Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 13 Desember 2010

Empat Nelayan Pulau Buaya Tewas Setelah Makan Ikan Beracun


+++ Delapan Orang Dilarikan ke RSUD Kalabahi

---- foto, dijaga saudara, salah satu korban terbaring lemas di RSUD Kalabahi


Kalabahi ON-Malang nian nasib empat orang nelayan asal Pulau Buaya, Kecamatan Alor Barat Laut. Mereka tewas diatas perahu motor Masariku di perairan Pulau Lety-Maluku Tenggara, Rabu (27/10) silam akibat makan ikan beracun. Keempat nelayan itu adalah Mulyadin Udin, Hardy Basyir, Marsat Hamid dan Syukur M.

Keempat nelayan yang tewas akibat makan ikan yang mengandung racun ini rata-rata berusia diatas 30 tahun. Sementara delapan warga lainnya dilarikan ke RUSD Kalabahi dan menjalani perwatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD). Mereka adalah Sabar Imran, Abdullah Tonja, Nazrudin Kamis, Abdul Wahid Hasyim, Muhidin Rahkmad dan Udin Amirullah.

Salah seorang nelayan yang sedang di rawat di IRD Kalabahi, Sabar Imran (30) kepada Wartawan, Jumat (29/10/10) menjelaskan, sekitar 10 hari yang lalu, ia bersama 13 nelayan lainnya asal Pulau Buaya menggunakan perahu motor Masariku keluar dari Pulau Buaya menuju perairan Maluku untuk mencari ikan.

Ketika itu demikian Imran, mereka tengah mencari ikan di sekitar perairan laut Wetar, Rabu (27/10/10). Ketika istirahat makan di tengah laut diatas perahu motor tersebut, datanglah musibah keracunan itu.

Menurut Imran, semua mereka (14 orang) diatas perahu tersebut, selain makan nasi, juga makan lauk berupa ikan kuah yang dibuat salah seorang nelayan. Ikan yang dimakan itu ikan racun atau yang disebut warga pulau Buya ikan Pahimarang atau yang dikenal luas dengan nama ikan nangka.

“Ikan itu ikan dasar, bentuknya bulat dan panjang sekitar 30 CM,”ungkap Imran.

Setelah mengkonsumsi ikan tersebut, Imran mengungkapkan, semua mereka mulai merasa lain dalam diri. “Setelah makan ikan itu, bibir kami terasa bengkak, badan terasa ringan, kemudian pusing-pusing, akhirnya lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Imran.

Imran mengatakan, keracunan ikan itu membuat empat orang rekan mereka tidak bertahan lama. Mereka langsung meninggal dunia diatas perahu. Sementara delapan orang lainnya, dalam kondisi lemas dan kritis. Untung saja, kata Imran, dua orang lainnya, Jukiri (20) dan Jomani (14) masih kuat kondisinya , sehingga keduannya yang mengemudikan perahu tersebut pulang ke Pulau Buaya.

“Kita tiba di kampung, (Pulau Buaya), Kamis (28/10/10) malam, langsung menurunkan empat jenasah - rekan kami yang telah meninggal. Selannjutnya, kami diantar keluarga ke RSUD Kalabahi untuk dirawat,” tandas Imran sambil menambahkan, empat kawan mereka yang meninggal telah dimakamkan di Pulau Buaya, Jumat (29/10/10) pukul 07.00 wita.

Dijelaskan Imran, ikan yang mereka makan tersebut bukan barang baru bagi mereka, sebab ikan tersebut biasa dikonsumsi setiap kali mereka melaut. “Kali ini baru kami keracunan, mungkin saat membersihkan ikan tersebut untuk dimasak, racunnya tidak dibersihkan betul. Racun ikan itu biasanya ada di gergantongnya atau sebuah urat disekitar punggung ikan,” kata Imran.

Imran menambahkan, pagi saat mereka dibawa ke RSUD Kalabahi kondisinya cukup berat, namun setelah mendapat penangan medis, kondisinya mulai berangsur normal.

Seperti yang disaksikan media ini, delapan warga Pulau Buaya yang tengah dirawat di RSUD Kalabahi semuanya diberi cairan infus. Mereka juga diberikan susu kental, susu cap nona oleh keluarga yang menjaga. Kondisi mereka yang lemas berangsur pulih, meski kulit wajah mereka masih tampak kemerahan.

Dokter Julia yang bertugas di IRD RSUD Kalabahi, Jumat (29/10/10) menjelaskan, pasien keracunan ikan yang diantar ke IRD RSUD Kalabahi, awalnya enam orang yakni sekitar pukul 05.00 wita. Beberapa waktu setelah itu atau sekitar pukul 07.00.wita, dua lainnya diantar oleh keluarga. Mereka yang datang ini, kata Julia dalam kondisi cukup berat, namun tenaga medis langsung melakukan penanganan secara cepat, sehingga kondisi mereka berangsur pulih. ”Awal mereka masuk IRD, kondisinya lemah tetapi alat-alat vital mereka, seperti urat nadi, tekanan darah dan nafas dalam keadaan normal. Medis langsung memberikan infus untuk mengatasi keracunan yang mereka alami,” tandas Julia.

Julia mengatakan, pasien keracunan ini tetap dalam perawatan. Mereka belum diizinkan pulang. Nanti setelah kondisinya benar-benar pulih baru bisa meninggalkan RSUD .

Julia menyampakan tips kepada masyarakat jika mengalami keracunan untuk mendapat pertolongan. Julia menyebutkan, saat merasa mengalami keracunan, diusahakan muntah keluar makan yang ada, selanjutnya minum susu kental warna putih. Jika telah muntah harus banyak minum air untuk menghindari kekurangan cairan, dan cepat di bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit. +++pk/ote

Ganggu Lahan Usaha, Pengojek Protes Truk Pemkab

Moru ON-Kurang lebih 50 orang tukang ojek di Kecamata Alor Barat Daya (ABAD) mendatangi kantor Camat Alor Barat Daya (ABAD) di Moru, Jumat (5/11/10). Kedatangan para pengojek di kantor pemertintah itu untuk melayangkan protes terhadap trukc pengangkut komoditi rakyat milik pemerintah Kabupaten Alor yang dibelokan pemanfaatannya menjadi angkutan penumpang.

Camat Alor Barat Daya, Jhohn Mohing, SH yang ditemui di Moru mengatakan, aksi damai para tukang ojek itu dipimpin koordinator ojek Kecamatan Alor Barat Daya, Edwison Loban.
Para tukang ojek jelas Mohing, mengeluhkan beroperasinya truk bantuan Pemerintah Kabupaten Alor yang dikelola pihak kecamatan. Truk itu memuat penumpang yang mengangkut hasil bumi untuk dijual ke pasar.
Menurut para tukang ojek, penumpang dengan barang bawaan yang tidak terlalu banyak tidak perlu diangkut oleh truk, sebab bisa diantar tukang ojek. Para tukang ojek mengeluh karena penghasilan mereka menurun setelah truk Pemerintah Kabupaten Alor itu beroperasi.
”Mereka mengaku pendapatan mereka menurun dan harus membayar kredit motor di dealer, selain menafkahi keluarga. Saya dialog dengan mereka yang diwakili beberapa orang perwakilan ojek,” katanya.
Sebagaimana yang disaksikan media ini menyebutkan, para pengojek dari berbagai desa di wilayah itu meminta Pemerintah Kecamatan Abad untuk segera menertibkan jadwal operasi angkutan truk pengangkut komoditi. Selanjutnya dalam tatap muka dengan Camat ABAD para pengojek juga menyampaikan berbagai aspirasi sejak hadirnya truk pengangkut komoditi di wilayah itu.
Mereka mengatakan bahwa, bantuan Pemerintah Kabupaten Alor berupa satu unit truk pengangkut komoditi ternyata realisasi di lapangan lain. “Truk tersebut ternyata bukan hanya mengangkut hasil komoditi dari daerah penghasil komoditi menuju pasar, tapi disisi lain truk juga mengangkut penumpang. Kami minta pemerintah kecamatan agar segera menertibkan truk pengangkut komoditi pada saat beroperasi,” pinta salah seorang pengojek. Lazarus Klakik dan Jonatan Malelape warga Kecamatan ABAD yang berprofesi sebagai tukang ojek saat ditemui media ini mengaku, kalau disaat truk beroperasi dari kecamatan ke pedesaan maka penumpang tidak akan menumpang ojek. Mereka juga mengaku, kalau ojek di wilayah itu hampir rata-rata sepeda motor kreditan. “Bagaimana mereka dapatkan uang untuk bayar dealer setiap bulan, apalagi yang sudah berkeluarga. Truk begini besar, dia kalau jalan penumpang semua dia ambil, katakanlah dari Moru ke Hopter penumpang akan tunggu truk itu kembali dan penumpang. Mereka tidak akan numpang ojek memang” tandas Jonatan Malelape.
Kedatangan para pengojek di Kantor Camat ABAD itu tidak diketahui staf kantor pemertintah itu. Nampak para staf Kecamatan Abad saat itu sedang beraktifitas di kantor. Apalagi perhimpunan ojek ABAD tidak memiliki surat izin dari pihak kepolisian dan tidak ada surat pemberitahuan ke kecamatan.
Camat ABAD John I. Mohing, SH menghimbau kepada para ojek bahwa truk bantuan Pemkab Alor ini juga milik kita bersama dan sama-sama melayani masyarakat. Untuk itu, mari dan kita sama-sama melayani masyarakat sesuai dengan hasil kesepakatan kita hari ini.
Dalam pertemuan dengan pemerintah kecamatan yang dihadiri Camat Abad John I. Mohing, SH, Sekretaris Kecamatan Syafyuddin A.I. Djawa, SH, Danposramil Paulo FMA Guterres, Kapolsek IPDA Yofie serta koordinator perhimpunan ojek wilayah Kecamatan Abad Ediswan Loban disepakati, truk lintas Kecamatan ABAD agar tetap memberikan ruang bagi tukang ojek se-wilayah Kecamatan ABAD untuk mencari rejeki pada hari-hari pasar (sesuai jadwal operasi) setelah truk mengantar penumpang ke pasar. Selanjutnya truk hanya boleh mengantar kembali penumpang setelah selesai aktifitas pasar, kecuali pada saat yang bersamaan truk akan melayani penumpang dalam jumlah banyak dengan sistim sewa pakai. Pada saat penerimaan bantuan pemerintah (PKH,BBM) truk boleh melayani setelah jadwal pelayanan tetap, Hari Rabu dan Minggu truk tidak boleh melayani pemumpang kecuali disewa pakai. Pelayanan beras raskin sesuai permintaan Kepala Desa. Hasil kesepakatan ini ditanda tagani oleh Camat ABAD, Jhon Mohing,SH dan Koordinator Ojek, Ediswan Loban.+++ johnkanarmaih

