimaksud.
Ketika pihak kepolisian menunjukan keseriuasan menangani kasus sepeleh yang menyita publik Alor ini baru Kasmirus kembali ke keterangan awal yang menegaskan bahwa ia pada saat itu disuruh oleh salah seorang pejabat Bappeda Alor untuk mengambil perangkat komputer yang berada di teras Kantor Bappeda Alor.
Kasat Reskrim Polres Alor IPTU Anthonius Mengga kepada pers di Ruang Kerjanya, Rabu (11/08) mengaku bahwa ada perkembangan penanganan kasus pencurian perangkat computer di Kantor Bappeda Alor.
“Kasmirus sudah kami periksa dan dia kembali kepada keterangan awal,” tandas Mengga.
Penyidik kepolisian terang Mengga, minimal mengantongi dua alat bukti dari lima alat bukti. “Kami baru mengantongi satu alat bukti yakni keterangan Kasmirus,” katanya semabri menambahkan, petunjuk, ahli dan surat serta alat bukti lainnya masih dalam proses penanganan penyidik.
Dia mengaku sudah mengerucut, mudah-mudahan pihaknya mendapatkan lagi satu alat bukti.
Pejabat Bappeda atau mantan pejabat Bappeda yang disebutkan Kasmirus juga belum dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan karena pihaknya masih menunggu tambahan alat bukti. Oknum pejabat yang disebutkan Kasmirus ini baru akan disentuh penyidik setelah penyidik mengantongi lebih dari satu alat bukti. +++ wd

Penduduk Alor Hasil SP 2010 190.253 Jiwa



Foto, Ramly K.T Kusumo, SP. M.AP, Kepala Statistik Kab Alor

Kalabahi ON-Jumlah Penduduk hasil Sensus Penduduk (SP) Tahun 2010 mencapai 190.253 jiwa. Jumlah penduduk Alor bertambah 26.253 jiwa dari hasil SP Tahun 2000 dimana jumlah penduduk kala itu mencapai 164 ribu jiwa.

Kepala BPS Kabupaten Alor, Ramly K.T Kusumo, SP. M.AP kepada Ombay News di Ruang Kerjanya, Rabu (11/08) silam mengatakan, jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus penduduk ini bertambah banyak karena berdasarkan hasil estimasi jumlah penduduk Kabupaten Alor oleh pihaknya pada tahun 2009 mencapai Rp. 181 ribu jiwa.
Data pendudukan berdasarkan hasil sensus tahun ini dijadikan sebagai data dasar untuk kepentingan perencanaan pembangunan secara keseluruhan dan pembangunan kependudukan. Karena posisi penduduk selain sebagai sasaran pembangunan juga sekaligus sebagai obyek pembangunan itu sendiri.
Data ini demikian Ramly, baru sebatas data penduduk berdasarkan jenis kelamin, pertumbuhan penduduk, distribusi dan tingkat kepadatan penduduk.
Ramly mengaku, datas penduduk hasil SP tahun 2010 sedang dalam proses pengolahan di BPS Propinsi NTT di Kupang, hasilnya akan dipublikasi khusus dalam dokumen kependudukan khusus.
Untuk estimasi tahun 2011 pihaknya menggunakan data hasil SP Tahun 2010 sebagai data dasar. “Pada tahun 2015 akan dilakukan survey penduduk antar sensus,” kata Ramly sembari mengaku bahwa selama melakukan sensus penduduk tahun 2010 di Kabupaten Alor, pihaknya tidak mengalami kendala di lapangan. Alasannya demikian Ramly, masyarakat di daerah ini juga memiliki antusias yang tinggai untuk didata oleh petugas sensus. Suksesnya sensus penduduk di Kabupaten Alor kata Ramly, tidak terlepas dari keuletan dan ketabahan para petugas pencacah di lapangan selama melaksanakan tugas. Secara nasional jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 akan diumumkan oleh Presiden RI dalam pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus 2010.
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Alor (angka sementara) adalah 190.253 jiwa. Dengan jumlah penduduk hasil SP 2000 sebesar 164.042 jiwa maka laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Alor sebesar 1,49 persen per tahun.
Jumlah penduduk terbanyak ada di kecamatan Teluk Mutiara sebesar 48.530 jiwa, diikuti kecamatan Alor Barat Daya 21.581 jiwa, dan Alor Barat Laut 18.777 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terkecil ada di kecamatan Pureman dengan jumlah penduduk 3.468 jiwa.
Laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Kabupaten Alor terdapat di Kecamatan Teluk Mutiara sebesar 2,80 persen. Hal ini dikarenakan ibukota kabupaten Alor terletak di kecamatan Teluk Mutiara sehingga banyak migrasi masuk ke kecamatan ini.
Sedangkan kecamatan Pantar Timur dan Pulau Pura mengalami laju pertumbuhan penduduk yang menurun yang mencapai angka minus 0,39 dan 0,38. Hal ini mungkin disebabkan adanya migrasi keluar yang cukup besar dari kedua kecamatan tersebut.
Sex Ratio penduduk Kabupaten Alor menurut Ramly adalah 95,39 persen yang berarti jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Alor lebih sedikit 4,61 persen dari penduduk perempuan.
Sebagai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan sejalan dengan rekomendasi Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Sensus Penduduk dan Perumahan Tahun 2010 demikian Ramly, BPS telah menyelenggarakan Sensus Penduduk 2010 (SP 2010). “Kegiatan ini diselenggarakan secara massif di seluruh Indonesia dengan mengerahkan ratusan ribu petugas yang telah dilatih termasuk 770 petugas di Kabupaten Alor,” katanya.
Laporan eksekutif Hasil Sensus Penduduk 2010 Angka Sementara telah dibuat BPS Alor dengan menyajikan agregat data dasar penduduk yang diperoleh dari pelaksanaan SP 2010 pada periode Mei 2010. Cakupan data dasar dari angka sementara hasil SP 2010 adalah jumlah penduduk menurut jenis kelamin, wilayah administrasi, dan parameter-parameter turunannya seperti laju pertumbuhan penduduk, sex ratio dan distribusi penduduk.

Ditambahkannya, Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di bagian timur laut. Kabupaten Alor terdiri dari tiga pulau besar dan enam pulau kecil yang saat ini ada penghuninya.
Alor yang memiliki luas 2864.64 Km2 terdiri dari 17 Kecamatan. Secara geografis, kondisi daerah ini merupakan daerah pegunungan tinggi yang dikelilingi oleh lembah-lembah dan jurang-jurang. 63.94 % dari wilayah di Kabupaten Alor merupakan daerah dengan kemiringan lebih dari 40 % +++ morisweni

Warung Makan Luar Dalam dan Toko Terbakar

Kalabahi ON-Duabangunan terbakar di Kota Kalabahi, Minggu (8/8/2010) malam dan Senin  (9/8/2010) siang. Hari  Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita rumah milik Orias di Pasar Lama Kalabahi si jago merah. Api kembali menghanguskan bangunan Toko Kusuma di wilayah Sawah Lama, Senin siang pukul 12.00 Wita.

Disaksikan media ini, Minggu malam pukul 23.00 Wita di kawasan Pasar Lama Kalabahi, api yang melalap rumah milik Orias berhasil dipadamkan. Rumah milik Orias yang juga dikenal masyarakat sebagai tempat "warung makan dalam-makan luar" (warung ganda) itu luput dihantam api berkat bantuan warga sekitar yang sigap memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember. Sementara mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Alor tidak datang ke lokasi kebakaran.

Lurah Kalabahi Kota, Arifin Panara, dikonfirmasi mengungkapkan, pemicu kebakaran belum diketahui pasti. Informasi yang ada, kata Arifin, masih simpang-siur sehingga dirinya belum bisa memberikan penjelasan secara detail. "Ada yang mengatakan akibat arus pendek, tapi ini belum pasti," ungkap Arifin.

Kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, tapi bangunan bagian belakang rumah Orias, tempat menyimpan kayu habis dilalap api.
Sementara Toko Kusuma di Sawah Lama habis terbakar, Senin (9/8/2010) siang. Bangunan dapur ukuran 5 X 6 meter persegi tempat membuat roti perusahaan ini ludes terbakar. Selain bangunan, oven besar dan oven kecil, kompor gas, dan roti yang telah dibakar maupun masih dalam bentuk adonan semuanya habis terbakar.

Suroso, pemilik rumah dikonfirmasi menjelaskan, kebakaran diduga akibat api dari satu titik di dapur. Api lalu menyambar mesin kompor gas yang menggunakan pompa yang penuh berisi minyak tanah.

Ketika api menyambar kompor, kata Suroso, para pekerja panik. Karena panik, para pekerja memadamkan api menggunakan air. Tak ayal  api bertambah besar.

"Api tambah besar menyambar bangunan rumah maupun perabot untuk membuat roti," ungkapnya. Suroso mengatakan, akibat kebakaran itu dia mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta lebih. +++ PK/joka

Tebang Kayu di Kawasan Hutan Wisata Tangmau Ditahan

Kalabahi ON-Abimelek Tangmau (35) warga kampong Labui-Nailang terpaksa harus menjalani tahanan di ruang tahanan Mapolres Alor karena menebang pohon kayu merah di kawasan hutan wisata Tuti Adagai. Tangmau dikenakan pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Thun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Ekosistim.
Kepala Kepolisian Resor Alor AKBP Andi Harsito, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Andi Harsito kepada pers di Ruang Kerjanya, Rabu (11/08) membenarkan penahanan warga Kampung Labui itu.
Menurut Mengga, Tangmau dilaporkan warga setempat karena menebang kayu merah di kawasan hutan Taman Wisata Tuti Adagai pada awal Juli 2010. “dia mengaku hanya potong satu pohon saja lalu buat balok untuk membangun bangun rumah. Tetapi di TKP polisi dapat data bahwa ada empat pohon yang dipotong,” tandas Mengga.
Laporan masyarakat mengenai penebangan pohon kayu merah diperoleh pertama oleh pihak KSDA ketika melakukan patrol di sekitar wilayah itu. Berdasarkan laporan masyarakat itu, pihak KSDA melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Resor Alor sehingga pelaku baru berhasil ditangkap pada Tanggal 9 Agustus 2010 di Jalan Raya Mebung, jelas Mengga sembari menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Tungmau, polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka dan dilakukan penahanan pada tanggal 10 Agustus 2010. “Barang bukti berupa balok sudah diamankan pihak KSDA,” katanya. +++ morisweni

Pertama di NTT Mahasiswa PJKR Gelar Turnamen Futsal Antar Pelajar SMP

Kalabahi ON- Ini sebuah terobosan baru yang patut diteladani generasi muda di Kabupaten Alor. Untuk pertama kalinya di NTT, mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) menggelar turnamen futsal antar pelajar SMP se-Kabupaten Alor.