Dana Bantuan Sosial 2009 Diserahkan ke KPK


Foto, usai memberi keterangan Ir. Ans Takalapeta pose bersama dengan sejumlah pansus hak angket bansos

Kalabahi ON-Meski satu rupiah pun yang tidak masuk ke kantong pribadinya, Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally dipaksa DPRD sebagai mitranya untuk berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi apa lacur, ini resiko yang harus ia terima sebagai Bupati Alor saat ini. Sebagai penegak hukum yang profesional, KPK tidak sembarangan menerima laporan dewan begitu saja, apalagi laporan itu hanya berdasarkan asumsi dewan. Hasil pemeriksaan BPK RI yang memutuskan tidak ditemukannya unsur kerugian negara sudah barang tentu menjadi dasar bagi KPK untuk menyikapi pengaduan DPRD Alor yang hanya berdasarkan asumsi.

BPK RI Perwakilan NTT dalam hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemerintah Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2009 mengatakan tidak memberikan pendapat atau disclaimer of opinion karena laporan keuangan yang disajikan tidak memenuhi standar baku sistim akuntasi pemerintahan.
Pada pos belanja bantuan sosial yang dialokasikan dalam APBD Alor Tahun Anggaran 2009, BPK RI Perwakilan NTT merekomendasikan agar pemerintah Kabupaten Alor segera menyusun Peraturan Bupati Alor yang secara khusus mengatur tentang belanja bantuan sosial.
Tidak ada unsur kerugian negara dalam pengelolaan belanja bantuan sosial sebagaimana hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan NTT yang telah disampaikan kepada pemerintah dan DPRD Alor.
Tetapi mayoritas anggota DPRD Alor meneriakan digunakannya hak angket untuk melakukan penyelidikan belanja bantuan sosial berdasarkan asumsi mereka.
Setelah 60 hari bekerja, DPRD Alor akhirnya setuju untuk menggiring pengelolaan belanja bantuan sosial Tahun Anggaran 2009 ke KPK untuk dilakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlakju.
Semua fraksi di DPRD Kabupaten Alor berbulat tekat menyudahi polemik belanja bantuan sosial yang dikelola pemerintah dari APBD Tahun Anggaran 2009 melalui jalur hukum.
Empat dari lima fraksi di DPRD Alor merekomendasikan agar hasil penyelidikan Pansus Angket dana bantuan socsial Tahun 2009 dilaporkan ke Komisi pemeberantasan Korupsi (KPK).
Empat fraksi itu antara lain Fraksi Demokrat, PDIP, Gabungan Alor Bersatu dan Fraksi Pro Rakyat. Sementara Fraksi Partai Golkar menyatakan hasil kerja pansus diserahkan kepada pejabat penegak hukum untuk diproses.
Sikap mayoritas fraksi di DPRD Alor untuk merekomendasikan kasus dana bansos ke KPK ini disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian hasil kerja penyelidikan Pansus Hak Angket DPRD terhadap pengelolaan dana Bansos 2009 di ruang sidang utamma DPRD Alor, Jumat (5/11/2010) silam.
Rapat itu dipimpin Ketua DPRD Alor, Markus Dominggus Mallaka, SH didampingi dua wakil ketua yakni James Takalapeta, SH dan Deny Lalitan. Hadir 22 anggota dari 25 anggota DPRD Alor. Rapat paripurna diagendakan pukul 16.00 Wita namun molor sampai pukul 21.00 Wita akibat beberapa alasan teknis.
Rapat dibuka Ketua DPRD Alor, Dominggus Mallaka. Agenda pertama laporan penyampaian hasil kerja Pansus Angket DPRD Alor selama 60 hari yang dibacakan juru bicara pansus, Hermanto Djahamou.
Fraksi Demokrat dalam pendapat fraksi yang di tandatangani Ketua Fraksi, Stefanus Kaminukan, BA dan Sekretaris Nabois Tallo, S.Sos mengatakan, dari tahapan sidang pansus, ada indikasi realisasi dana bansos itu menyimpang. Sesuai amanat Permendagri, pemberian dana bansos harus ditetapkan dengan peraturan buapti, tapi penggunaan dana bansos 2009 belum ada peraturan bupati. Dana ini harus diberikan kepada kelompok anggota masyarakat dan parpol, bukan kepada pejabat PNS, TNI, kepolisian dan unsur Muspida.
Dana Bansos juga tidak diberikan secara terus menerus setiap tahun anggaran. Namun yang terjadi dalam realisasi dana bansos instansi vertikal mendapat dana Bansos secara berulang-ulang. Temuan lainnya, ada orang-perorangan atau masyarakat yang tidak menerima aliran dana bansos 2009, tapi namanya tercantum dalam daftar data penerima.
Atas dasar ini Fraksi Partai Demokrat merekomendasikan hasil penyelidikan hak angket DPRD terhadap penggunaan dana bansos 2009 diajukan ke KPK untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hhkum.
Anggota Fraksi partai Golkar, Soleman Singh, SH yang membacakan pendapat fraksi ini menyatakan, hak angket atau hak penyelidikan merupakan salah satu hak yang diamanatkan UU 27/2009 dan PP 16/2010 untuk menjalankan fungsi Pengawasan Dewan terhadap kinerja pemerintah.
Menurut Fraksi Golkar, segala hal menyangkut pengelolaan keuangan negara dan daerah dikelola dengan prinsip akuntansi pemerintah yang terbuka dan akuntabel. Tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memberikan dokumen yang dibutuhkan dalam hal fungsi pengawasan. +++ pk/ote

Harga Komoditi Rakyat Alor Terus Meroket


Foto— salah seorang pengusaha dan hasil komoditi yang dibelinya

Kalabahi ON-Harga beberapa jenis komoditi rakyat Alor terus meroket atau melonjak derastis. Harga kemiri meningkat dari Rp. 17 ribu/Kg menjadi Rp. 20 ribu/Kg. Jambu mente naik dari Rp. 6 ribu/Kg menjadi Rp. 9 ribu/Kg. Sedangkan harga asam milik rakyat Rp. 6.500/Kg. Harga komoditi saat ini sangat melambung, kami harap bisa naik lagi, pinta pemilik komoditi asal Alor Timur Laut Matias Asamau dan Albertus di Pumai, Selasa (02/11) silam.

Melonjaknya harga beberapa jenis komoditi rakyat ini diakui oleh Kepada Desa Nailang Paulus Asamau dan dua petani komoditi di wilayah itu yakni Matias Asamau, Alberthus Asamai dan sejumlah petani di Balai Desa Nailang di Pumai.
Kepala Desa Nailang Kecamatan Alor Timur Laut kepada Ombay News di sela-sela penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Pumai, Selasa (02/11) mengatakan bahwa para petani menyambut baik melonjaknya harga beberapa jenis saat ini. “Mereka umumnya bisa bernafas legah karena ini harga yang paling tinggi selama petani menjual harga komoditi,” kata Paulus.
Baik Kepala Desa maupun dua petani wilayah itu Asamai dan Asamau mewakili para pemilik komoditi di wilayah Alor Timur Laut agar harga komoditi yang ada saat ini terus dipertahankan agar tidak turun. Jika perlu naik lagi ke harga yang lebih tinggi, pinta Asamai dan Asamau.
Matias Asamau yang juga tokoh pemuda di wilayah Alor Timur Laut itu mengingatkan kepada pemerintah agar dapat mempertanahkan harga beberapa jenis komoditi yang ada saat ini. “Harga ini menurut saya sudah sangat melambung tinggi, karena itu diupayakan agar jangan turun lagi. Kalau bisa naik tambah,” tambah Matias meminta.
Beberapa pengusaha komoditi di Kalabahi seperti Arminsyah Siawan dan Abdullah Haji Bahrudin juga mengaku soal melonjaknya harga beberapa komoditi milik rakyat. Harga komoditi yang paling menonjol kenaikan itu antara lain komoditi jenis kemiri yang meningkat dari Rp. 17 ribu/Kg menjadi Rp. 20 ribu/Kg. Jambu mente naik dari Rp. 6 ribu/Kg menjadi Rp. 9 ribu/Kg. Sedangkan harga asam milik rakyat Rp. 6.500/Kg.
“Kenapa mau cari hal apa lagi, soal harga komoditi sudah melebihi harga yang dijanjikan pemerintah to, mau apa lagi,” kata Arminsyah ketika didatangi awak media ini.
Meski terjadi peningkatan harga beberapa jenis komoditi rakyat tetapi demikian Matias, para petani di wilayah itu masih mengalami kesulitan untuk mendroping beberapa jenis komoditi dimaksud karena kondisi jalan ekonomi yang menghubungkan pasar dengan daerah kantong komoditi masih sangat sangat memprihatinkan.
Matias mengaku sangat terbantu dengan cara kerja TNI yang sudah membuka jalan dari jalan poros ke daerah kantong produksi komoditi melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), tetapi pembukaan jalan yang dikerjakan melalui program ini juga belum tuntas. “Tinggal dua kilo yang belum dibuka, saya harap agar pemerintah Kabupaten Alor dan DPRD bisa memberikan perhatian khusus terhadap 2 KM jalan ke kantong produksi komoditi rakyat yang belum dibangun,” pinta Matias penuh harap.
Selain meminta pemerintah dan DPRD Alor untuk melanjutkan pembukaan jalan menuju daerah kantong komoditi yang tinggal 2 KM, Matias juga mengharapkan agar pemerintah dan dewan memberikan alokasi anggaran yang memadai untuk meningkatkan status jalan yang dibuka melalui TMMD agar bisa menolong para petani komoditi di wilayah itu untuk mengangkut komoditi ke pasar.
Sementara itu dalam dialog dengan Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally dan Muspida, beberapa warga di wilayah itu seperti Frans, Nadus, Matias dan Kepala Desa Nailang Paulus Asamau mengharapkan agar pembukaan jalan baru yang sudah dirintis melalui program TMMD ini dilanjutkan oleh pemerintah Kabupaten Alor. “jalan yang dibuka oleh TNI belum sampai di tujuan, baru setengah yang dibuka atau dibongkar TNI. Kami harap supaya apa yang dirintis TNI ini dapat dilanjutkan,” pinta Nadus, Matias, Frans dan Kepala Desa Nailang Paulus Asamau.
Selanjutnya Frans minta kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Alor agar ruas jalan yang baru dibuka TNI melalui program TMMD ini dilakukan peningkatan untuk perkerasan dan pengaspalan.
Menanggapi permintaan warga, Bupati Pally mengaku ruas jalan yang telah dibuka oleh TNI melalui program TMMD ini merupakan kewajiban pemerintah untuk meningkatkan statusnya. “Dengan dukungan DPRD Alor, pemerintah akan memberikan perhatian terhadap permintaan warga. Sisa 2 KM akan dilanjutkan hingga mencapai Maipui,” kata Pally berjanji.
Menurut Pally, untuk tahun 2011, pihkanya sudah memiliki komitmen untuk mengarahkan alat berat milik pemerintah yang dimiliki untuk membuka jalan baru sesuai permintaan masyarakat, terutama jalan baru yang menghubungkan jalan utama dengan daerah-daerah kantong komoditi. Setelah itu baru dilakukan peningkatan, katanya. +++ okto tefi

Petani Bingung, Instansi Teknis Masa Bodoh


+++ Soal Cuaca Yang Tidak Menentu


Foto--- Nikson Tubulau, SE, M.Si

Kalabahi ON-Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally sudah mengumpulkan PPL dan Kepala UPT untuk mencari solusi terhadap perubahan cuaca yang mengancam kehidupan para petani. Tetapi hasilnya tidak ditindak lanjuti oleh instansi teknis. Instansi teknis justru masa bodoh terhadap ancaman ini sehingga membuat para petani menjadi bingung tanpa pegangan.

Adalah Camat Kecamatan Pureman Nikson Tubulau, SE, M. Si yang menyampaikan keluhan terhadap sikap masa bodoh yang sedang terjadi dengan instansi teknis yang menangani masalah pertanian di daerah ini.
Kebijakan Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally mengumpulkan para PPL dan Kepala UPT di Rumah Jabatan belum lama ini untuk mencari solusi bagi para petani dalam musim tanam kali ini, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu adalah kebijakan yang paling tepat.
“Kita hanya tau karena baca di koran bahwa dalam pertemuan para PPL dengan Bupati Alor itu, Bupati Alor mendorong PPL agar memotivasi para petani memaksimalkan lahan garapan tahun lalu, menanam jenis tanaman umur pendek. Dan itu kebijakan yang tepat, tetapi Dinas Teknis tidak menjabarkan itu melalui himbauan kepada para petani. Ini yang saya bilang Dinas Teknis masa bodoh yang mengakibatkan petani menjadi bingung, bagaimana menyiapkan lahan dalam kondisi cuaca yang berubah tidak menentu ini,” katanya.
Menurut Tubulau, karena alasan kesibukan dan pertimbangan lain sehingga dinas teknis belum sempat mengeluarkan edaran atau himbauan kepada para petani melalui Camat dan Kepala Desa atau Kepala Kelurahan, maka bisa saja dinas teknis memanggil para Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan memberikan informasi agar dapat mengarahkan para petani di wilayah kerjanya masing-masing dalam mempersiapkan lahan. Tetapi ini sama sekali tidak dilakukan instansi teknis, timpal Tubulau seadanya.
Tubulau kemudian mencontohkan, keadaan cuaca di Kecamatan Pureman saat ini membingungkan para petani, karena di gunung hujan tetapi di pantai kering. “Ini kondisi cuaca yang kontradiktif sekaligus membingungkan petani di wilayah itu,” ujarnya. Kondisi cuaca yang kontradiktif ini membutuhkan intervensi dari instansi teknis dalam memberikan informasi kepada para petani dalam menyiapkan lahan, tetapi karena instansi teknis masa tidur terus dan masa bodoh sehingga petani menjadi bingung sendiri.
Meski demikian Tubulau, untuk masyarakat di wilayah yang dipimpinnya itu tak bakal mengalami kekurangan pangan. “saya pastikan masyarakat saya tidak bakal mengalami kesulitan pangan jika terjadi ancaman gagal tanam. Pada tahun 2009 kondisi pangan, baik padi mapun jagung mengalami surplus. Petani di Pureman itu panen hingga Juli-Agustus. Ada yang bahkan rusak di kebun,” katanya sembari mengaku, karena itu kalaupun karena terjadi perubahan cuaca sehingga para petani di wilayahnya tidak maksimal mempersiapkan lahan juga tak bakal mengalami kesulitan soal pangan. +++ moris weni

*** Bupati Alor Tentang Bantuan Sosial


Satu Rupiah-pun Kami Dua Tidak Makan!
Foto, Drs. Simeon Th. Pally
Kalabahi ON-Untuk belanja bantuan sosial saya tegaskan bahwa satu rupiah-pun kami dua tidak makan. Kami hanya menyalurkan bantuan itu kepada organisasi sosial kemasyarakatan dan anggota masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, tandas Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally dalam Rakor Pamong Pradja di Kalabahi, Selasa (09/11) silam.