Ketua panitia turnamen Futsal Petrus B Adisa kepada Ombay News pada upacara penutupan turnamen Futsal antar pelajar SMP se-Kabupaten Alor di Lapangan Basket Kalabahi, Minggu (8/8/2010) mengatakan, generasi muda merupakan suatu komonitas yang sangat dinamis dan selalu menawarkan seruan pembaharuan dalam berbagai lini kehidupan.
Dalam tataran ini, generasi muda dituntut untuk menghasilkan berbagai perubahan yang secara potensial dapat mengembangkan kemampuan untuk hidup secara pribadi maupun dalam relasinya dengan kelompok lain.
Forum Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Asal Alor yang baru terbentuk pada tanggal 16 Mei 2010, merupakan suatu forum pembelajaran dikalangan mahasiswa PJKR yang menuntut ilmu di Kota Kupang. Meski baru beberapa bulan terbentuk namun forum mahasiswa PJKR sudah mulai eksis dalam pembaharuan di bumi Nusa Kenari.
Menurut Adisa, latar belakang terbentuknya forum mahasiswa PJKR yaitu dengan melihat semakin bertambahnya jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di fakultas Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi yang tersebar di beberapa Universitas di Kota Kupang seperti Undana, UKAW dan PGRI maka sudah saatnya untuk mahasiswa PJKR membentuk suatu forum untuk membangun kebersamaan dalam sebuah proses pengembangan bakat dan minat sebagai mahasiswa olahraga dengan tujuan meberikan pemahaman kepada masyarakat umumnya dan lembaga pendidikan khususnya tentang hakekat dari Pedidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi.
Jumlah mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa PJKR asal Alor yang terdaftar sebanyak 70 orang mahsasiswa dari UNDANA, UKAW dan PGRI Kupang. Meski belum memiliki komposisi kepengurusan yang definitive, tetapi forum mahasiswa PJKR juga sudah membentuk panitia untuk melakukan kegiatan turnamen futsal antar pelajar SMP di Kalabahi yang di ketuai oleh Petrus B Adisa dan Sekertaris Napoleon K Mailani.
Menurut Petrus, dalam pelaksanaannya, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi selalu mengedepankan pendidikan yang beroreientasi pada peningkatan jiwa yang menjunjung tinggi prinsip sportifitas, oleh karena itu mahasiswa PJKR bisa melaksanakan kegiatan positif yang bisa merangkum setiap persoalan –persoalan substansial sekitar peningkatan daya bakat dan minat generasi dalam bidang olahraga.
Kegiatan yang dilaksanakan Forum mahasiswa PJKR asal Alor selama 5 hari di Kabupaten Alor yaitu Senam Indonesia Raya yang lokasi kegiatannya di SMA ST Yosep Kalabahi, turnamen Futsal yang diikuti oleh 6 sekolah yaitu SMP Mainang, SMP Kristen 4 Mebung, SMP Kristen 1 Kalabahi, MTs Negeri Kalabahi, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri Matap. Kegiatan bakti social yang berlansung di Kecamatan Alor Tengah Utara dengan membersihkan dan menata lapangan bola kaki Mebung.
Keluar sebagai juara I dalam turnamen Futsal adalah SMP Negeri Matap, juara II SMP Negeri 2 tim A, juara III MTs Negeri Kalabahi dan juara IV SMP Kristen 1 Kalabahi.
Menurut Petrus, setelah kembali ke Kupang diadakan musyawarah untuk pemilihan badan pengurus Forum mahasiswa PJKR asal Alor baru melakukan turnamen Futsal antar Kabupaten bagi mahasiswa di Kota Kupan.
Plt. Asisten II Setda Kabupaten Alor Ir. Erna da Silva yang mewakili Bupati Alor menutup turnamen Futsal antar Pelajar SMP se- Kabupaen Alor mengatakan pemerintah Kabupaten Alor menyambut positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum mahasiswa PJKR dari 3 perguruan tinggi di kota Kupang yang telah berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Alor. Menurut Erna, turnamen Futsal baru pertama kali diadakan di Kabupaten Alor dan mungkin di NTT baru pernah di lakukan oleh mahasiswa PJKR asal Alor. “Apa yang adik-adik mahasiswa buat merupakan hal yang positif dan menunjukan bahwa di Alor ada persaudaraan yang baik diantata pemuda pemudi dan membuat nama Kabupaten Alor menjadi terkenal, selama ini orang di luar Alor mengatakan anak Alor hanya bisa buat keributan dan kekacauan, tetapi dengan kegiatan ini bisa menunjukan anak Alor bisa berbuat sesuatu yang berorientasi pada peningkatan jiwa yang menjunjung tinggi sportifitas,”jelas Erna.
Pemerintah daerah kata Erna, sangat mengharapkan sehingga turnamen Futsal terus dilaksanakan untuk tingkat sekolah dasar samapai SMA, bagi guru olah raga di setiap sekolah bisa mengembangkan olah raga Futsal, karena olah raga Futsal sangat mudah dan bisa dilakukan oleh 5 orang. +++ oktotefi

Lihat Perempuan Cantik di Sungai Apui 11 Anggota Pramuka Bhayangkara Kesurupan

Kalabahi ON- Sebelas siswi anggota Pramuka Bhayangkara Polres Alor kesurupan, Minggu (8/8/2010) sore, sepulang dari kegiatan Kemah Bhakti Bhayangkara di wilayah Apui, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor.  Mereka adalah siswi SMA Kristen II Kalabahi.

Seperti disaksikan media ini di UGD RSUD Kalabahi, Minggu  (8/8/2010) malam, setelah ditangani tim medis di UGD, 11 anak itu akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, Senin (9/8/2010) pagi, dua anak, yakni Afriada dan Harlinda, kembali dibawa  ke UGD oleh guru dan teman-temannya, sebab  keduanya pingsan dan  kesurupan lagi.

Di atas tempat tidur UGD, dua siswi itu tidur tenang cuma beberapa saat lalu meronta-ronta sambil mengatakan, "Lepas, lepas, saya mau pulang."

Kondisi ini membuat dua siswi dipulangkan ke rumah masing-masing dengan mobil ambulance RSUD Kalabahi. Rekan-rekan pramuka yang memegang lengan kedua anak ini saat keluar dari ruang UGD nyaris terlepas sebab tenaga keduanya sangat kuat dan terus berontak sambil  berbicara tanpa arah.

Rina, salah seorang anggota pramuka, kepada wartawan Senin (9/8/2010), mengatakan, anggota pramuka Bhayangkara sekitar 68 orang. Mereka berangkat ke Apui untuk menggelar
kegiatan kemah bhakti, Kamis (5/8/2010). Kegiatan ini berlangsung hingga Minggu (8/8/2010) pagi.

Menurut Rina, saat berada di Apui semua anggota dan pembina pramuka dalam keadaan baik, tidak ada gangguan apa pun. Namun setelah kembali dengan mobil Dalmas, di tengah jalan 11 orang rekan pramuka mengalami kesurupan.

"Saat itu kami langsung membawa mereka yang kesurupan ke Puskesmas Bukapiting. Dari puskesmas mereka dibawa ke UGD RSUD Kalabahi," ungkapnya.

Setelah kejadian ini, kata Rina, sejumlah rekannya bercerita mengenai penyebab  kesurupan itu.

"Setelah sadar kawan-kawan mengaku melihat seorang perempuan cantik dan seorang pria saat mandi di kali Apui. Dua orang itu diduga makhluk halus sebab mata mereka besar dan perempuan itu rambutnya panjang lepas terurai," jelas Rina.
Ketika rombongan pulang ke Kalabahi, kedua mahkluk halus itu terus mengikuti mereka.

Guru SMA Kristen II Kalabahi, Ari dan Dewi, ditanyai wartawan di UGD RSUD Kalabahi ketika mengantar dua siswanya yang kembali kesurupan di sekolah, Senin (9/8/2010) pagi, mengungkapkan, dua siswi dibawa ke UGD sebelum apel bendera karena tiba-tiba jatuh pingsan di sekolah. Setelah pingsan, keduanya kesurupan dengan mengeluarkan kata-kata aneh.

"Saat kesurupan keduanya mengatakan, 'jangan ambil saya, saya tidak mau ke kali lagi. Jangan ikut saya. Saya mau pulang,"jelas Ari. Tiga siswa lainnya yang kesurupan saat pulang dari Apui juga dipulangkan ke rumah masing-masing sebab kondisinya masih pucat.

Pembina Pramuka Bhayangkara, Abdul Radjab Koso, yang ditanyai Pos Kupang mengenai kejadian itu mengatakan, dirinya tidak mengetahui jelas awal peristiwa itu. Sebab, setelah kegiatan selesai Minggu (8/8/2010) pagi, dirinya langsung pulang ke Kalabahi bersama rombongan menggunakan mobil Dalmas. "Sebelas anak yang kesurupan mengikuti rombongan sore hari dengan mobil Dalmas," tandas Koso. +++ pk/Joka

SMP Negeri Langkuru Akihrnya Miliki Kepala Sekolah



Foto; SMP Nsasional Langkuru yang berubag Status menjadi SMP Negeri Langkuru dari tahun 1977 sampai Tahun 2008



Kalabahi ON-Lodowik Keden akhirnya dilantik menjadi Kepala SMP Negeri Langkuru. Sebelumnya sekolah ini dibiarkan tanpa pimpinan sehingga menyulitkan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya di sekolah itu.


Sebelum memiliki Kepala Sekolah, salah seorang guru di sekolah itu, Amil Karipalay, S.Pd yang mendatangi Redaksi Ombay News belum lama ini mengatakan, ketiadaan Kepala Sekolah SMP Negeri Langkuru menyulitkan pihaknya dalam hal kepengurusan DP3, DUPAK, NUTK untuk kenaikan pangkat, pengelolaan dana bantuan seperti dana BOS dan lain-lain.
“Kami terhambat untuk mengurus kenaikan pangkat dan Ada aliran Dana untuk SMP Negeri Langkuru seperti dana BOS. Tetapi untuk pengelolaannya sangat susah karena untuk pertanggung jawabannya tidak jelas. PLH juga tidak ada SK sebagai pelaksana harian,” jelas Amil.
Menurut Amil, anak bangsa yang ada di Kecamatan Pureman juga harus kita pikirkan masa depan mereka, kalau dibiarkan juga mereka akan tetap tertinggal dan terus terbelakang. Untuk itu dibutuhkan perhatian serius dari Pemerintah daerah.
Dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Pureman, kata Amil, sudah pernah diusulkan oleh Camat Pureman untuk penempatan Kepala Sekolah yang defenitif tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan.
Selama ini penempatan guru negeri di Kabupaten Alor juga tidak pernah ada Guru Negeri yang di tempatkan di SMP Negeri Langkuru sehingga untuk mengajar 120 orang siswa dari kelas I sampai kelas II masih kekurangan tenaga pengajar.
“Di SMP Negeri langkuru hanya terdapat 3 orang Guru PNS, 1 tenaga Kontrak Propinsi dan dibantu oleh dua orang guru yang tamatan SMA tahun 2003.
Guru Bantu ini honor mereka seharusnya dari sekolah yang bayar tetapi tidak ada dana yang masuk karena ketiadan Kepala Sekolah untuk proses dana yang masuk sehingga guru-guru (guru honor) enggan masuk untuk mengajar,” katanya.
Dia mengaku, untuk guru mata pelajaran Ujian Nasional pihaknya meminjam tenaga PNS dari Kecamatan yang berlatar belakang IPA untuk mengajar mata pelajaran Matematika. Alasannya demikian Amil, guru yang ada hanya satu guru Bahasa Indonesia, satu guru Agama dan satu guru Bahasa Inggris. “Kami terpaksa harus mengajarkan mata pelajaran lain yang tidak ada guru bidang studinya,” katanya.
Soal fasilitas pendukung, Amil mengaku pemerintah sudah mendrop mobiler (meja dan bangku) tetapi tenaga pengajar yang masih sangat kurang. “perpustakaan juga tidak dilengkapi dengan buku-buku. Yang ada hanya buku-buku dari kurikulum Tahun 1980-an,” timpalnya.
Amil juga mengatakan, sebagai guru yang bertugas di daerah terpencil mereka mendapat tunjangan terpencil dan tunjangan perbatasan, tetapi untuk mengambil tunjangan tersebut mereka kesulitan karena harus ada SK pembagian tugas dari Kepala Sekolah sementara Kepala Sekolah untuk SMP Negeri Langkuru belum ada.
Ditambahkannya, untuk mengurus kenaikan pangkat juga pihaknya masih mengalami kesulitan dalam penandatanganan DP3. ”Saya mestinya sudah dua kali urus kenaikan pangkat. Teman-teman satu angkatan yang di tempatkan di sekolah lain sudah urus naik pangkat tetapi saya belum karena kendala SK pembagian tugas dan rekomendasi Kepala Sekolah tidak di tanda tangani. Siapa yang mau tanda tangan kalau hingga sekarang kami tidak punya kepala sekolah,” kata Amil dengan nada tertatih-tatih. +++ oktotefi

BUPATI ALOR RESMIKAN KANTOR KAS BANK NTT DI RSUD KALABAHI



Direktur Pemasaran Bank NTT, Ibrahim Imang, SE, memberikan keterangan pers usai pengresmian Kantor Kas RSUD Kalabahi, Selasa (10/8/2010)


Satu lagi kemudahan diberikan Bank NTT. Kepada para pasien dan keluarganya, Bank NTT dengan kerja sama pemerintah Kabupaten Alor telah membuka Kantor Kas Baru Bank milik rakyat NTT itu di RSUD Kalabahi. Dibukanya kantor kas RSUD Kalabahi ini selain mempermudah pelayanan di satu-satunya Rumah Sakit milik pemerintah di daerah ini tetapi juga menjadi alternatif transaksi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Alor.