Penegasan Bupati Alor tentang belanja bantuan sosial yang dipolemikan DPRD Alor ini disampaikan dalam rapat koordinasi Pamong Pradja yang dihadiri para pimpinan SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Alor, Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan se-Kabupaten Alor.
Menurut Simeon Pally, selaku pemerintah, pihaknya hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan kepada organisasi kemasyarakatan atau kelompok masyarakat ataupun orang perorang yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan melalui proposal.
Bantuan sosial itu terang Pally, selain diberikan kepada Ormas berdasarkan proposal yang diajukan kepada pemerintah, juga diberikan kepada 600 ratus lebih rumah ibadah yang ada di Kabupaten Alor, termasuk rumah ibadah yang sedang dibangun, kegiatan KPI, MTQ dan kegiatan keagamaan lainnya seperti nikah massal, khitanan massal dan beberapa kegiatan lainnya.
Untuk saat ini terang pemerintah seolah-olah diposisikan sebagai orang yang melakukan korupsi dana bantuan sosial, padahal satu rupiah-pun dari belanja bantuan sosial yang dianggarkan di APBD Alor Tahun 2009 tidak ‘kami makan’. “Saya dan Pak Yusram (Wakil Bupati Alor-Red) hanya dipercayakan oleh rakyat untuk menyalurkan bantuan sosial, kami tidak makan satu rupiah-pun” kata Pally menambahkan.
Pally mengaku bahwa benar belanja bantuan sosial yang dialokasikan di APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2009 senilai Rp. 18 miliar lebih, tetapi semuanya tidak habis terpakai karena sebesar Rp. 183 juta disetor kembali. Dana sebesar ini untuk membiayai banyak komponen yang menjadi kebutuhan rakyat.
Orang nomor satu di Kabupaten Alor ini menegaskan, sesuai Permendagri Nomor 13 pada hakikatnya esensi hadirnya pos belanja bantuan sosial ini diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintah daerah.
Menurut Bupati Pally, dalam kaitannya dengan diberikannya dana bantuan sosial kepada sejumlah pejabat daerah itu hanya semata-mata untuk kepentingan daerah. Jadi, “katakanlah seorang camat sakit, dia membutuhkan biaya pengobatan ya dikasih bantuan sesuai permintaan tetapi terlebih dahulu mempertimbangkan anggaran yang tersedia. Karena mereka juga bagian dari anggota masyarakat yang harus dibantu,” katanya.
Pally menegaskan bahwa karena belanja bantuan sosial tahun 2009 ini sudah masuk ke ranah hukum sesuai rekomendasi DPRD Alor maka pihaknya menaruh hormat dan menghargai keputusan dewan, tetapi yang pasti bahwa BPK RI Perwakilan NTT berdasarkan hasil auditnya tidak menemukan unsur kerugian negara dalam pengelolaan dana bantuan sosial. “BPK RI setelah melakukan audit, merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Alor untuk membuat peraturan bupati tentang pengelolaan dana bantuan sosial. Untuk rekomendasi ini, pemerintah Kabupaten Alor sudah menerbitkan Peraturan Bupati Alor tentang belanja bantuan sosial,” katanya.
Menariknya, DPRD Alor sebagai mitra pemerintah sudah menggiring pemerintah untuk berususan dengan KPK tetapi Bupati Alor mengaku pihaknya sama sekali tidak memiliki masalah dengan DPRD Alor. “Tidak ada konflik antara pemerintah dan dewan. Kita mitra, kita teman, kita saling jaga. Ini semua berpulang pada pemahaman soal aturan,” katanya menambahkan. Karena proses sudah jalan sehingga demikian Pally, selaku orang yang diadukan dewan ke KPK, pihaknya hanya bisa menunggu seperti apa hasilnya. Tetapi kalau sampai KPK harus menjemput pemerintah, maka kita harus bicara dulu, tandasnya singkat. +++ morisweni

Diprediksi, Masyarakat Bakal Kekurangan Makan

Bukapiting ON-Mengumpulkan PPL di Rumah Jabatan dan mengarahkan agar kembali ke desa dan mendorong petani memaksimalkan lahan ternyata belum sepenuhnya mengobati kecemasan Bupati Alor saat ini. Drs. Simeon Th. Pally bahkan mempridiksi bahwa masyarakat yang dipimpinnya saat ini bakal mengalami kekurangan bahan makan, sebagai akibat dari curah hujan yang tidak menentu saat ini.


Menghadapi musim hujan yang tidak menentu akhir-kahir ini akan berpengaruh terhadap musim tanam tahun 2010-2011. Sebuah tantangan yang cukup berat bagi masyarakat dan pemerintah, karena petani agak sulit untuk membuka lahan. Diprediksikan masyarakat akan kekurangan makan, demikian Bupati Alor Drs. Simeon Thobias Pally ketika memberikan sambutan pada acara penabisan Gedung Gereja Elohim Bukapiting, Senin (25/10) silam.

Menurut Pally, kalau semua Alor ini mengalami kekurangan makan maka bakal merepotkan gereja dan pemerintah untuk mengurusinya. “Apakah karena dosa kita atau karena memang Tuhan Allah sudah bosan mendengar keluhan kita, tapi itulah yang terjadi dan Tuhan berikan kepada kita saat ini,” katanya.
Di mana-mana di pelesok wilayah Kabupaten Alor dalam pengamatan pemerintah terang Pally, belum ada tanda-tanda bagi para petani untuk membuka lahan sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya sehingga pemerintah juga sulit meramalkan sesuai hukum alam yang dialami, ada musim panas dan ada musim hujan. Tetapi kali sulit kita ramalkan apa yang hendak diputuskan Tuhan terhadap umatnya.
Karena itu dalam mengahadapi situasi yang sulit ini terang Pally, diharapkan jemaat di tempat ini dan jemaat di sekitarnya yang juga masyarakat agar hemat dalam membiayai kebutuhan hidup, sehingga ada cadangan makanan.
Pally bahkan minta agar kalau dapat, ubi-ubian, pisang dan tanaman umur pendek lainnya perlu ditanam sebanyak-banyaknya untuk menjaga kemungkinan terburuk yang bakal dihadapi.
Menariknya demikian Pally, di tengah keterpurukan para petani menyiapkan lahan dalam menghadapi musim tanam tahun ini, harga komoditi rakyat semakin baik dalam pasaran sehingga mendorong rakyat untuk memiliki semangat untuk membuka lahan-lahan yang masih kosong untuk menanam tanaman produksi bagi kepentingan kesejahteraan rakyat.
“Gereja diminta untuk menyuarakan ini kepada jemaat,” pintanya sembari menambahkan, gereja dan pemerintah selalu dan terus bergandengan tangan membangun rakyat yang juga jemaat.
Pally juga menyampaikan apresiasi terhadap Ketua MSH GMIT yang mengajak gereja dan pemerintah membangun NTT dan membangun Alor. “Hari ini kita semua ada di sini untuk melakukan penabisan Gereja Elohim Bukapiting dibawah semangat diutus untuk membawah damai sejahtera bagi semua orang termasuk alam sekitarnya,” ujar Pally.
Menurut Pally, jika kita membutuhkan perdamaian maka damai ini harus juga dibawah dan dibagikan kepada orang lain. Pun, kalau kita membutuhkan alam ini untuk memberikan kesejahteraan maka kita perlu berdamai dengan alam dengan cara tidak boleh merusak alam.
Jika alam raya ini terpaksa dirusak oleh manusia maka sudah pasti terjadi malapetaka, karena bumi ini tempat manusia menggantungkan hidup. Karena Tuhan sudah berikan alam yang indah, maka tugas manusia adalah untuk menjaga, melindungi dan pelihara agar alam raya ini tetap bertahan untuk memberikan kehidupan tidak saja untuk kita yang hidup saat ini tetapi juga kepada anak cucu kita di tahun-tahun mendatang. “mari kita menyerahkan Bukapiting dan alam sekitarnya dengan utuh tanpa merusak alam kepada anak cucu kita dan kita adalah pelaku sejarahnya. Terimakasih buat semua pihak sebagai pelaku sejarah dalam membangun Gedung Gereja Elohim Bukapiting,” katanya.
Pally kemudian mereviw ulang pernyataannya ketika memberikan sambutan di pentabisan Gereja Syalom Taramana bahwa Tuhan menggunakan orang-orang kecil untuk melakukan perkara-perkara besar yang tidak pernah dipikirkan oleh orang-orang besar. Dan orang-orang besar bertanya kenapa itu bisa terjadi
Menurutnya, karena gereja itu merupakan tempat persekutuan orang-orang percaya maka sesungguhnya yang tidak pergi ke gereja pada hari minggu dia bukan orang yang bersekutu dalam orang-orang percaya kepada Kristus.
Berbahagialah mereka yang menaruh kesetiaannya dengan tulus untuk membangun gereja, terutama mereka yang dengan tulus hati membangun gereja tetapi tidak bersama-sama dengan jemaat di tempat ini untuk merayakan suka cita karena terlebih dahulu dipanggil menghadap sang khalik. +++ moris weni



Persiapan Lahan Petani Pantar Barat Baru 40 Persen

Kalabahi ON-Curah hujan yang tidak menentu ternyata menjadi masalah utama bagi para petani di seluruh pelosok Alor. Rata-rata masyarakat yang menggantungkan hidup dari bekerja sebagai petani mengeluhkan hal yang sama. Lahan pertanian tidak bisa digarap maksimal. Dari Pantar Barat dilaporkan bahwa para petani baru 40 % menyiapkan lahan.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pantar Barat, Abrosius Wagor kepada Ombay News, Selasa pekan silam di Kalabahi mengatakan, secara keseluruhan di Kecamatan Pantar Barat, para petani baru sekitar 40 % menyiapkan lahan pertanian.
Penyebabnya menurut Wagor tidak lain tetapi hanya karena hujan sebagaimana yang dialami secara umum oleh para petani di kecamatan lain di Kabupaten Alor.
Wagor mengaku, sudah menjadi kebiasaan para petani ladang di Pantar Barat, persiapan lahan sudah dilakukan sejak Juli, tetapi begitu baru ditebas, hujan turun secara terus menerus belum dibakar sudah tumbuh tunas baru dan rumput. “Ini yang membuat para petani kesulitan untuk mengerjakan lahan menyambut musim tanam tahun ini,” katanya.
Sebagai koordinator PPL di wilayah itu demikian Wagor, pihaknya sudah mengarahkan para petani untuk memanfaatkan lahan garapan tahun sebelumnya untuk kepentingan pertanian dalam musim tanam tahun ini.
“Kesulitan ini hanya bisa diatasi dengan mengajak para petani untuk memanfaatkan lahan garapan tahun lalu untuk musim tanam tahun ini. Meski ini tidak terlalu maksimal tetapi ini jalan keluar terbaik,” katanya sembari menambahkan, para petani sudah dihimbau untuk menanam jenis tanaman umur pendek.
Menurut Wagor, belum lama ini para petani di wilayah kerjanya itu mendapatkan bantuan benih padi dari kabupaten, tetapi menurut para petani tidak bisa ditanam semua karena luas lahan yang disiapkan sangat terbatas. ”nanti kita lihat saja kondisi dalam beberapa waktu ke depan, jika sampai dengan akhir Oktober kondisinya kering maka bisa sedikit menolong para petani,” katanya. +++ moris weni

Tidak Semua Petani Nailang Punya Lahan Basah

Bukapiting ON-Desa Nailang Kecamatan Alor Timur Laut termasuk salah satu desa yang petaninya memiliki lahan basah. Tetapi, tidak semuanya. Sebagian besar petani malah menggantungkan hasil pertanian dari bekerja di ladang (lahan kering).

Kepala Desa Nailang Paulus Asamau kepada Ombay News di Bukapiting mengatakan, dari 325 Kepala Keluarga (KK) petani hanya 150 KK yang memiliki lahan basah dengan luas kurang lebih 13 Ha, sisanya hanya menggantungkan kehidupan dari bekerja sebagai petani ladang.
Ini yang menurut Asamau menjadi masalah saat ini karena para petani ladang/lahan kering mengalami kesulitan menyiapkan lahan karena curah hujan yang tidak menentu. “sampai dengan saat ini lahan garapan baru belum disiapkan para petani,” katanya.
Untuk para petani yang memiliki lahan basah tambah Asamau, tidak bisa melakukan panen karena padi sawah menghitam, bulir padi juga menghitam akibat curah hujan yang turun secara terus menerus sehingga tidak ada hasil yang dipanen. “Untuk musim panen ketiga tahun 2010, para petani sawah mengalami gagal panen,” jelasnya.
Untuk petani ladang demikian Asamau, sementara tebas hujan turun sehingga segelintir petani mencari akal untuk menggarap kembali lahan yang dikerjakan pada musim tanam tahun sebelumnya. +++ moris weni

Belum Sempat Bersihkan Ladang Hujan Sudah Turun

Kalabahi ON-Sebagaimana umumnya para petani di seluruh pelosok Alor, petani di Desa Margeta Kecamatan Alor Barat Daya juga hidup dari bekerja sebagai petani ladang. Sayangnya, 105 Kepala Keluarga petani belum sempat menyiapkan lahan pertanian, hujan sudah terlebih dahulu mengguyur wilayah itu.

Kepala Desa Margeta Kecamatan Alor Barat Daya, Acap Koilul kepada Ombay News Selasa pekan silam di Kantor Bupati Alor membenarkan bahwa para petani di desa yang dipimpinnya itu belum sempat menyiapkan lahan pertanian, wilayahnya sudah diguyur hujan deras selama beberapa bulan.
Menurut Koilul, sebenarnya tidak ada soal kalau hujan turun, tetapi yang menjadi masalah adalah hujan turun di waktu para petani mempersiapkan lahan pertanian. “Ini yang jadi soal. Bagaimana petani mau potong hutan di ladang kalau hujan turun tidak pernah berhenti,” tandas Koilul.
Dia mengaku, semua petani di wilayah itu belum menyiapkan lahan secara baik dan maksimal sebagaimana yang mereka persiapkan untuk musim tanam pada tahun-tahun sebelumnya. “Mulanya mau potong, tetapi hujan jadi belum sempat potong,” katanya menambahkan.
Karena belum menyiapkan lahan, hujan sudah turun sehingga selaku pimpinan pemerintahan di wilayah itu, ia menghimbau warganya yang bekerja sebagai petani untuk memanfaatkan lahan pertanian yang digarap pada tahun sebelumnya.
Yang menarik, Koilul mengaku, karena hujan deras yang mengguyur Margeta beberapa bulan silam sehingga rata-rata petani di wilayah itu sudah menanam padi dan jagung di ladang yang digarap tahun sebelumnya, sayangnya setelah dilakukan penanaman, hujan kembali kering dalam satu bulan terakhir. “baru-baru karena hujan terus sehingga kami tanam, tetapi hujan sudah kering satu bulan setelah kami tanam. Tau mau jadi apa para petani ni, semua serba bingung,” ujar Koilul. +++ moris weni

Kalau Tidak Bisa Aspal, Pengerasan Juga Baik



Kalabahi ON-Ini isi hati warga Kabupaten Alor yang berdomisili di Pantai Selatan daerah ini. Sebagian besar ruas jalan yang mengubungkan perkampungan di wilayah itu masih berstatus jalan tanah. Karena itu mereka minta kalau tidak bisa diaspal, biar sebatas perkerasan saja juga baik.

Salah seorang Kepala Desa di wilayah Pantai Selatan Alor yakni Kepala Desa Margeta Acap Koilul mengemukakan hal itu kepada Ombay News, Selasa pekan silam di Kantor Bupati Alor.
Menurutnya, ruas jalan yang mengubungkan Mataraben-Halerman-Margeta-Manatang-Tribur dan beberapa wilayah di Pantai Selatan sejak republik ini ada masih berstatus sebagai jalan tanah.
Padahal demikian Koilul, masyarakat yang berdomisili di wilayah Pantai Selatan yang umumnya bekerja sebagai petani, memiliki komoditi yang menjadi jenis komoditi unggulan Alor yakni kemiri dan beberapa jenis komoditi yang lain.
Tetapi karena kondisnya jalannya masing sangat memprihatinkan sehingga para petani pemilik komoditi di wilayah itu mendatangi pasar untuk menjual hasil komoditi.
Menariknya, Koilul mengamu memahami kondisi keuangan daerah sehingga jika berkenan, pemerintah yang berkuasa saat ini bisa membantu meringankan masyarakat untuk melakukan perkerasan saja juga tidak soal. Nanti kalau ada uang lagi baru dilanjutkan ke pengaspalan, pinta Koilul penuh harap.
Permintaan Koilul ini sejatinya menjadi aspirasi masyarakat pada umumnya di wilayah Pantai Selatan Alor, karena umumnya para petani di wilayah itu memiliki komoditi tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengakses pasar untuk menjual hasil yang mereka punya.
Semua ini karena kondisi jalan yang tidak memberikan ruang bagi para petani untuk membawah hasil komoditi menuju pasar. Bagaimana mau bawah komoditi dalam jumlah yang banyak kalau hingga saat ini tidak ada satu angkutan pun yang melintasi wilayah itu.
Masyarakat di wilayah itu hanya berharap jika masih ada orang yang tergerak hati mengatasi kesulitan yang melilit mereka hingga saat ini. +++ moris weni

Keberdaaan Gedung Kebaktian Bukan Sekedar Symbol



Bukapiting ON-Ini pandangan Ketua DPRD Kabupaten Alor Markus D. Mallaka, SH terhadap keberadaan Gedung Kebaktian. Menurut Mallaka, keberdaaan gedung kebaktian bukan hanya sekedar symbol atau wujud pernyataan harga diri dari Jemaat Tuhan, tetapi lebih dari pada itu pembangunan Gedung Kebaktian merupakan bukti keberimanan Jemaat Tuhan.


Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Elohim Bukapiting bukan hanya sekedar symbol atau wujud pernyataan harga diri (prestise) dari jemaat Tuhan yang ada di Bukapiting, tetapi lebih dari pada itu, dan yang terpenting adalah bukti keberimanan Jemaat Tuhan di tempat ini, kata Ketua DPRD Kabupaten Alor Markus D. Mallaka dalam sambutannya di Pentahbisan Gedung Kebaktian Jemaat Elohim Bukapiting-Klasis Alor Timur Laut, Senin (23/10) silam.

Kemegahan gedung ini terang Mallaka, membuktikan bahwa di tempat ini ada komunitas persekutuan orang percaya sebagaimana hakikat dari gereja yaitu persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.
Melalui gedung kebaktian ini terwadahi berbagai aktivitas gerejawi sebagai kesaksian iman jemaat, bahkan bukanlah tidak mungkin, dan sering terjadi, melalui gedung kebaktian ini pula terwadahi kegiatan-kegiatan pemerintahan dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bernuansa kepelayanan bagi jemaat Tuhan di tempat ini yang dalam kapasitas lain sebagai wadah masyarakat, katanya.
Keberadaan dan pemanfaatan gedung kebaktian Jemaat Elohim yang demikian, tambah Mallaka, tentu kita sepakat bahwa kehadiran gedung kebaktian melalui upacara pentahbisan ini sangat diharapkan oleh kita semua, terutama oleh keluarga dan jemaat Tuhan di tempat ini.
Pembangunan gedung kebaktian jemaat Elohim Bukapiting adalah pembangunan gedung pasca bencana alam gempa bumi tahun 2004. Peristiwa bencana alam gempa bumi tahun 2004 menghancur-luluhkan bangunan gedung kebaktian sebelumnya yang telah dipakai sebagai wadah peribadatan dan aktivitas keagamaan serta aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Menurut Mallaka, adalah suatu kebahagiaan jika hari kita semua bertemu di tempat ini. Pertemuan ini adalah pertemuan kebahagiaan yang juga telah terjadi di jemaat OA Pirungdon di Kalabahi, Jemaat Bethania Lutumang di Maritaing, Jemaat Syalom Taramana di Taramana dan saat ini, dalam lingkungan Jemaat Elohim Bukapiting.
Dikatakannya, umumnya keberadaan tenpat ibadah di berbagai tempat memberikan gambaran adanya komunitas hidup keagaaman. Tempat-tempat ibadat sering dibanggakan sebagai symbol harga diri (prestise) dari suatu komunitas keagamaan selain memiliki manfaat bagi aktivitas keagamaan, khususnya aktivitas peribadatan. Tempat-tempat ibadah tersebut selalu berbentuk bangunan gedung seperti gedung kebaktian jemaat Tuhan di tempat ini yang hendak ditabiskan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT pada hari ini.
Diakuinya, pembangunan gedung kebaktian ini patut diberikan apresiasi karena dibangun dalam waktu yang cukup singkat dan masyarakat/jemaat Tuhan dalam kondisi keterpurukan dengan persolan kemanusiaan dan persoalan sosial pasca gempa tahun 2004.
Tidak saja begitu, patut diberikan karena adanya nilai partisipasi yang cukup tinggi dala proses pembangunannya, yaitu adanya partisipasi yang baik dari saejumlah pihak, tetapi yang terutama adalah kebersamaan masyarakat dan jemaatn Tuhan di tempat ini untuk bersatu hati memberi perhatian pembangunan kembali rumah ibadatnya yang telah hancur akibat gempa. Adanya intervensi Pemerintah berupa bantuan pasca gempa untuk pembangunan kembali tempat ibadat ini, dan adanya pertisipasi nyata dari TNI/POLRI dengan menggerakkan pembangunan kembali bangunan-bangunan yang rusak akibat gempa bumi tahun 2004.
Apresiasi yang diberikan berkaitan dengan proses pembangunan gedung kebaktian jemaat Elohim Bukapiting ini telah memberikan indikator kuat bahwa ada kemauan masyarakat dan Jemaat Tuhan di tempat ini, juga kita semua, sesuai dengan peran dan tugas kita masing-masing, sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan kepada kita, untuk terus berusaha menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan masyarakat yang ada akibat gempa bumi tahun 2004.
Persoalan-persoalan tersebut kata Mallaka, sesungghunya telah ada jauh sebelum gempa bumi tahun 2004, yang menjadi bagian dari pergumulan jemaat, yaitu bahwa kita masih bergelut dengan persoalan-persoalan yang melatarbelakangi adanya tingkat kemiskinan yang tinggi di negeri ini, persoalan ekonomi yang menentukan tinggi-rendahnya tingkat pendapatan masyarakat, persoalan pendidikan yang menentukan tinggi-rendahnya tingkat sumber daya manusia (SDM), terutama bagi generasi muda masa kini dan anak-anak sebagai generasi penerus untuk masa yang akan datang.
Hal lainnya antara lain kesehatan masyarakat yang dapat diminimalisir dengan adanya pola hidup bersih dan sehat (PHBS)dalam lingkungan masyarakat, penyediaan akses pelayanan kesehatan yang baik, standard an menyeluruh, adanya pergelutan panjang pembangunan infrastruktur menyeluruh, baik infrastruktur jalan, jembatan dan bangunan gedung, maupun akses sarana air bersih dan pengembangan sumber daya energy kelistrikan sebagai seumber penerangan bagi masyarakat, dan berbagai persoalan kehidupan masyarakat yang tidak dapat disebuatkan satu per satu.saya optimis, apresiasi yang diberikan oleh karena adanya keberanian untuk bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa 2004 dan adanya kepedulian serta kerja sama yang baik diantara semua pemangku kepentingan, baik pada jajaran pemerintahan di pusat dan daerah, maupun yang melekat secara asasi dalam tatanan kehidupan organisasi sosial kemasyarakatan. Termasuk dalam hal ini gereja, maka dipastikan akan tercapai apa yang diharapkan atau dicita-citakan.
Mallaka minta agar dioptimalkan pemanfaatan gedung ini sebagai tempat peribadatan dan sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kerohanian jemaat melalui pembinaan rohani untuk memperkukuh iman pengharapan dan kasih jemaat. Gedung kebaktian beserta perlengkapannya diharapkan agar dapat dimanfaatkan secara baik untuk menjadi tempat bersekutu, bersaksi dan melayani sekaligus menjadi tempat pemberdayaan jemaat, khususnya jemaat anak, remaja dan pemuda untuk menjadi berkat.
Kepada anak, remaja dan pemuda dipersiapkan menjadi generasi penerus gereja, tidak sekedar mampu memimpin dirinya sendiri dan menjadi anggota jemaat/masyarakat yang taat, produktif dan berkualitas, tetapi juga siap menjadi calon pemimpin atau pemimpin pada masanya dalam berbagai bidang, pintanya. +++ joka

Sabtu, 11 Desember 2010

Pantai Lasiana Ditanami Ratusan Anakan Bakau


- Dari Launching IKA NTT - USA Kota Kupang

Laporan: John Gerimu

Kupang,ON – Ratusan anakan bakau (Mangrove) ditanam di sepajang pantai wisata Lasiana oleh Ikatan Keluarga (IKA) NTT-USA Kota Kupang bersama pemerintah NTT, Sabtu (11/12).
Aksi penanaman anakan bakau ini, dipimpin wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Esthon Foenay,M.Si, bersama seluruh anggota yayasan IKA NTT-USA dibantu mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Kristen (Unkris) Artha Wacana Kupang.
Dalam kegiatan bertajuk beta pung rumah hijau, beta pung pantai bersih, Wagub NTT Esthon Foenay secara resmi mengukuhkan pendirian yayasan tersebut di NTT, sebagai suatu wadah yang menampung seluruh warga NTT yang berada di Amerika Serikat.
Humas Ikatan Keluarga NTT-USA, Paul Bolla kepada wartawan mengatakan, penanaman anakan mangrove ini bertujuan untuk mencegah terjadinya abarasi di pantai wisata itu mengingat pantai Lasiana merupakan salah obyek wisata di Kupang.
"Kita menjaga agar pantai itu tidak terkena abrasi, karena tidak adanya pohon bakau," katanya.
Dijelaskan, anakan bakau yang ditanam, tidak hanya untuk cegah abarasi tetapi juga bermanfaat bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk menjajakan jualannya bagi para pengunjung di pantai Lasiana.
Selain melakukan penghijaun, agar kebersihan pantai tetap terjaga, IKA NTT-USA bersama Wagub NTT juga membersihkan tempat wisata itu, dengan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di bibir pantai.
“Kalau pantai tidak bersih, bisa menimbulkan efek jenuh pada pengunjung obyek wisata ini, “ pungkasnya. ***