Kalabahi ON-Bupati Alor Drs Simeon Th Pally secara terbuka meresmikan Kantor Kas Bank NTT di RSUD Kalabahi. Acara yang dikemas dengan sangat meriah ini dilaksanakan di halaman depan RSUD Kalabahi Selasa 10/8 itu dihadiri oleh Direktur Pemasaran Bank NTT Pusat Ibrahim Imang, SE para Muspida yakni Kepala Kejaksaan Negeri Kalabahi Moh. Su’ud, SH, Kepala Pengadilan Kalabahi Firman Pangabean, SH, Dandim 1622 Alor Letkol (Inf) Aminudin, Wakapolres Alor , Ketua DPRD Dominggus Markus Malaka, Wakil Ketua DPRD Deny Lalitan, Sekda Alor Drs Seprianus Datemoly berserta para pimpinan SKPD. Selain dihadiri oleh para pejabata teras dan petinggi birokrat acara peresmian kantor cabang ini juga turut dihadiri oleh para nasabah setia Bank NTT. Sekitar hampir 200 orang berjubel memenuhi tenda acara peresmian. Acara semakin semarak karena diiringi dengan tari-tarian dari sanggar tari Vellabolo pimpinan Ibu Kartini Lelang dan iringan musik yang dimainkan oleh Pianis “veteran” Alor Pak Anis Haan. Dalam sambutannya Bupati Alor mengatakan bahwa pada dasarnya pemerintah sangat berterima kasih kepada Bank NTT karena bersedia membuka kantor kas di RSUD Kalabahi. Dengan demikian lanjut Bupati Pally para keluarga pasien tidak lagi mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi di RSUD Kalabahi.
Manajemen Bank NTT Kabupaten Alor terus mengembangkan sayap dengan membuka Kantor Kas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi. Dengan dibukanya Kantor Kas ini maka Bank NTT Kalabahi memiliki dua Kantor Kas, satunya sudah di buka di Kantor Bupati Alor awal tahun 2010 ini. Acara pembukaan Kantor Kas baru ini ditandai dengan pembukaan kain papan nama oleh Bupati Alor Drs.Simeon Th. Pally, dihalaman RSUD Kalabahi, Selasa (10/8/2010). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Alor Drs. H Jusran M Tahir, Ketua DPRD Alor , Markus D Malaka, SH, Direktur Pemasaran Bank NTT Ibrahim Imang, SE, Wakil Ketua DPDR Alor Denny Lalitan, unsur Muspida, Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi Drs. Nasaruddin dan nasabah.
Sehari sebelumnya , Direktur Pemasaran Bank NTT, Ibrahim Imang, SE, melantik Kepala Kantor Kas Bank NTT RSUD Kalabahi, Yance Moelegi di Kantor Bank NTT Cabang Kalabahi. Imang saat peresmian Kantor Kas RSUD Kalabahi mengatakan, rencana kedepan Kantor Kas ini akan dibuka 24 jam seperti yang sudah dilakukan di RSUD Kupang dan Maumere.
Rencana tersebut, kata putra Alor ini agar masyarakat terbantu selam 24 jam dalam pelayanan Bank NTT, baik untuk penarikan maupun penyetoran. Imang melanjutkan Bank miliki masyarakat NTT ini memiliki dua target penting. Salah satunya berupaya mengurangi tingkat penganguran didaerah ini dengan terobosan usaha mikro.
“Usaha mikro sudah menjadi suatu kebanggan yakni Kacang Garuda. Peluncuran pertama usaha ini sudah dilakukan di Kefamemanu, TTU. Kita juga akan melakukan penandatanganan MoU dengan Bupati TTS, TTU dan Sumba dalam usaha ini, “tandas Imang. Untuk Kabupaten Alor katanya usaha mikro akan di sesuaikan dengan potensi daerah.
Bupati Simeon Pally dalam sambutannya mengatakan RSUD Kalabahi merupakan rumah sakit tipe D yang telah diusulkan menjadi tipe C. untuk menjadi RSUD tipe C diperlukan sejumlah persyaratan, baik gedung, alat kesehatan maupun tenaga.
Pally menyampaikan apresiasinya terhadap Bank NTT yang sudah membuka Kantor Kas di RSUD ini. Hadirnya Bank NTT di RSUD ini bertujuan untuk membantu RSUD dalam mengatur dan mengurus pembiayaan pengobatan agar tertip dan terkendali. Kantor Kasi ini tandas Pally, memiliki peran bagi pelayanan publikdalam usaha perbankan, baik tarik, stor maupun transfer uang. Sejak meresmikan Kantor Kas ini langsung menerima setoran pertama Rp. 300 juta lebih. Bupati Pally saat itu menyerahkan secara simbolis Banjir hadiah Bank NTT kepada nasabah pemenang undian beberapa waktu lalu. +++ WD

Oknum Lantas Polres Alor diduga bekingi Tambang Mas Ilegal



Foto, Lokasi Tambang Mas Ilegal


Saat kinerja kepolisian lagi santer disorot publik, dan lembaga kepolisian lagi “uring-uringan” memperbaiki citranya di mata masyarakat, masi juga terdapat oknum polisi yang membuat ulah. Tengok saja prilaku Widodo-oknum anggota Sat Lantas Polres Alor dan koleganya Sutikno yang diduga melakukan penambangan emas secara illegal di Bagian Timur Labapu-Taramana.

Kalabahi ON-Seorang oknum Polisi yang bertugas di Lantas Polres Alor Widodo diduga bekerja sama dengan kerabatnya Sutikno melakukan penambangan emas ilegal di bagian timur Labapu-Taramana.
Menurut sumber media ini di Taramana, terkuaknya kedok penambangan ilegal ini berdasarkan laporan Babinsa Kecamatan Alor Timur Laut tanggal 13 Juli 2010 bahwa ada penambangan liar. Di lokasi penambangan liar tersebut ditemukan alat-alat yang digunakan untuk menggali emas yakni selang, mesin akhir, mesin listrik dan camp/tenda semi permanent. Semua peralatan ini sudah disita oleh Babinsa Alor Timur Laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut sumber media ini menyebutkan pihak Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Alor, Camat Alor Timur Laut, Babinsa dan Danramil 03 Maritaing bergerak cepat menggelar pertemuan tanggal 20 Juli 2010 dengan menghadirkan penambang ilegal Sutikno untuk mempertanggunjawabkan tindakan penambangan ilegal yang dilakukannya. Dalam pertemuan tersebut Suktikno mengelak bahwa setelah ia berhasil mendapatkan emas barulah ia melapor ke Dinas Pertambangan. Anggapan Suktino ini jelas telah melanggar aturan dan kabarnya sempat membuat gerah pihak Dinas Pertambangan (Distamben) Kabupaten Alor. Kehadiran Suktikno di lokasi tambang tersebut juga tidak sepengetahuan pemerintah desa dan kecamatan, hanya berdasarkan kesepakatan dengan pemilik tanah.
Kabarnya dalam pertemuan tersebut pihak Distamben memberi peringatan keras kepada Suktikno karena tindakannya melakukan tambang tanpa mengantongi ijin usaha penambangan Bupati. Sutikno dan kawan-kawannya telah melanggar UU No 4 Tahun 2005 tentang Pertambangan dan diancam pidana 10 tahun penjara
Menurut pihak Distamben, lanjut sumber media ini, penambangan perorangan yang dilakukan oleh Sutikno seharusnya melewati beberapa tahapan perijinan yakni Surat Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dari Bupati Alor, dengan menyertakan surat permohonan, surat keterangan domisili. Pemohon juga harus menyertakan daftar riwayat hidup dan surat pernyataan tenaga ahli penambangan atau geologi dengan pengalaman kerja minimal dua tahun. Pernambang perorangan juga harus memiliki peta wilayah ijin usaha penambangan (WIUP) yang harus dilengkapi dengan batas kordinat geografis lintang dan bujur sesuai dengan ketentuan sistem informasi geografis yang berlaku secara nasional. Penambang perorangan juga harus membuat surat pernyataan untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Harus menyerahkan bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan kegiatan eksplorasi dan bukti pembayaran harga nilai kompensasi data informasi hasil lelang. Setelah memenuhi semua persyaratan tersebut selanjutnya pihak penambang melakukan penyelidikan umum (PU),setelah itu dilakukan explorasi diikuti studi kelayakan lingkungan termasuk Amdal, Teknik dan Adminsitrasi setelah itu barulah dilakukan eksploitasi.
Sayangnya hasil galian yang selama ini dianggap emas ternyata hanya sejenis batuan seperti emas yang biasa dikenal dengan nama pirit yang ciri fisiknya hampir sama dengan emas , batuan ini adalah hasil alterasi antara lempung, besi dan sufur. Walaupun keberadaan pirit merupakan salah satu ciri adanya kandungan emas, namun tidak selalu menjamin emas itu ada untuk itu perlu lagi dilakukan penyelidikan yang sangat mendalam dengan melibatkan tenaga-tenaga ahli profesional. Hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah jumlah cadangan emas, mineral asiosiasi yaitu tembaga, adanya barit dan keprak yaitu lapisan tebal yang menutupi mineral emas biasanya tebal antara 20 sampai dengan 30 meter.
Meskipun hasi tambang ilegal yang dilakukan Sutikno dan kawan-kawan nihil tetapi tidakan penambangan ini tidak dibenarkan karena merusak lingkungan, berpotensi terjadi longsor yang mengancam keselamatan kerja dan keseimbangan lingkungan di sekitranya sertamencemari dan dapat membelokan arah aliran sungai. Dengan adanya kasus penambangan ilegal ini masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan adanya aktifitas-aktifitas yang mencurigakan. +++ WD

Pantar Timur Juara Festifal Budaya Kabupaten Alor



Foto: Panorama Taman awah Laut Alor Yang Sering di Kunjungi Para Penyelam Wisatawan

Kalabahi ON-Kecamatan Pantar Timur akhirnya berhasil menjuarai Festival Budaya Tingkat Kabupaten Alor setelah menyisikan Kecamatan Alor Timur dan Kecamatan Pureman. Sebagai juarai I dalam festival budaya, Pantar Timur akan mewakili Kabupaten Alor dalam Festival Budaya Tingkat Propinsi NTT di Kefamenanu-Timor Tengah Utara September mendatang.



Festival Budaya Tingkat Kabupaten Alor yang digelar di Pantai Rekalamasi Dulionong Pada Tanggal 4 Agustus 2010 itu mengantarkan Kecamatan Pantar Timur sebagai juara sehingga berhak mengikuti Festival Budaya Tingkat Propinsi NTT di Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara September mendatang. Sementara posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati Kecamatan Alor Tengah Utara dan Kecamatan Pureman.
Sekedar informasi, sebelum menyelenggarakan Festival Budaya Tingkat Kabupaten Alor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor menyelenggarakan festival budaya tingkat kecamatan yang dibagi dalam tiga rayon yakni Rayon I yang melibatkan Kecamatan Teluk Mutiara, Alor Barat Laut, Alor Tengah Utara, Kabola, Pulau dan Pulau Pura. Rayon II meliputi Kecamatan Lembur, Alor Timur Laut, Alor Timur, Alor Barat Daya, Alor Selatan, Mataru dan Kecamatan Pureman. Sedangkan Rayon III Meliputi lima kecamatan di Pulau Pantar yakni Pantat, Pantar Timur, Pantar Barat, Pantar Tengah dan Pantar Barat Laut.
Tiga kecamatan yang berlaga di Festival Budaya Tingkat Kabupaten Alor yakni Pantar Timur, Alor Tengah Utara dan Pureman adalah juara di tingkat rayon.
Festival Budaya Tingkat Kabupaten Alor ini digelar bersamaan dengan kedatangan 50-an wiatawan asing dari berbagai belahan dunia melalui Kegiatan Sail Indonesia.
Wakil Bupati (Wabup) Alor Drs. Jusran M. Tahir dalam sambutannya mengatakan di Alor ada begitu banyak kebudayaan terutama benda peninggalan purbakala yang terbuat dari perunggu dan dikenal dengan nama moko. Moko memiliki nilai yang sangat tinggi karena merupakan simbol perkawinan masyarakat Alor.
Indonesia telah menjadikan Kabupaten Alor sebagai daerah tujuan wisata, untuk itu Wabup Drs. H Jusran M. Tahir menyampaikan limpah terima kasih kepada para wisatawan atas kehadirannya di Kabupaten Alor. Ini merupakan kepercayaan yang diperoleh Masyarakat Kabupaten Alor sekaligus menjadi pendorong bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Alor untuk terus berbenah diri.
Mengingat panorama alam dan taman laut yang sangat terkenal ini juga dimiliki Kabupaten Alor, maka Tahir mempersilahkan para wisatawan untuk menikmati seluruh keindahan yang ada. “Keindahan alam dan kenikmatan yang dirasakan selama berada di Alor boleh disampaikan kepada seluruh kerabat yang ditemui agar nantinya Alor semakin dikenal dan disukai. Selebihnya Alor akan terus dikunjungi di kemudian hari”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Sail Indonesia Mr. Mark dalam sambutannya mengatakan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Alor atas apresiasi dan sambutan terhadap kedatangan para peserta sail Indonesia yang telah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.
Ia juga mengatakan, setelah mereka pulang dari dari Kabupaten Alor, mereka akan menceritakan kepada keluarga dan sahabat-sahabat tentang semua pengalaman yang mereka alami di Kabupaten Alor, yakni keramahtamahan masyarakat dalam menyambut kedatangan mereka, keindahan pantai, pelabuhan dan berbagai obyek wisata yang menarik agar keluarga dan sahabat-sahabat mereka pun dapat mengunjungi Kabupaten Alor pada kesempatan yang akan datang
Usai acara penyambutan, para peserta Sail Indonesia 2010 diantar oleh Tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Alor untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kabupaten Alor. +++ jonikolimon