Kamis, 09 Desember 2010

Banyak Persoalan Ditubuh PDAM Yang Belum Terselesaikan

Laporan: John Gerimu

OELAMASI,ON-Perusahan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Kupang, saat ini tengah diperhadapkan pada sejumlah persoalan serius. Adanya praktek pemasangan liar oleh oknum tertentu, terus mempersulit kondisi manajemen lembaga ini.
Hal ini disampaikan pelaksana tugas harian perusahaan daerah air minum (Plt. PDAM) Kabupaten Kupang, Ir. Joao MME Mariano, kepada wartawan di ruang sidang dewan Kabupaten Kupang, Senin (6/12).
Menyikapi permasalahan tersebut, kata Mariano, pihaknya telah melakukan terapi hingga penarikan pada staf yang melakukan tindakan merugikan perusahaan.
Menurut Mariano, setelah upaya ini ditempuh, pendapatan PDAM semakin baik karena mengalami kenaikan dari Rp6 miliar menjadi belasan miliar saat ini. “PDAM sekarang sudah lebih baik, karena sudah mencapai 60 persen dana bisa ditarik perusahaan. Masih 40% yang kita belum ketahui kemana larinya,” kata Mariano.
Mariano menambahkan, sejauh ini ada beberapa staf yang diduga melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan, telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Terkait dengan informasi yang berkembang seputar adanya salah seorang kepala bagian yang terlibat dalam pemasang liar, Mariano menegaskan, jika informasi itu benar maka pihaknya tidak segan akan memprosesnya secara hukum dan memecat oknum tersebut.
Menanggapi banyak pengaduan dari staf PDAM, dia menyatakan, pengaduan yang dilakukan sejumlah staf PDAM tersebut menunjukkan jika mereka mau mencari perlindungan. “ Ada apa sebenarnya? Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus cari perlindungan. Ini perlu dipertanyakan,” ujarnya.
Ketua Fraksi PDI-P Kabupaten Kupang, Johanis Mase sebelumnya menegaskan, para pengelola PDAM Kabupaten Kupang saat ini sudah tidak benar lagi karena hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhitungkan penderitaan masyarakat.
Mase mengatakan hal ini terkait rencana perayaan HUT PDAM tanggal 24 September nanti yang rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp100 juta.
Menurut Mase, belum lama ini pihaknya menyetujui kenaikan tariff PDAM Kabupaten Kupang. Namun kenaikan tersebut bukan untuk pesta pora perayaan HUT PDAM tapi untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, dirinya mengaku tidak mengerti lagi dengan rencana pengurus PDAM yang hendak menghabiskan dana Rp100 juta hanya untuk sebuah perayaan ulang tahun instansi tersebut.
“Baru saja kita menyetujui kenaikan dengan maksud untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Itu yang kita butuhkan. Tetapi rupanya yang dipahami PDAM ini adalah menaikkan tariff untuk mereka berpesta atau berhura-hura. Padahal itu bukan tujuan. Kalau memang itu yang terjadi maka lebih baik PDAM dibubarkan saja,” tegas Mase di gedung DPRD Kabupaten Kupang.
Secara keseluruhan, Mase mengaku melihat orang-orang yang bekerja di PDAM saat ini sudah tidak betul lagi.
Dikatakan, saat PDAM hendak menaikkan tariff dari Rp1500 ke Rp2500, dirinya sempat bersitegang dengan pihak PDAM. Pasalnya, dirinya menginginkan agar manajemen PDAM ditata dulu setelah itu baru tariff air dinaikkan.
“Waktu itu saya ingin agar kita menata dulu manajemen PDAM, baru setelah itu kita menaikkan tarif PDAM. Kalau kita menaikkan tarif air 200 % tapi pelayanan PDAM bobrok berarti pelayanan masyarakat terabaikan,” kata Mase.***

PLN Kupang Tertibkan Pelanggan Yang Menunggak Membayar Listrik

Laporan: John Gerimu

Kupang,ON - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kupang, dalam bulan ini akan memutuskan aliran listrik bagi pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik.
Hal ini dikatakan, Humas PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur Paulus Bolla kepada wartawan di Kupang, belum lama ini.
Menurut Paul Bola, pemutusan aliran listrik ini, berlaku bagi para pelanggan litrik di Kota Kupang dan sekitarnya, yang sudah menunggak pembayaran litrik antara satu hingga tiga bulan.
Bagi yang menunggak satu bulan, meterannya akan disegel untuk sementara sampai tunggakannya dibayar sedangkan bagi yang menunggak hingga tiga bulan, pihaknya akan membongkar meteran listrik pelanggan tersebut.
Dijelaskan, jika pelanggan tersebut membayar tunggakannya, akan ditetapkan sebagai pelanggan baru dan proses penyambungan kembali akan dilakukan, layaknya pelanggan baru.
Tindakan pemutusan ini dilakukan karena saat ini, jumlah tunggakan, sudah mencapai miliaran rupiah. Karena itu, pihaknya mengimbau para pelanggan yang masih menunggak segera membayar dengan rentang waktu yang tersisa.
"Pemutusan aliran listrik akan dilakukan PLN selama bulan Desember 2010. Dalam rentang waktu ini masih bisa melakukan pembayaran," pungkasnya. ***

GMNI Kupang Desak KPK Selesaikan Kasus Bansos Di Alor

Laporan: John Gerimu

KUPANG,ON- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kupang, Kamis (9/12) menggelar aksi demo memperingati hari antikorupsi se-dunia, di Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan DPRD setempat.
Mahasiswa dalam aksi tersebut menuntut agar DPRD NTT mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) yang melibatkan Bupati Alor Simeon pally yang merugikan negara sebesar Rp18 miliar.
Menurut dia, predikat Indonesia dan Nusa Tenggara Timur sebagai negara dan provinsi terkorup di mata dunia dan nasional sudah mencoreng citra bangsa.
Adapun beberapa kasus korupsi lain di NTT, yang perlu mendapat perhatian serius, seperti dugaan penyelewengan dana Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) NTT tahun 2009 yang melibatkan mantan ketua Panwaslu Dominggus Osa yang merugikan negara sebesar Rp300 juta. "Proses hukum kasus ini hingga saat ini masih terkatung-katung," katanya.
Kasus lainnya, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Kefa yang melibatkan mantan Bupati Timor Tengah Utara, Gabriel Manek, namun belum ada proses hukum yang jelas. "Kasus-kasus ini menambah daftar korupsi dan melemahnya penegakan hukum yang telah meloloskan pejabat korupsi di negara ini," katanya.
Tidak hanya itu, GMNI Kupang juga mendesak KPK untuk mengusut tuntas Skandal Bank Century yang diduga melibatkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp6,7 triliun, namun proses hukumnya hingga saat ini tidak jelas. ***

Sabtu, 04 Desember 2010

PIKUL Kumpul Tokoh-Tokoh Yang Memiliki Visi di Alor

Kalabahi ON-Banyak tokoh yang berhasil mewujudkan visi membangun kampung dan lingkungan dimana ia berada tetapi tidak pernah didengar suaranya. Itu pasalnya yang mendorong PIKUL-sebuah LSM di Kupang untuk mengumpulkan tokoh-tokoh dimaksud untuk berbagi visi-membagi pengalaman.