Aneka Kegiatan Memeriahkan HUT RI Ke 65 di Alor

Kalabahi ON-Panitia HUT RI Ke 65 Tingkat Kabupaten Alor menyelenggarakan aneka kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Aneka kegiatan itu antara lain lomba senam pramuk yang melibatkan siswa sekolah dasar se Kecamatan Teluk Mutiara, Lomba Gerak Jalan dan penarikan kuis hukum berhadiah bagi para pedagang kaki lima di Pasar Inpres Lipa dan Pasar Kadelang oleh Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Alor.
Lomba senam pramuka yang melibatkan siswa SD se-Kecamatan Teluk Mutiara ini dipusatkan di halaman depan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Selasa (10/08) penan silam. Kurang lebih dua puluhan sekolah dasar mengambil bagian dalam lomba senam pramuka dimaksud. Tampil sebagai dewan juri dalam lomba itu adalah Ery Djahimo dan Arnol Tonubes. Juara loma senam pramuka ini akan diumumkan di puncak perayaan HUT RI ke 65 Tingkat Kabupaten Alor yang akan dipusatkan di Satdion Mini Kalabahi.
Sedangkan lomba gerak jalan yang melibatkan siswa SMP dan instansi pemerintah di lingkup pemerintah Kabupaten Alor dilaksanakan Senin (09/08) dan Rabu (10/08) pekan silam Juara lomba gerak jalan ini juga akan diumumkan pada puncak perayaan HUR RI ke 65 di Standion Mini Kalabahi.
Yang tidak kalah menarik adalah penarikan kuis hukum berhadia yang difasilitasi oleh Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Alor, Sabtu (14/08) pekan silam .
Sebelum dilakukan penarikan kuis hukum berhadiah, dibawah koordinir Kabab Hukum Setkab Alor Ny. Terince Mabilehi, SH sebagian besar staf bagian hukum didistribusi ke dua lokasi pasar yakni Pasar Inpres Lipa Kalabahi dan Pasar Kadelang untuk membagikan lembarah kuis hukum berhadia dan leaflet hukum yang berisikan peraturan daerah Kabupaten Alor.
Dari 200 kuis yang diedarkan kepada para pedagang kaki lima di dua lokasi pasar ini hanya 71 pedagang kali lima sempurna menjawab kuis yang dibagian oleh staf pada Bagian Hukum Setkab Alor. Artinya, 71 pedagang kaki lima ini yang berhal mengikuti penarikan undian kuis hukum berhadiah.
Penarikan undian yang berlangsung di salah satu Ruko milik pedagang di Pasar Kadelang itu dipandu langsung oleh Kabag Hukum Setkab Alor Ny. Terince Mabilehi. Sedangkan yang menarik undian adalah para pedagang di Pasar Kadelang. Hasilnya menempatkan tiga pedagang kaki lima sebagai peraih hadia utama. Mereka adalah, Johari Nampira yang kseharian menjajakan bumbu dapur kepada para pembeli di Pasar Kadelang. Johari berhak atas uang tunai sebesar Rp. 750 ribu. Pemenang hadia utama kedua adalah Rut Atakari . Atakari berasal dari Desa Fanating yang keseharian berjualan kepala di Pasar Kadelang. Pemenang hadiah utama ketiga adalah Wehelmina Jalla Weni-penjual siri pinang dan sayur di Pasar Kadelang. Tiga peraih hadiah utama ini menurut Terince Mabilehi hadianya akan diserahkan langsung oleh Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally pada upacara HUT RI ke 65 yang dipusatkan di Stadion Mini Kalabahi. Jadi, “Tiga mama yang mendapatkan hadiah utama akan diundang Bapak Bupati Alor mengikuti upacara di lapangan untuk menerima hadia secara langsung dari Bapak Bupati,” kata Mabilehi.
Selain hadiah utama, Bagian Hukum Setkab Alor juga menyediakan 20 hadia hiburan berupa uang tunai sebesar Rp. 100 ribu kepada para pedagang kaki lima di dua pasar di Kota Kalabahi ini. +++ moriswn

BLM PNPM Kabupaten Alor 2010 Mencapai Rp. 41,5 Miliar

Kalabahi ON- Kabupaten Alor untuk Tahun Anggaran 2010 mendapat kucuran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp. 41,5 milyar. Besaran anggaran ini tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kepala BPMPD Kabupaten Alor Drs. Mel Maulaka kepada Ombay News belum lama ini membenarkan bahwa pada Tahun Anggaran 2010 Kabupaten Alor mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat melalui program BLM-Program PNPM Mandiri Perdesaan sebesar 41,5 milyar yang tersebar di 17 kecamatan atau seluruh kecamatan di daerah ini. “20 % dari Alokasi BLM bersumber dari dana APBD Kabupaten Alor,” katanya singkat.
Menurut Maulaka, sejak tahun 1998 hingga tahun 2006 Kabupaten Alor mengikuti program pengembangan kecamatan (PPK). “kemudian pada tahun 2007, Kabupate Alor mengikuti program PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) sebagai perluasan atau lanjutan dari program pengembangan kecamatan (PPK),” kata Maulaa menjelaskan.
Maulaka kemudian merinci, pada tahun anggaran 2007, Kabupaten Alor hanya mendapatkan alokasi anggaran untuk BLM-Program PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp. 3,25 milyar yang tersebar di lima dari tujuh belas kecamatan yang ada.
Selanjutnya demikian Maulaka, pada tahun anggaran 2008 terjadi peningkatan dimana Kabupaten Alor kembali mendapat kucuran dana BLM-Program PNPM Mandiri bertama menjadi enam kecamatan dari tujuh belas kecamatan yang ada dengan jumlah BLM Rp. 8,5 milyar. Pada tahun 2009 bertama naik menjadi 13 kecamatan yang mendapatkan BLM Program PNPM Mandiri Perdesaan dengan jumlah BLM mencapai Rp. 26 milyar. Akhirnya pada tahun 2010, berkat dukungan doa dan kerja sama semua pihak, semua kecamatan yang ada di kabupaten ini yakni 17 kecamatan semuanya mendapatkan kucuran dana melalui BLm Program PNPM Mandiri Perdesaan dengan total bantuan BLM sebesar Rp. 41,5 milyar.
Dengan demikian tambah Maulaka, jumlah dana yang mengalir dari pemerintah pusat ke Kabupaten Alor melalui BLM Program PNPM Mandiri Perdesaan dari tahun 2007 hingga tahun 2010 mencapai Rp. 79,25 milyar.
Maulaka menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang dibiayai melalui Program PNPM Mandiri Perdesaan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam berbagai bidang, penguatan kelembagaan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di bidang prasarana dan sarana ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Jenis kegiatan yang sudah dibangun melalui Program PNP Mandiri Perdesaan di bidang infrastruktur diantaranya 43 unit jalan sepanjang 53,842 KM, 5 unit jembatan, 73 unit air bersih, 66 unit MCK, 3 unit irigasi dengan panjang irigasi 2,150, 3 unit pasar baru, 11 unit talut penahan abrasi, 6 unit listrik pedesaan dan 1 unit tambatan perahu.
Di bidang ekonomi terbentuk 530 kelompok SPP dengan jumlah pemanfaatan SPP 6.301. Sedangkan di bidang kesehatan berhasil dibangun 19 unit Pos Kesehatan dan Polindes dengan dana yang bersumber dari Program PNPM Mandiri Perdesaan. Di pendidikan sudah berhasil dibangun 20 unit sekolah baru dan 3 paket bea siswa kepada siswa berprestasi. Perkembangan kegiatan simpan pinjam khusus kelompok perempuan (SPP) alokasi pinjaman Rp. 14.171.357.000 dengan jumlah pemanfaat sebanyak 6.310 orang. Tingkat pengembaliannya mencapai 89 % dengan cadangan resiko penghapusan 6,26 %. +++ moris weni

Putra Unggul Kupang Lari Tinggalkan Hutang



Ini kondisi ruas jalan menuju perkampungan Bolwei yang belum diaspal

Subo ON-PT Putra Unggul Kupang dilaporkan Pemuda Alor Selatan tidak
merampungkan pekerjaan jalan ruas Mainang-Apui yang dibiayai dengan Dana Alokasi Umum (DAU) 2009. Tidak hanya itu, perusahaan asal Kota Kupang itu dilaporkan lari dari lokasi proyek dan meninggalkan hutang. Upah tenaga kerja lokal dan material lokal yang digunakan untuk membangun proyek juga belum dibayar Putra Unggul.

Minta Perhatian Dinas PU
Segera memanggil PT Putra Unggul untuk menyelesaikan hutang.
Imanuel Karma wagra Desa Subo Kecamatan Alor Selatan
Ketua Pemuda Alor Selatan
Pembangunan jalan tahun 2009, ruas jalan Mainang-Apui yang dikerjakan oleh PT Putra Unggul titik nol Desa Kelaisi Tengah hingga Desa Subo.
Sampai dengan saat ini pelaksanaan pekerjaan hingga saat ini belum selesai.
Direktur PT Putra Unggul yang disapa Sinyo dan pekerja satu bulan yang lau diantar ke Kalabahi.
Pekerjaan pengaspalan belum selesai sampai sekarang, yang sudah dikerjakan juga sudah rusak kembali.
Pekerjaan yang sudah dikerjakan sudah diukur oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum satu bulan yang lalu. Yang diukur drainase dan badan jalan yang sudah dikerjakan.
Material lokal milik masyarakat beruapa sirtu, kayu api upah tenaga kerja lokal kurang lebih 30 orang yang belum dibayar kontraktor.
Sebanyak 600 ret sirtu dengan harga Rp. 50 ribu/ret sama sekali belum dibayar. Kayu api miliknya warga lokal juga belum dibayar. Upah tenaga kerja ada yang sudah dibayar, tetapi sebagian besar belum dibayar.
Pembangunan sub-drainase yang dikerjakan oleh masyarakat setempat juga belum dibayar kontraktor.
Dia bawah tenaga kerja dari Kupang
Kalau ada tender proyek di Kabupaten Alor supaya diberikan kepeda kontraktor yang memiliki perlatan lengkap agar masyarakat tidak dikorbankan dan dirugikan.
Kalau ada perusahaan yang diluar kabupaten yang mengikuti tender supaya diberikan perhatian khusus agar pengalaman PT Putra Unggul yang lari meninggalkan hutang tidak bakal terjadi.
Dia berharap agar pemerintah dapat memperketat pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Minta supaya DPRD Kabupaten Alor dari daerah pemilihan II juga ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.

Moelegi Pimpin Kantor Kas Bank NTT RSUD Kalabahi



Imang : Jabatan adalah tanggunjawab dari Tuhan.

Foto;Yance Moelegi mengikrarkan Sumpah yang disaksikan tokoh agama Pdt. Yakobus Kalawali, S.Th dan Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi Drs. Nasaruddin.

Direktur Pemasaran Bank NTT Ibrahim Imang, Senin 9/8 sekitar pukul 16.00 melantik Yance Kornelius Moelegi menjadi Kepala Kantor Kas Bank NTT RSUD Kalabahi. Pelantikan Moelegi ini berdasarkan Keputusan Direksi Bank NTT No 8 Tahun 2010 tanggal 8 Januari 2010. Acara pelantikan yang berlangsung sederhana dan hikmat diselenggarakan di gedung utama Bank NTT Cabang Kalabahi.

Kalabahi-ON. Dengan mengangkat kedua jari dan tangan kiri ditumpangkan diatas Alkitab, suara Yance Moelegi memecah kesunyian mengucapkan sumpah Jabatannya. Didampingi oleh Pdt Yakobus Kalawali, STh di saksikan oleh seluruh karyawan Bank NTT pria berpenampilan kalem ini dengan sempurna melafalkan satu persatu pernyataan sumpah jabatannya. Pengambilan sumpah jabatan sebagai Kepala Kantor Kas RSUD Kalabahi ini dipandu langsung oleh Direktur Pemasaran Bank NTT Ibrahim Imang, SE.
Ibrahim Imang dalam sambutannya mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah tanggungjawab yang dipercayakan oleh Tuhan untuk diemban oleh karena itu jabatan hendaklah tidak boleh dipakai untuk menyusahkan dan mempersulit orang lain karena jika jabatan tersebut disalahgunakan maka dampaknya akan dirasakan dikemudian hari untuk itu kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan harus dimaknai dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab. Menurut Imang semakin tinggi seseorang mengembang jabatan maka semakin keras “angin” akan menghempas untuk itu sumpah adalah smebuah pernyataan iman yang harus dipegang teguh dan ditancapakan dalam sanubari agar bisa selamat mengemban jabatan.
Imang mengingatkan bahwa kerja yang berhubungan dengan uang itu beresiko dan penuh dengan berbagai macam godaan, karena jika kita tidak mengelola uang degan baik maka uang itu akan setan. “ Uang itu bisa membuat kita berubah tingkah laku, uang itu bisa membuat kita menambah sesuatu yang dulunya tidak kita pikirkan, uang akan menarik orang kepada kita yang dulu jauh dari kita, untuk harus sadar bahawa banyak orang yang akan datang kepada kita untuk itu harus haati-hati” ujar Imang.
Satu-satunya putra terbaik Alor yang memegang jabatan Direksi di Bank NTT ini memangkui sangat sulit memilih seorang Kepala Kantor Kas karena rata-rata karyawan Bank NTT memilki kwalifikasi yang cukup dan kompetitif. “Pilihan ini adalah sebuah pergumulan yang tidak gampang karena itu yakinlah bahwa Tuhan ikut campur tangan dalam memilih karena sulit bagi kami harus memilih sekian dari anak-anak kami (Karyawan Bank NTT)” ujarnya. Semua harus berbesar hati bahwa kesempatan hanya satu, tidak ada apapun yang melatarbelangkangi proses pemilihan semua lewat pergumulan dan inilah yang dipilih oleh Tuhan.
Imang juga menghimbau kepada semua karyawan Bank NTT Cabang Kalabahi agar saling mendukung dalam melaksanakan tugas, terutama mendukung Kepala Kantor Kas yang baru dilantik. Walaupun banyak yang memenuhi syarat dan punya kesempatan lanjut Imang, tetapi sayangnya jabatan hanya satu. “Teman-teman harus mendukung teman kita agar berhasil, karena kitalah orang pertama yang paling berpengaruh untuk bisa menjatuhkan maupun mengangkat saudara kita . Rekan kerja adalah keluarga yang paling dekat ia bahkan lebih dekat dari lebih dari istri dan anak kita, bapak dan mama, dan saudara-saudara kita. “pintanya. Imang bahkan mengajak para karyawan Bank NTT untuk menghitung jumlah waktu kebersamaan mereka , bahkan waktu kebersamaan lebih lama daripada waktu kebersamaan dengan keluarga “Mari kita hitung dari jam delapan pagi sampai dengan jam 5 sore kita sama-sama. Berapa jam kita dirumah bersama keluarga, kita tidak punya waktu dengan mereka karena pulang kadang cape, mungkin makan lalu tidur , waktu terbanyak adalah di kantor jadi sudara yang paling rapat adalah rekan kerja” ujar Imang. Rekan kerja adalah saudara sengguhnya karena itu jangan biarkan saudara kita jangan jatuh, kita harus memberitahu dan memperingatkan agar dijangan tergelincir janganlah kita yang membuat ia tergelincir.WD


Bank NTT siapkan Hadiah Belah Ketupat.
Bang NTT akan terus memberikan pelayanan dan promosi kepada masyarakat dengan berbagai cara.Selain Banjir Hadiah dan Pohon Hadiah, menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bang NTT menyediakan hadis Belah Ketupat.
Direncanakan, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Bank NTT juga menyediakan hadia Lonceng Besar. Demikian pula menyambut hari raya Imlek.
Derektur Pemasaran Bank NTT, Ibrahim IMang, menjampaikan hal ini ketika melantik Kepala Kantor Kas Bank NTT RSUD Kalabahi Yance Moulegi, Senin (9/8/2010) sore.
Imang mengatakan berbagai kegiatan promosi yang dilakukan manajemen Bank NTT ibarat menebar madu untuk menarik nasabah lebih banyak. Karyawan Bank NTT diminta bekerja maksimal untuk memajukan bank ini.
Kepada pejabat yang baru di lantik, ia berharap dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Imang meminta semua pegawai Bank NTT untuk memberikan dukungan kepada Yance.” Kita orang pertama yang bisa mengangkat atau menjatuhkan dia. Kita orang terdekat lebih dari orangtua dan saudaranya.
Kita harus mendukungnya,” pinta IMang.
Imang mengatakan, uang bisa menjadi setan. Uang bisa mengubah tingkah laku kita dan membuat orang jatuh. Untuk itu, bekerjalah dengan baik dan professional. +++ WD

Singa Muda Illu Lebih Berpeluang Pimpin PDMH Kalabahi

Kalabahi ON-Panitia seleksi penerimaan Dewan Direksi Perusahaan Daerah Mutiara Harapan (PDMH) Kalabahi dan Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari sudah melakukan fit and proper tes (uji kapatuhan dan kelayakan). Nama-nama seperti Stef Giri, Senior Panduawal, Benyamin Tubatonu, Alfons Gorang, Ahmad Gunawan dan Singa Muda Illu sudah mempresentasikan seperti apa visi-misi jika diperkenankan meimpin PDMH yang sedang ‘sakit parah’ itu. Dari calon-calon dewan direksi ini, Singa Muda Illu, SE dikabarkan lebih berpeluang memimpin perusahaan milik pemerintah Kabupaten Alor ini.


Beberapa sumber terpercaya di Sekretariat Kabupaten Alor menyebutkan bahwa terdapat tarik menarik kepentingan elite menggolkan jagonya masing-masing untuk memimpin PDMH Kalabahi yang ditinggal almarhum Marvin Malaimakoni satu tahun silam.
Ada elite daerah ini yang menginkan agar perusahaan daerah itu dipimpin Benyamin Tubatonu karena dinilai lebih energik, gesit dan memiliki latar belakang sebagai sarjana ekonomi sehingga bila dipercayakan memimpin perusahaan milik pemerintah itu maka mampu mengantarkan profit dan pelayanan yang lebih prima bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap PDMH.
Tetapi senioritas Singa Muda Illu dan kapabilitasnya tidak bisa diremehkan begitu saja oleh lima calon dewan direksi lainnya.
Mantan Kepala Badan Infokom Kabupaten Alor di era kepemimpinan Ir. Ansgerius Takalapeta ini dinilai sebagian besar kalangan sebagai sosok yang paling pantas memimpin PDMH Kalabahi karena selain memiliki kematangan dalam mengelola perusahaan, latar belakang sebagai sarjana ekonomi, ayah lima putra ini dikenal tidak pernah cacat selama berkarya membangun daerah ini sebagai PNS. Apalagi Illu pernah ikut menggumuli maju mundurnya perusahaan itu ketika ia dipercayakan memimpin Bagian Administrasi Ekonomi Sekretariat Kabupaten Alor yang dikenal sebagai mitra sejajar PDMH.
Latar belakang para calon dewan direksi yang mengikuti fit and prover test juga menjadi pertimbangan panitia seleksi untuk menentukan siapa diantara mereka yang paling pantas untuk mengarsitek perusahaan daerah itu empat tahun mendatang. Apalagi, perusahaan daerah yang satu ini ibarat seorang pasien yang sedang sakit akut-terbaring lemas dan tidak berdaya sama sekali.
Singa Muda Illu juga diikenal di kalangan staf di beberapa instansi yang pernah ia pimpin sebagai seorang bapak yang tidak membeda-bedakan staf dari keaneka ragaman entitas yang ada di daerah ini. Ia juga merupakan seorang mantan birokrasi yang paling ngotot dalam hal penegakan disiplin.
Ini kira-kira kelebihan yang memantik panitia seleksi untuk cendrung memutuskan putra Mali’ang ini sebagai Direktur Utama PDMH Kalabahi.
Tetapi jangan remehkan tiga calon dewan direksi lainnya. Allfons Gorang, Stef Giri dan Ahmad Gunawan yang masih aktif berbakti di PDMH saat ini dianggap sebagai profil figure yang layak untuk memimpin PDMH. Pengalaman-pengalaman mereka sebagai karyawan PDMH selama ini bisa dijadikan sebagai guru untuk mengantarkan perusahaan itu ke prospek yang lebih menjanjikan jika kelak dipercayakan menjadi dewan direksi.
Lalu bagaimana dengan calon dewan direksi yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Alor hasil Pemilu 2004 dari Partai Patriot Pancasila, Senior Panduwal. Meski disebut-sebut sebagai salah satu mantan anggota dewan yang ikut mengantarkan PDMH diambang kebangkrutan tetapi itu bukan alasan baginya untuk mengurungkan niat bertarung merebut posisi puncak di perusahaan milik pemerintah Kabupaten Alor itu.
Senior Panduwal diduga belum menyetor atau melunasi tunggakan motor shogun yang dimilikinya saat aktif menjadi anggota dewan sehingga menambah daftar hutang perusahaan juga tanpa tanggung-tanggung mengikuti seleksi calon dewan direksi dari tahapan awal hingga tahapan fit and prover test.
Meski masih bermasalah dengan PDMH, tetapi pengalaman sebagai pengusaha dan jam terbangnya sebagai anggota DPRD lima tahun silam mengharuskan panitia seleksi harus kali bagi dengan calon dewan direksi lainnya.
Sebagaimana yang disaksikan media ini, Kamis (12/08) silam tim seleksi yang terdiri dari Sri Inang Ananda Enga (Mantan Kepala Bagian Ekonomi Setkab Alor), Drs. Urbanus Bella (Kadis PKAD), IR. Imanuel Laukamang, M.Si (Kepala Bagian Ekonomi), Melkson Bery, SH, M.Si, Imanuel Djobo, Paulus Malaikosa melakukan uji kepatutan dan kelayakan enam calon dewan direksi PDMH yang dipusatkan di lantai dasar Kantor Bupati Alor.
Jika calon dewan direksi PDMH terdiri dari enam calon maka lain dengan PDAM. Calon Direktur PDAM yang mengikuti seleksi hingga batas waktu terakhir hanya dua calon yakni Agus Prayitno (pelaksana tugas Direktur PDAM saat ini) dan salah seorang konsultan yang selama ini mengemban tugas di Kalabahi, Frit D. Malaikosa, A.Md.
Dua calon direktur PDAM ini juga sudah merampungkan semua tahapan seleksi sehingga hanya menyisahkan pengumuman hasil seleksi.
Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Sekretariat Kabupaten Alor, Imanuel Laukamang, M.Si sebagai pihak yang memfasilitasi seleksi dewan direksi PDMH Kalabahi kepada Ombay News di Kalabahi mengatakan, pihaknya sudah melakukan seleksi hingga pelaksanaan fid and Prover Test terhadap enam calon dewan direksi PDMH.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama ini pihaknya akan mengundang panitia seleksi untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua bahan seleksi. Hasilnya akan diserahkan kepada Bupati Alor dalam waktu dekat sehingga diharapkan dalam bulan ini PDMH sudah dikelola oleh dewan direksi yang baru.
Kalau tidak ada halangan Bupati Alor, dewan direksi yang disaring melalui hasil seleksi selama ini akan diresmikan dalam bulan ini, kata Laukamang. +++ joka

Turis Prancis Kagumi Daya Tarik Wisata Alor

Kalabahi ON-Daya Tarik Wisata di beberapa titik di Kabupaten Alor menyimpan keindahan mempesona dan alami. Keindahan ini memantik Alor sebagai salah satu daerah tujuan wisatawan dunia di Bumi Flobamora.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Alor belum lama ini dua turis asing dari Prancis, Eric dan Frederic mengaku sangat senang menikmati perjalanan wisata selama beberapa hari lamanya berada di Alor.
“Alor itu indah dan mempesona. Daya tarik wistanya sangat alami. Lebih dari pada itu bebas dari berbagai kebisingan sehingga kami menikmatinya dengan nyaman selama berada di Alor,” kata Eric dan Frederic.
Meski beberapa penginapan di Kabupaten Alor masih tergolong sederhana jika dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya di tanah air, tetapi Eric dan Frederic mengaku sangat terbantu dengan ramahnya pelayanan selama berada di penginapan.
Penduduk di beberapa daya tarik wisata yang mereka kunjung juga sangat ramah sehingga membuat pihaknya merasa lebih betah untuk berada di lokasi daya tarik wisata yang mereka kunjung.
Eric dan Frederic kemudian membandingkan dengan daya tarik wisata yang berada di Bali dan beberapa tempat lain di tanah air bahwa Alor dengan daya tarik wisata yang alami, bebas dari kebisingan, penduduk yang ramah, pelayanan di penginapan yang baik dan ramah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pihaknya. “Tidak saja kami yang tahu tetapi beberapa tarik di Alor yang alami serta jauh dari kebisingan ini. Bali dan sangat bising. Ini yang membuat Alor beda dan sangat menarik kami untuk berkunjung,” kata Eric dan Frederic.
Yang menjadi kesulitan selama mereka berada di Kalabahi adalah terang Eric dan Frederic adalah tidak tersedianya pusat informasi tentang sewah menyewah jasa transportasi.
Karena tidak melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Eric dan Frederic juga mengaku kesulitan mengakses beberapa daya tarik wisata karena tidak dapat mengakses melalui peta daya tarik wisata. Padahal hal dalam kaitannya dengan peta daya tarik wisata sudah ada di Dinas Pariwisata.
Saran mereka terhadap fasilitas yang berada di penginapan, kalau dapat dilengkapi dengan kulambu untuk menghindari nyamuk. “memang ada bed cover di penginapan tetapi kalau menutup badan secara keseluruhan juga pasti kepanasan. Bagian kepala tidak ditutup dengan bed cover juga terganggu karena nyamuk yang ngiang di telinga saat isterahat sehingga mengganggu kenyamanan. Karena itu paling pasa kalau tempat tidurnya dipasang kulambu,” pinta Eric dan Frederic. +++ morisweni

Tidak Merata, Distribusi Guru Harus Ditata Ulang




Foto: Situasi Sisa tingkat SMA/SMK/MA di Kalabahi setelah mendengar hasil UN

Labapu ON-Albert N. Ouwpoly, S.Pd, M.AP menegaskan distribusi guru di Kabupaten Alor tidak merata. Karena itu ke depan harus dilakukan penataan ulang.


Penegasan mantan Kepala Bidang Pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor ini disampaikan ketika tampil membawakan materi pada seminar pendidikan yang difasilitasi oleh elemen mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Alor Timur Laut (Permata) dengan para guru di Gereja Ayalon Labapu, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kamis (12/08) silam .
Hadir pada kesempatan itu, Camat ATL Stef Ouwpoly, S.Sos dan 4 pemateri yaitu Albert N. Ouwpoly, S.Pd,M.Ap, Drs. Josafat Kabby, M.Pd, Andernikus Maure, S.Pd, Yusuf Letman.
Menurut Ouwpoly, penempatan guru tidak sesuai dengan kebutuhan akan berdampak pada prosentase kelulusan. Sehubungan dengan kekurangan guru, Pemerintah Kabupaten Alor dalam hal ini Dinas Pendidikan selama tiga tahun terakhir ini mewajibkan para pelamar pekerjaan yang berprofesi sebagai guru untuk mencantumkan nama sekolah tempat mengabdi dalam lamaran, sehingga jika ditempatkan di sekolah tersebut tidak akan merenge-renge untuk meminta pindah ke kota. “Ini sebuah strategi baru yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Alor demi mengantisipasi kekurangan guru di desa-desa,” jelas Albert N. Ouwpoly.
Sedangkan Drs. Josafat Kabby, M.Pd pada kesempatan itu mengatakan, semua orang secara pasti telah mengetahui tentang kemerosotan mutu pendidikan di Kabupaten Alor yang sungguh memprihatinkan karena setiap kali hasil Ujian Nasional (UN) diumumkan.
Terlebih pada tingkat SMP/SMA/SMK/MA hasil ujian nasional beberapa tahun terakhir tidak pernah menunjukan kegembiraa, katanya sembari menambahkan, kondisi ini tidak saja diketahui oleh orang Alor di Kabupaten Alor, tetapi orang Alor yang berada di luar Alor juga mengetahui kemerosotan prosentase lulusan ini.
Meurut Josafat Kabby, mahasiswa dalam wadah organisasi Permata bisa saja merasa terpukul dan malu sebagai orang Alor karena lulusan pada sekolah-sekolah di Kabupaten Alor merosot tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Rasa keprihatinan rupanya menjadi sebab maka lahirlah ide untuk segera kembali ke kampung halaman lalu menanyakan kepada orang-orang yang menurut Permata dipandang mampu memberi jawaban melalui forum diskusi seperti ini.
Dalam pandangannya demikian Kabby, ada yang menilai bahwa kemerosotan mutu pendidikan di Kabupaten Alor ini disebabkan karena siswa tidak mau belajar dan orang tua pun tidak memperhatikan anak-anaknya belajar, ada pula yang menilai bahwa kemerosotan mutu pendidikan di Kabupaten Alor akibat tidak mampunya guru dalam proses belajar mengajar.
Melalui forum Permata, Kabby menghimbau untuk berhenti melemparkan kesalahan dan mari bangkit untuk menata pendidikan di Kabupaten Alor secara baik sesuai harapan kita semua. Untuk meneropang pendidikan di Era Otonomisasi perlu memperhatikan dasar hukum atau peraturan pemerintah Nomor 25/2000 tentang otonomi daerah, undang-undang Nomor 22/1999 tentang pemerintah daerah yang intinya adalah adanya pendelegasian kewenagnan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berubah secara drastis.

Sebagai implementasi dari kedua aturan ini, lanjut Kabby, Pemerintah Kabupaten Alor membangun unit-unit persekolahan baru seiring dengan pemekaran desa dan kecamatan, agar sekolah semakin bertambah banyak dan semakin dekat dijangkau oleh masyarakat.
Hampir setiap kecamatan sudah terdapat SMP, SMA. Ini suatu kemajuan yang patut kita syukuri, terkadang niat baik pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat dihalangi oleh masyarakat itu sendiri, ujar Kabby.
Sedangkan Andernikus Maure, S.Pd mengatakan, para guru harus tetap tinggal ditempat tugas. Maure juga menilai ada guru yang tugas di desa atau kecamatan tetapi tinggal di Kalabahi, ini juga akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Guru setiap hari berbicara pendidikan, bukan berbicara siri pinang,” katanya mengingatkan.
Ketua panitia pelakasana kegiatan Permata, Chris H. Salau saat ditemui media ini mengatakan, kegiatan ini sebenarnya cuma mengisikan waktu di hari libur dengan membuat seminar atau sosialisasi seperti ini.
Kegiatan ini biasa dilaksanakan setiap tahun oleh Permata pada setiap hari libur dengan tujuan untuk membangkitkan dunia pendidikan di Kabupaten Alor agar masa depan pendidikan menjadi lebih cerah dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. +++Joka/Hana

Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Disusun SDM Lokal

Kalabahi ON-Jika pada masa sebelumnya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) disusun oleh konsultan dan kalangan akademi dari kampus luar Alor, maka lain ketika Dinas Pariwisata Kabupaten Alor dipimpin Hopni Bukang, SH. Dalam pandangan Bukang, ketersediaan SDM lokal yang ada juga memiliki kemampuan untuk merampungkan dokumen perencanaan di bidang pariwisata. Itu pasalnya yang mendorong instansi yang diarsiteknya menyusun RIPPDA dengan menggunakan SDM Lokal.

Dikoordinir salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Rahman Sang, S.Sos, M.Si, Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) disusun dengan dukungan ketersediaan SDM lokal yang diakomoodir dari unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dinilai memiliki komptensi untuk penyusunan dokumen perencanaan dan pengembangan pariwisata ini dan sejumlah SDM dari NGO, termasuk media masa.
Karena dokumen perencanaan ini terdiri dari enam bab sehingga, selaku koordinator tim, Rahman Sang membagi ketersediaan SDM yang direkrut dari berbagai elemen ini kedalam enam kelompok. Masing-masing kelompok bertugas menyusun satu bab hingga rampung. Setelah menyusun rancangan di masing-masing bab sesuai penugasan, kelompok mempresentasikan dalam pertemuan yang dihadiri semua anggota tim untuk dilakukan penyempurnaan.
Berkat kerja keras anggota tim penyusun, dokumen RIPPDA akhirnya juga rampung dalam rentang waktu penyusunan selama dua bulan lebih.
Meski sudah rampung disusun tim, tetapi untuk kepentingan penyempurnaan, dokumen ini dipandang perlu untuk dikonsultasikan dengan konsultan yang direkrud dari tenaga yang memiliki kealihan di bidang pariwisata yang sering digunakan tenaganya oleh Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan.
Menurut Rahman Sang, RIPPDA yang sudah rampung dususun tim ini wajib untuk dikonsultasikan dengan konsultan dari pusat agar dokumen ini dapat disesuaikan dengan substansi yang ada dalam rencana induk pengembangan pariwiasata nasional. Artinya demikian Sang, RIPPDA Kabupaten Alor harus juga mengakomodir substansi yang ada dalam rencana induk pengembangan pariwisata nasional.
Setelah mendapat menyempurnaan dari konsultan pusat, jelas Rahman Sang, tim penyusun akan melakukan perbaikan jika ada yang dianggap perlu oleh konsultan. Setelah dilakukan perbaikan barulah disusul dengan publik hearing untuk meminta masukan publik terhadap dokumen RIPPDA yang telah disusun dan disempurnakan.
Setelah meminta tanggapan publik melalui kegiatan publik hearing, dokumen RIPPDA yang ada ini akan diajukan ke DPRD Kabupaten Alor untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Alor.
Menyangkut Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) demikian Sang, pihaknya sedang mempersiapkannya. “Kita sudah punya target bahwa agar pada pertengahan September dokumen RIPPDA untuk 2010-2020 ini sudah ditetapkan kedalam PERDA Kabupaten Alor,” ini Rahman Sang penuh yakin. +++ morisweni

Pelabuhan Kalabahi Dijadikan Tempat Bongkar Peti Kemas

Kupang ON-PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tenau Kupang, NTT, sedang melakukan survey untuk peningkatan kapasitas pelabuhan laut II di Kalabahi Kabupaten Alor sebagai pelabuhan bongkar peti kemas.
   
Manejer Usaha PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tenau, I Ketut Sutirta Rahardja, di Kupang Rabu, mengatakan PT Pelindo III sedang berupaya untuk melakukan pengembangan fasilitas pelabuahan Kalabahi II di Kabupaten Alor agar bisa dijadikan sebagai pelabuhan bongkar peti kemas demi penunjang ekonomi masyarakat di kabupaten tersebut.
   
Namun demikian, kata dia, upaya ini juga harus didukung oleh pemerintah daerah setempat, dengan menyiapkan infrastruktur di darat seperti jalan yang baik untuk memperlancar arus transportasi di darat. Pengembangan fasilitas daninfrastruktur ini perlu agar tidak menyulitkan operasi mobil trailer yang memuat boks kontainer di darat.
   
Dia mengakui, kapasitas dermaga di pelabuhan Kalabahi tersebut masih belum memadai karena pembangunan pelabuhan tersebut awalnya hanya diperuntukkan bagi aktivitas pelabuhan rakyat, sehingga kapasitasnya dibuat secukupnya.
   
"Pelabuhan di Kalabahi ada dua, namun pascagempa beberapa waktu silam, ada sedikit keretakan. Karena itu, Pelindo akan melakukan perbaikan dan penambahan kapasitas di pelabuhan II untuk peti kemas," kata Sutirta Rahardja.
   
Pengembangan pelabuhan II di Kalabahi sangat mendesak, kata dia, karena sejumlah daerah di wilayah Provinsi NTT, telah menjadi target pengiriman barang dari pulau Jawa dan daerah-daerah lain di luar NTT, sehingga harus dijadikan peluang bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor riil demi pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
   
Menurut dia, untuk di NTT telah ada tiga pelabuhan bongkar peti kemas, termasuk di  Kabupaten Sika, di Kabupaten Waingapu.
   
Selain di pelabuhan II Kalabahi, PT Pelindo juga sedang mengembangkan pelabuhan laut di Kabupaten Belu karena pelabuhan tersebut juga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tempat bongkar peti kemas.
   
Dia mengatakan, peningkatan penggunaan peti kemas sebagai sarana untuk pengiriman barang disebabkan karena para pengusaha pemilik barang menilai lebih efektif dan gampang menggunakan sarana itu, termasuk keamanan dan kecepatan pengiriman barang.
   
Dia berharap dengan semakin tinggi animo untuk menggunakan sarana pengiriman melalui peti kemas, ada nilai tambah bagi usaha pengembangan ekonomi masyarakat di NTT.
   
Masyarakat dan pemerintah daerah, kata dia, akan dipacu untuk mengembangkan potensi sumber daya yang ada di daerah untuk dijadikan sumber ekspor ke luar NTT.
   
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi masyarakat di NTT bisa semakin ditingkatkan, demi kemajuan dan kesejahteraannya. "Saya yakin satu waktu kondisi ekonomi masyarakat di NTT akan bertambah baik," kata Sutirta Rahardja.  +++ ant/pk/joka

Tim Sukses Catut Nama Bupati Dalam Tender Proyek



Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally menyalami Kepala Desa Se Kecamatan Pantar Tengah dalam kunjungan kerja pelantikan camat

Kalabahi ON-Nama besar Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally dicatut mantan oknum tim sukses dalam urusan tender proyek. Tengok saja kisah Rasyid Sanga-salah seorang oknum tim sukses SIMPATI di Pemilu Kada Alor Tahun 2008 silam. Sanga mengaku dipanggil pulang bupati dari Jakarta karena proses tender di Dinas Pekerjaan Umum sudah dimulai. Tetapi mengapa panitia menggugurkan perusahaan milik Rasyid Sanga?

Celakanya meski mengaku dipanggil untuk segera pulang dari Jakarta oleh Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally karena proses tender di Dinas Pekerjaan Umum sudah dimulai tetapi Rasyid Sanga melalui perusahaannya dinyatakan gugur oleh panitia tender proyek bidang pengairan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor.
Panitia tender yang dipimpin Bernadus Boling Sang, ST itu menggugurkan perusahaan milik Rasyid Sanga dalam tender proyek abrasi kali kiki lai tanpa memandang apakah yang bersangkutan tim sukses SIMPATI atau tidak.
Kecewa berat dengan keputusan panitia yang menggugurkan perusahaannya dalam tender proyek abrasi kali kiki lai, Rasyit Sanga mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Selasa (27/07) silam sekitar pukul 09.40 wita.
Kedatangan Sanga kala itu bertepatan dengan kerja panitia tender yang meminta klarfikasi dokumen penawaran terhadap perusahaan yang dinyatakan lolos seleksi pada tahapan berikut.
Disaksikan Direktur CV Blakita Joseph Lamma, Direktur CV Galiawa Sigus Boling, Amon OUW (PNS Dinas Pekerjaan Umum), Rasyid Sanga yang mengenakan jas warna gelap Nampak marah-marah dengan keputusan panitia yang menggugurkan perusahaannya pada tahapan awal melakukan seleksi.
Dengan nada setengah tinggi Rasyid Sanga mengatakan, “kalau paket abrasi kali kikilai itu orang lain yang menang, saya akan blokir dan suruh dia pigi kerja di tempat lain”.
Rasyid Sanga kemudian mengisahkan bahwa pada saat ia berada di Jakarta, Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally memerintahkan agar ia segera kembali ke Kalabahi karena proses tender di Dinas Pekerjaan Umum sudah dimulai. Sampai di Kalabahi saya masih telpon bupati bahwa saya yang harus kerja abrasi kali kikilai, kata Rasyid Sanga yang kala itu disaksikan Joseph Lamma, Amon Ouw dan beberapa pengusaha lokal lainnya.
Tetapi Rasyid Sanga dinyatakan gugur oleh panitia sebelum masuk dalam tahapan klarifikasi dokumen.
“ho …… jadi kamu panitia kerjanya begini. Koq bupati tipu panitia, panitia tipu saya begini,” kata Rasyid Sanga seadanya.
Mendengar pernyataan ini, secara spontan Amon Ouw-salah seorang PNS di Dinas Pekerjaan Umum mengatakan kepada Rasyid Sanga, “Bapa, kalau bisa na tahun depan kasih tahu ko proyek dibagi-bagi saja (tanpa tender),”.
Pernyataan Amon Ouw ini bisa saja beralasan, kalau dapat agar panitia tidak tipu Rasyid Sanga yang tidak lain adalah mantan tim sukses SIMPATI (sandi gaul) Bupati dan Wakil Bupati Alor yang berkuasa saat ini.
Saking kesalnya Rasyid Sanga menegaskan, dulu saya dukung Amon Djobo baik. “Duluh saya dukung Amon Djobo baik,” kata Sanga sambil meninggalkan teras depan sekretariat Panitia Tender Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor.
Dalam perjalanan meninggalkan teras kantor itu, Rasyid Sanga menanyakan, dimana Nazir (sesama anggota tim sukses SIMPATI), nyali kecil. Salah seorang rekanan lokal, Joseph Lamma kemudian meladeni Rasyid Sanga dan mengatakan bahwa Nazir sudah ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Alor untuk mengecek pengumuman tender di instansi pemerintah itu.
Rasyid Sanga kemudian menjawab pengakuan Joseph Lamma dengan mengatakan bahwa “saya sudah tender di semua tempat tetapi tidak menang. Kalau di Dinas Kesehatan juga tender tidak menang. Saya minta pulang saya punya uang,”.
Sayangnya, Rasyid Sanga tidak merinci apa pernyataan yang ia maksudkan karena setelah mengemukakan pernyataan yang kontra versi ini ia langsung meninggalkan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor. +++ moris weni

Mengapa Ada Anggota Baperjakat Tidak Teken Usulan Eselon II?

Kalabahi ON-Untuk kedua kalinya Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally dan Wakilnya Drs. Haji Jusran Mohammad Tahir merencanakan mutasi jabatan eselon II. 50-an calon pejabat eselon II sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk ditempatkan di eselon strategis ini. Ditengah hiruk pikuk rencana mutasi ini terbesik kabar bahwa salah seorang anggota Baperjakat Drs. Singsigus Pulingmahi menolak menanda tangani hasil kerja Baperjakat.

Belum ada kabar resmi menganai apa gerangan yang memaksa Asisten III ini enggan menekan hasil kerja Baperjakat tetapi bukan menjadi rahasia umum lagi kalau mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor ini menolak menekan hasil kerja tim Baperjakat yang dipimpin Sekretaris Kabupaten Alor Drs. Seprianus Datemoly.
Penolakan Pulingmahi untuk menekan hasil kerja Baperjakat ini diduga kuat dipicu oleh kuatnya campur tangan tim diluar Baperjakat dalam mengintervensi Baperjakat dalam menentukan pejabat tertentu di jabatan strategis.
Tetapi Sekretaris Kabupaten Alor Drs. Seprianus Datemoly selaku Ketua Baperjakat membantah rumor bahwa Pulingmahi menolak meneken hasil kerja tim Baperjakat yang diarsiteknya. “Kalau ada yang tidak tanda tangan itu karena tidak berada di tempat. Bukan menolak hasil kerja Baperjakat. Tetapi kalau lebih banyak yang tanda tangan hasil kerja Baperjakat maka dianggap syah,” katanya.
Yang menarik, ada pejabat tertentu misalnya Thobias Lapenangga juga ikut dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon II. Padahal, yang bersangkutan selain tersandung masalah pegang paha yang hasil pemeriksaan Irda belum juga dieksekusi Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally juga Lapenangga tinggal menghitung hari saja untuk memasuki masa pensiun pegawai negeri. Lapenangga yang saat ini menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum sedang menjalani masa persiapan pensiun ((MPP).
Banyak kalangan yang memprediksi bahwa upaya mempercepat usulan calon pejabat eselon II ke Propinsi NTT adalah merupakan salah satu cara agar sebelum memasuki masa pensiun pada September 2010, Thobias Lapenangga yang dikenal publik daerah ini sebagai salah satu tim sukses inti pasangan yang berkuasa saat ini di Pemilu Kada Alor tahun 2008 sudah berada di pos eselon II. Dengan begitu ia bisa diperpanjang di jabatan itu satu tahun Iagi meski memasuki usia pensiun penuh. Karena sebagaimana lasimnya yang terjadi di daerah ini, pejabat eselon II yang sudah resmi memasuki masa usia pensiun dapat diperpanjang dalam jabatan yang sedang diemban.
Meski demikian tetapi Datemoly mengaku hasil kerja Baperjakat tentang rencana mutasi jabatan Eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten Alor sudah disampaikan ke Baperjakat Propinsi NTT.
Dia mengaku Thobias Lapenangga, ST yang saat ini mendukui jabatan pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum ikut diusulkan ke Eselon II. Padahal, tinggal satu bulan saja Lapenangga resmi memasuki masa pensiun penuh.
Menurut Datemoly, tidak semua jabatan eselon II dilakukan pergantian tetapi pengisian jabatan eselon II yang kosong dalam rencana mutasi jabatan eselon II ini ikut mempengaruhi jabatan lainnya.
Datemoly juga membantah keras adanya tudingan bahwa Baperjakat dalam rencana mutasi jabatan eselon II kali ini hanya mencari calon pendamping saja, sedangkan calon jadi untuk pos baru di jabatan eselon II yang hendak dilakukan kali ini sudah turun dari atas.
Meski begitu, Datemoly mengaku, ada kepentingan politik dan kepentingan pengembangan karir dalam rencana mutasi jabatan seperti ini. “Dua kepentingan ini harus dikolaborasi. Ini yang kadang membuat dilemma, bagaimana menggabungkan dua kepentingan yang berbeda ini,”.
Tetapi terang Datemoly, pihaknya selalu mengedepankan aturan dalam menempatkan pejabat di jabatan strategis ini. “silahkan Bupati tentukan tetapi Baperjakat tetap pakkai aturan. Kalau masuk ya oke. Kalau tidak masuk ya Baperjakat akan berikan perimbangan kepada bupati,” katanya. +++ morisweni

Polisi “Rampas” Cendana Dari Rumah Warga




Foto, Kasat Reskrim Iptu Anthonius Mengga


Kalabahi ON-Tim Buser Reskrim Polres Alor "merampas" setumpuk kayu cendana dari rumah Eko Hamid di wilayah Sawah Lama, Kalabahi, Kamis (29/7/2010) sore. Kayu-kayu itu dibawa ke Mapolres Alor untuk diamankan dan pemilik rumah, Eko Hamid dimintai keterangannya. Aia malah mengatakan itu kayu api.

Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Anthonius Mengga melalui KBO Reskrim, Aiptu John Sidodore mengatakan, kayu cendana itu diamankan berdasarkan laporan masyarakat.

Kayu dan pemilik rumah, Eko Hamid, katanya, dibawa ke Mapolres Alor untuk diperiksa.

"Tumpukan kayu cendana ini penuh 1 bak mobil panser. Tetapi jumlahnya belum dihitung pasti," katanya.

Sidodore mengatakan, kayu cendana merupakan salah spesies tanaman yang dilindungi sehingga proses pengambilannya harus ada izinnya.

"Keterangan sementara dari pemilik rumah, katanya dia mau jadikan kayu api. Kayu tersebut katanya diantar dari Mataru," ungkap Sidodore.

Dia mengatakan, polisi akan tetap mengusut siapa pemilik kayu cendana tersebut dan darimana asal- usulnya.

Menurut pengamatannya, potongan kayu-kayu cendana itu belum terlalu kering. Semua dipotong rapi dalam ukuran rata-rata satu meter. "Kayu masih mentah dan potongan rapih demikian, apa mau dijadikan kayu api? Kita biasa gunakan kayu api, yaitu kayu kusambi atau kayu putih yang sudah kering. Tetapi kita hormati  keterangan pemilik rumah itu. Polisi akan usut," tandas Sidodore.

Dia mengatakan, bukan tidak mungkin selama ini ada jaringan bisnis ilegal kayu cendana.

"Penyidik masih usut. Jika ditemukan ada jaringan bisnis ilegal, maka kita bongkar tuntas sindikatnya untuk mengamankan tanaman yang dilindungi," tandasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Penataan Hutan pada Dinas Kehutanan Kabupaten Alor, John Kewutung, S.Hut mengatakan, jika kayu cendana ditebang secara illegal atau tanpa dokumen lengkap, maka pelakunya bisa dikenakan sanksi yang diatur dalam Undang-Undang  (UU) No. 41 tahun 2009 tentang Kehutanan atau Peraturan Daerah (Perda) Propinsi NTT No. 18 tahun 2010 tentang Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dan non Kayu.

Menurut Kewutung, jika cendana diambil dari lahan masyarakat, maka pelakunya sijerat dengan  Perda. Tetapi jika diambil dari dalam kawasan hutan, maka pelaku dijerat dengan UU 41/2009 tersebut. "UU ini ancaman pidananya lima tahun penjara," tandas Kewutung.

Kalaupun cendana diambil dari lahan masyarakat, tambahnya, itu pun harus ada surat keterangan dari kepala desa.

Kasus ini, katanya, membuat Dishut lebih waspada dalam pengamanan hutan. Sebab, ada informasi bahwa sejumlah pohon cendana di kawasan Hutal Omtel, hilang dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Nanti kami lihat kondisi kayu yang ada. Dari bentuknya, kita bisa mengetahui usia kayu. Di Alor ini, pemerintah kembangkan kayu cendana seperti di kawasan Omtel sudah 20 tahun lebih. Di masyarakat juga ada, tetapi baru mulai kembangkan tahun 2000 ke atas. Jadi usianya bisa dihitung," katanya. +++ PK/MW

Mestinya BKN Pending Pengangkatan Imang Kamis

Kalabahi ON-Ini sikap Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Drs. Seprianus Datemoly terhadap Baharudin Imang Kamis, ST yang tiba-tiba menjadi PNS. Datemoly menegaskan bahwa mestinya Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus pending setelah mendapatkan usulan dari pemerintah Kabupaten Alor. Pasalnya, yang bersangkutan sejak dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPPNS) Formasi Tahun 2005 tidak mengemban tugas sebagaimana lulusan lainnya hingga akhir tahun 2009.


Datemoly mengaku pernah mempertanyakan status mantan tahanan Polres Alor itu kepada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Alor. Sayang, Bahrudin Imang Kamis datang dengan rekomendasi Pengadilan Negeri Kalabahi. Tetapi karena ada rekomendasi dari Pengadilan Negeri sehingga pemerintah Kabupaten Alor memfasilitasi.
“Kita hanya jembati surat dari pengadilan negeri kalabahi. Surat itu sebagai masukan bagi BKN,” katanya.
Kepada pers di Ruang Kerjanya belum lama ini Datemoly menegaskan, biarkan sorotan publik terhadap Bahrudin Imang Kamis ini diungkapkan oleh media sehingga pihaknya akan mencari tahu atau menelusuri persoalan ini secara dengan benar.
Datemoly yang tinggal menghitung hari untuk memasuki masa usia pensiun ini nanpak heran ketika dikonfirmasi wartawan di Ruang Kerjanya karena dalam pengamatannya, Bahrudin Imang Kamis sejak dinyatakan lulus testing pada tahun 2005 hingga tahun 2009 tidak melaksanakan tugas sebagai mana yang dilakukan lulusan seleksi CPNS untuk formasi tahun 2005.
Secara terpisah Panitra Pengadilan Negeri Kalabahi Lukas Manimabi pada pers mengaku bahwa pihaknya memang benar menyurati pemerintah Kabupaten Alor setelah mendapatkan keputusan MA soal kasus yang melilit Bahrudin Imang Kamis, ST.
Tetapi isi surat yang disampaikan Pengadilan Negeri Kalabahi itu tidak dirinci Manimabi. Kepada pers Manimabi berjanji untuk mencari arsip surat dimaksud baru akan disampaikan secara terbuka kepada media seperti apa isi surat yang sebenarnya.
Menanggapi polemic tentang status Imang Kamis ini, salah seorang praktisi hukum di Pengadilan Negeri Kalabahi Yusak Tausbele, SH mengatakan, Pengadilan Negeri Kalabahi tidak memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi dalam rangka memperjuangkan pengangkatan seseorang menjadi CPNS atau PNS.
Alasannya terang Yusak, pengadilan negeri bukan atasan yang bersangkutan. Yusak juga mempertanyakan seperti apa bunyi surat rekomendasi yang disampaikan pengadilan negeri Kalabahi itu. “Pengadilan Negeri Kalabahi bukan lembaga yang berwewenang mengurus administrasi kepegawaian. Pengadilan Negeri Kalabahi bukan Bupati Alor selaku Pembina kepegawaian,” katanya.
Yusak malah mempertanyakan apa hubungan antara Pengadilan Negeri Kalabahi dengan Bahrudin Imang Kamis.
Hubungan itu antara atasan dan bawahan atau hubungan dalam bentuk yang lain. Apakah Pengadilan Negeri Kalabahi memiliki kapasitas untuk memberikan rekomendasi kepada seseorang yang belum diproses administrasinya menjadi CCPPNS untuk selanjutnya diangkat menjadi PNS, timpal Yusak bertanya.
“Kalau benar Pengadilan Negeri Kalabahi memberikan rekomendasi. +++ morisweni

“Sepuluh Hukum” DPRD Untuk Pemkab Alor


Rudi Irwanto: Disclymer Bukan Menolak Laporan Keuangan

Foto Kepala BPK RI Perwakilan NTT Rudi Irwanto sedang berjabatan tangan dengan Anggota DPRD Alor .

Menyikapi Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Alor yang dinyatakan disclaimer (tidak berpendapat) oleh BPK RI. DPRD Alor menggelar sidang paripurna Kepala BPK RI Perwakilan NTT Rudi Irwanto, H.S, SE, A. Md, MBA, CFE, paripurna yang digelar tanggal 19-20 Juli 2010 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Alor Dominggus M Malaka, SH didampingi Wakil Ketua James Takalpeta dan Deny Lalitan
Dalam penjelasannya Rudy Irwanto memberikan apresiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor karena satu-satunya DPRD di NTT yang menggelar Rapat Paripurna meminta penjelasan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah. Menurut Iriyanto DPRD telah menggunakan haknya dengan baik sesuai dengan amanat Undang-Undang yakni pasal 21 UU No.15 Tahun 2004 tetang Pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Negara. Menurut Rudi Irwanto, dalam pemeriksaan laporan Keuangan BPK RI menggunakan empat kriteria yakni; apakah laporan keuangan yang dibuat berdasarkan standar akuntansi pemerintahan, apakah laporankeuangan telah menyajikan informasi yg cukup. Misalnya ada laporan yg dibaca dan menimbulkan pernyaaan, apakah Pemerintah Daerah telah mematuhi peraturan perundang-undangan, apakah Pemerintah Daerah telah melakukan sistem pengendalian intern secara baik? Selama melakukan pemeriksaan dengan melihat empat kriteria tersebut menurut Rudi simplenya (Sederhananya) adalah memberikan opini atau pendapat yakni memberikan opini atau tidak memberikan opini. BPK menurutnya seperti dokter yang mendiagnosa penyakit pasien serta memberikan surat keterangan sehat atau tidak. Pertimbangan yang dilakukan oleh BPK dalam memberikan opini atau pendapat sesuai dengan standar pemeriksaan berdasarkan UU BPK No. 1 Tahun 2007 Tentang Standar Pemeriksaan
Sebelum memberikan opini BPK harus memiliki alasan yang jelas untuk menyatakan pendapat. Ada tiga macam pendapat yang diberikan BPK RI terhadap suatu laporan keuangan yakni; Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kedua Wajar Dengan Pengecualian (WDP)dan ketiga Tidak Wajar (TW). Dalam pemeriksaan kepada Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Alor BPK RI menegaskan tidak pada posisi memberikan pendapat, hakekatnya menurut BPK, setelah melakukan pemeriksaan objek kami tidak mempunyai keyakinan yang mencukupi untuk mengatakan bahwa data ini wajar atau laporan keuangan ini wajar. Kami tidak posisi untuk menolak. Mungkin informasinya kurang, mungkin ada yang cari data belum ketemu.
Namun menurut Irwanto opini tidak selamanya abadi, BPK membuat opini berdasarkan laporan keuangan periode 1 Januari hingga 31 Desember 2009. “ Kami periksa cut off. Jadi laporan keuangan tentu dibuat secara akumulatif seperti soal asset daerah Rp. 653 Milyar lebih pada tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 tunrun menjadi Rp. 500 Milyar berarti ada perubahan saldo awal Tahun 2009 dan saldo akhir Tahun 2008. Jadi memang ada keterkaitan dengan tahun-tahun sebelumnya tetapi tidak ada keterkaitan dengan opini BPK terhadap LHP 2009 karen opini tersebut dibuat periode T.A 2009” ujarnya
BPK RI menurut Irwanto telah bekerja secara maksimal dna profesional, karena BPK juga diawasi dan diperiksa oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh DPR dan BPKP dan juga BPK Belanda jadi kami harus bekerja profesional dan standar internasional.
DPRD Minta Audit Investigasi
Rudy Irwanto menegaskan bahwa langkah yang harus dibuat DPRD adalah melakukan pengawasan dan mendorong pemerintah agar segera melaksanakan rekomendasi yang diberikan BPK sampai pada masa deadline 60 hari yang diberikan BPK yang akan berakhir 2 September 2010 nanti. Kewenangan DPRD ini menurut Irwanto sesuai dengan amanat 15 Tahun 2004 pasal 21 ayat 1 yakni lembaga perwakilan (DPR/DPRD) menindaklnjuti hasil temuan BPK dengan melakukan pengawasan sesuai kewenangannya. DPR/DPRD juga dapat meminta BPK dalam rangka menindaklanjuti hasil temuan dan dapat meminta BPK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada DPRD oleh UU No 15 Tahun 2004, dari Rapat Paripurna dengan BPK RI, DPRD Alor akhirnya membentuk Panitia Kerja (Panja) dan melahirkan sepuluh rekomendasi yakni DPRD Alor merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Alor untuk segera ; 1) Semua SKPD harus membuat Laporan Keuangan sesuai dengan standar Akuntansi Pemerintah , 2) Dinas Pendapatan dan Aset Daerah harus segera melakukan investigasi dan melakukan sinkronisasi seluruh aset-aset daerah baik bergerak maupun tidak bergerak, 3) Pemerintah Daerah harus segera menghentikan kebijakan panjar di luar mekanisme APBD, 4) Pemerintah Daerah segera mempertanggungjawabkan belanja daerah dengan menyertai dokumen pendukung sesuai standar akuntansi yang dipersyaratkan; 5) Pemerintah Daerah harus segera membuat stock opname dan rekonsiliasi terhadap penyediaan barang pada masing-masing SKPD khusunya Dinas Kesehatan dan RSUD Kalabahi; 6) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan dan Kelautan, BPMD, dan Bagian Ekonomi Setda Kab Alor agar segera melakukan inventarisasi dan rekonsiliasi dana bergulir, 7) Segera mengadakan pencatatan yang memadai tentang penyetoran PPh dan PPN terhadap pihak ke tiga, 8) Merekomendasikan kepada Bupati Alor untuk memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan perundang-undangan kepada seluruh SKPD yang ditemukan melakukan pelanggaran, 9) Merekomendasikan kepada Pemda segera menindaklanjuti kepada pihak yudikatif sejumlah pelanggaran terhadap penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dari tahun 2004-2009. 10) Merekomendasikan kepada BPK RI perwakilan NTT untuk melakukaninvestigasidan pemeriksaan lebih lanjut guna mendukung Pemda Alor sebagaimana tersebut dalam poin sembilan. DPRD Alor memibta agar Pemda Alor sungguh melaksanakan rekomendasi tersebut dan segera mempresentasikan pada sidang paripurna berikutnya. Demikian rekomendasi yang diberikan Panja yang ditandatangani oleh Ketua Panja : Deny Lalitan, Sekretaris, Hermanto Djahamouw dan anggota-angota; Marthen Maure, SH, Matias Lily, Kislon Obisuru, S.Sos, Mulyawan Djawa, Naboys Talo,S.Sos, Stefanus Kaminukan, BA, Muhammad L Yusuf, SH, H. Aris Wahyudy, SH dan Permenas Lamma Kolly, SE. +++ walterdatemoly

Kemana Rp.75,1 Milyard itu Mengalir?





Lalitan : Jangan Lempar Tanggungjawab

Foto. Wakil Ketua DPRD. Deny Lalitan

Temuan BPK RI soal aliran dana senilai Rp. 75,1 Miliyar yang tidak jelas pertanggungjawabannya dalam Laporan Keuangan Kabupaten Alor kini menjadi polemik. Dalam LHP BPKI RI terdapat pengeluaran kas untuk panjar Tahun 2007,2008 dan 2009 yang diluar mekanisme APBD masing-masing, Rp. 2.542.460.215,00, Rp. 71.096.862.901,00 dan Rp. 1.524.880.587,00 yang belum dipertangungjawabkan. Benarkah akumulasi panjar tersebut telah di ”korupsi” pemerintah sebelumnya sehingga menjadi biang kerok terjadinya disclymer bagi Laporan Keuangan Pemda Alor?

Kalabahi ON-Penjelasan Pemerintah Kabupaten Alor yang mengatakan bahwa Laporan Keuangan Kabupaten Alor 2009 yang dinyatakan disclaimer oleh BPK RI adalah akibat dari akumulasi panjar tahun sebelumnya patut dipertanyakan setidaknya klaim Pemda Alor ini membuat banyak pihak gerah, salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Alor Deny Lalitan. Menurut Lalitan Pemerintah Kabupaten Alor jangan melempar tanggung jawab soal Laporan Keuangan yang disclaimar. “Apapun yang terjadi saat ini adalah tanggung jawab pemerintah sekarang, karena yang namanya pemerintahan dalam birokrasi adalah pemerintahan berkelanjutan. Yang diperiksa adalah Laporan Keuangan 2009 ” Ujarnya. Lanjut Lalintan jelas dalam memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan didasarkan pada empat kriteria yakni ; kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan pada peraturan perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian internal.
Dari penelusuran media ini ternyata ditemukan aliran dana sebesar Rp. 75, 1 Milyar tersebut telah digunakan sejak tahun 2007 sampai dengan 2009 sudah dipertanggungjawabkan. Namun karena terjadi masa transisi antara penerapan standar akuntansi pemerintah, nasib dana tersebut menjadi terkatung-katung , pemerintah enggan mengkonversikan dana dalam Laporan Keuangan Pemda Alor 2009. Sumber media ini mengungkapkan memang telah terjadi masa transisi antara sistem akuntanis yang lama ke sisten akuntansi yang baru. Dari masa transisi tersebut sistem pertanggungjawaban pencairan dana saati itu masih menggunakan dokumen berupa Surat Perintah Untuk Membayar (SPUM) seharusnya dokumen tersebut dikonversikan ke dalam Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Jika SPUM itu tidak dikonversikan ke dalam SP2D maka BPK RI tidak akan melihat itu sebagai dokumen yang sah untuk dipertanggungjawabkan. “ SPUM harus dimatikan dengan SP2D , karena SP2D itu seperti cek. Jadi jelas ini bukan korupsi, hanya kesengajaan untuk tidak mengkonversikan dokumen saja” Ujar sumber itu.
Nah mengapa pemerintahan Pally-Tahir enggan mengkonversikan dokumen tersebut? Apakah sumber daya manusia pada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah rendah sehingga tidak mampu mengkonversikan dokumen tersebut ataukah memang ada kesengajaan dari permerintah saat ini untuk tidak mengkonversikan dokumen tersebut?
Sementara itu terkait selisih kas daerah senilai Rp. 11 Milyar menurut sumber itu, dana tersebut adalah penerimaan yang belum masuk dalam rekening koran pemerintah di bank, sehingga pemerintah harus jeli mengoreksi dan dengan teliti menelusuri aliran-aliran dana tersebut. Sumber itu kembali mengharapkan agar pemerintah segera memperbaiki laporan keuangannya dan dengan itikadbaik menyelesaikan semua permasalahan keuangan yang ada agar permasalahan tidak melebar pada bias politik dan kecurigaan yang penuh tendensi dengan saling sudut-menyudutkan. +++ wd