Oleh PIKUL, tokoh-tokoh ini merupakan orang-orang istimewa di Alor-Pantar berkumpul dalam satu komunitas bervisi, mereka tumbuh dan berkembang dengan visi mereka sendiri tanpa mengharapkan dukungan dari elemen strategis lainnya di suatu wilayah.
Pertemuan orang-orang bervisi di Kabupaten Alor ini di fasilitasi oleh LSM PIKUL. Mereka berkumpul di Aula Rerba Guna Pola Tribuana Kalabahi. Selama lima hari dari Senin–Jumat (25-29/10/10) orang-orang istimewa ini saling bertukar visi dibawa tema lingkar belajar bervisi.
Koordinator Riset dan Publikasi PIKUL, Torry Kuswardono mengatakan, ada banyak orang yang sudah bisa melakukan visinya sampai terwujud, tetapi banyak pihak yang punya visi tidak pernah didengar.
Menurut Torry, maksud dari kegiatan lingkar belajar bervisi didorong oleh kebiasaan bahwa sebenarnya Propinsi NTT dikenal dengan daerah miskin, tetapi ada banyak orang yang cukup berpotensi atau bermanfaat bagi kemajuan di NTT melalui visinya.
Untuk itu PIKUL melakukan pencarian aktor-aktor bervisi dari berbagai daerah di NTT sehingga bertemu dan saling berbagi visi.
Aktor-aktor yang berkumpul ini masing-masing mereka memiliki visi dibidang kehidupan. Fokus yang mau diangkat dalam musyawarah orang bervisi yakni di bidang pangan, air dan bidang pendidikan.
Aktor-aktor yang datang dari desa seperti Pdt. Sefnat Sailana-pelaku dan pemerhati lingkungan dari Kecamatan Alor Selatan, Pelipus Laka-pemerhati rumput laut dari Pantar, Orpa Sir-peduli pangan dari Kalabahi, Nurhayati Kalurung dan Sislia Hayon-peduli kesehatan dan lingkungan, Yakob Moka- pemerhati air dan lingkungan dari Otvai, Imanuel Langmau pelaku komoditi dan pangan dari Alor Selatan dan teman-teman pemerhati air dan lingkugan seperti Lukas Mailani, Yunus Lama, Nonce Boling, Yafet Maulua.
Orang-orang bervisi ini bermusyawarah selama lima hari untuk membicarakan masa depan dalam mengembangkan usaha dengan berbagai visi mereka.
Salah satu program PIKUL yakni kampung berdaulat atas air, pangan dan energi 2015, dengan fokus di pulau-pulau kecil di NTT antara lain Kepulauan Solor, Pesisir Teluk Kupang dan Kepulauan Alor.
Untuk mewujudkan mimpi ini, jelas Torry, PIKUL memulainya dengan riset baseline yaitu mencari tau apa yang sedang terjadi di wilayah NTT.
Ternyata yang ditemukan adalah ketergantungan pada sumber pangan dari luar, kecanduan bantuan, ketimpangan gender, krisis lingkungan, konflik horizontal atas sumber-sumber penghidupan. Untuk itu PIKUL membuat profil 152 orang aktor perubahan baik individu maupun kelompok yang mampu menerobos hambatan dan permasalahan yang ada untuk mencapai cita-cita bersama yaitu kampong berdaulat atas air, pangan dan energi 2015.
orang-orang ini adalah termasuk aktor yang telah melakukan pemenuhan hak-hak dasar dengan berbagai cara di tempat mereka masing-masing, tegas Torry.
Tujuan yang ingin dicapai dari program ini antara lain, ingin mengajak orang-orang luar biasa ini untuk saling berbagi dan saling belajar bersama tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang bisa dilakukan lagi disamping orang-orang luar biasa dari Pulau Pantar dan Alor dapat membangun masa depan individu, komunitas dan wilayah dalam kolaborasi atau kerja sama untuk masa depan dalam membangun mimpi bersama yang jelas.
Menurut Torry, masing-masing aktor sudah punya ilmu yang jika di gabungkan dengan aktor yang lain bisa menghasilkan suatu inovasi baru. “yang kita harapkan, NTT harus mempunyai aktor potensial yang saling menopang untuk pembangunan di wilayah NTT dan yang kita cari orang-orang yang punya visi yang kuat sehingga tidak mengharapkan proyek dari pemerintah,” harap Torry.=====>oktotefi

PLN Canangkan Program Sejuta Pelanggan Baru


+++ 491 Rumah Tangga Bebas Dari Gelap


PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencanangkan penambahan satujuta pelanggan baru tahun 2011 secara nasional. Pencangan ini dilakukan bertepatan dengan puncak perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-65 yang dipusatkan di Waingapu-Sumba Timur Timur, Rabu (27/10/10) silam. Program populis itu dicanangkan Direktur Operasional Indonesia Timur PT (Persero)PLN Vickner Sinaga.
Frits dari PT. PLN Wilayah Indonesia Bagian Timur mengaku mendapatkan jaminan dari Direktur Operasional Indonesia Timur PT (Persero)PLN Vickner Sinaga bahwa terkait program penambahan sejuta pelanggan baru itu, NTT mendapat jatah 9.608 pemasang baru yang dibagi ke daerah-daerah yang belum mendapat sentuhan penerangan listrik dari PLN.
Untuk PLN Ranting Kalabahi apel siaga Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GS3) dipimpin salah seorang pejabat PT.PLN Wilayah Indonesia Bagian Timur Frits sekaligus secara resmi melepas Petugas Instalasi (PI) terjun lapangan untuk secara serentak melakukan atau menyalahkan penyambungan di rumah-rumah masyarakat sebagai pelanggan baru PLN Kalabahi.
Dalam penyambungan secara nasional ini, selain hadir petugas PLN Wilayah Indonesia Bagian Timur juga hadir beberapa pejabat PLN Cabang Kupang. “Mereka langsung turun ke lokasi melakukan pemantauan terkait dengan program nasional sejuta pelanggan baru,” katanya.
Dalam sambutannya Frids mengatakan, program nasional sejuta pelanggan baru ini momennya sangat tepat karena bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) yang ke-65.
Di HUT yang ke-65 ini demikian Frids, manajemen PT. PLN bisa melayani kebutuhan masyarakat yang selama ini belum tersentuh dengan pelayanan penerangan oleh PLN. Dan untuk Kabupaten Alor sebanyak 491 rumah tangga dari target 350 rumah tangga yang mendapat sambungan listrik di Hari Listrik Nasional ke-65. ”Di hari ulang tahun Listrik Nasional ini, manajemen PLN bebaskan masyarakat dari kegelapan, target PLN program ini tidak sampai disini saja tetapi berkesinambungan sampai tuntas sehingga semua masyarakat bisa menikmati penerangan dari PLN” jelas Frits.
Pantauan Ombay News di lokasi penyambungan, petugas dari PT. PLN Wilayah Indonesia Bagian Timur dan Kepala PT. PLN Ranting Kalabahi Petrus Fi langsung terjun lokasi untuk memantau pelaksanaan penyambungan di rumah-rumah masyarakat yang mendapat program sejuta pelanggan baru, yang secara serempak dilakukan di seluruh Indonesia pada Rabu (27/10/10).
Saat bertemu dengan masyarakat penerima program nasional sejuta pelanggan baru itu, Frits dan Petrus langsung berdialog dengan masyarakat.
Dalam dialog dengan masyarakat, Frits dan Petrus terus mensosialisasikan kepada masyarakat supaya menggunakan listrik secara hemat, memangkas dahan pohon yang tertimpa kabel lisrik yang bisa mengakibatkan gangguan pada jaringan listrik dan bayarlah listri sesuai dengan jadwal yang di tetapkan yaitu tanggal 5 sampai tanggal 20 setiap bulanya.
”Bapa dan mama dorang, bantulah petugas PLN untuk potong setiap ranting yang ada di halaman rumah yang terkena kabel listrik, karena setiap kabel yang terkena dahan lalu ditiup angin akan menggesek kabel sehingga kabel bisa tekelupas, akibatnya terjadi gangguan atau bisa terjadi kebakaran, kami minta bapa dong juga bayar listrik lebih awal lebih baik karena pada akhir bulan bisa terjadi antrian yang panjang. Kalau terlambat bayar PLN akan putuskan jaringan dan itu kami harap supaya tidak terjadi,” pinta Petrus.
Sementara itu Frits juga mensosialisasikan pelanggan PLN Prabayar. Dia meminta kepada masyarakat Alor supaya mengambil bagian dalam program ini karena program ini sangat baik dan memudahkan dalam proses pembayaran. ”Program Pelanggan PLN Prabayar ini sekarang sangat diminati masyarakat karena sistimnya sama dengan pengisian pulsa, sehingga dalam pemakaian listri dayanya sudah mulai berkurang. Bisa dilakukan pengisian ulang, dengan demikian masyarakat dalam penggunaan listrik ada penghematan daya sesuai kebutuhan,” katanya. Di NTT, hanya Kota Kupang yang sudah ada 3.000 pelanggan PLN Prabayar dan sekarang menyusul Kabupaten Sumba Timur,” jelas Frits.===>oktotefi

Kata masyarakat tentang sejuta pelanggan baru
Pantauan Ombay News dilokasi penyanbungan sejuta pelannggan baru, masyarakat menyambut gembira dengan hadirnya program PLN untuk sejuta pelanggan baru. Secara polos masyarakat menyampaikan isi hati mereka, karena selama bertahun-tahun menanti kehadiran listik untuk kebutuhan penerangan dan kebutuhan lainnya. Dihadapan Kepala PLN Rantig Kalabahi, Petrus Fi dan Petugas dari PLN Wilayah Bagian Timut Indonesia, Frits, mereka mengemukakan kegembiraanya. Berikut tanggapan mereka!

Ibu Muklis, warga Kubur Cina-Kalabahi; saya merasa senang dengan program sejuta pelanggan baru. Karena sudah bisa menjawab pergumulan saya untuk bisa menggunakan meteran sendiri. Selama ini saya menggunakan listrik dari tetangga, itupun hanya bisa di gunakan pada malam hari, sedangkan siang hari tidak tersambung. Saya ada kulkas tapi tidak bisa menggunakannya, anak-anak juga menonton televis juga pada malam hari saja, setiap bulannya saya harus bayar di tetangga seratus ribu rupiah, suami saya mendapat informasi di Koran PLN ada pemasangan 200 pelanggan baru. Kami lalu menghubungi petugas untuk mendaftar, terima kasih PLN sudah menjawab kebutuhan kami. =====>oktotefi


Ibu Halija Karoko, warga Kampung Raja-Kalabahi; saya dengar program penyambungan baru dari tetangga yang baca Koran bahwa ada pemasangan baru di PLN Kalabahi. Saya langsung menghubungi petugas PLN karena saya sudah masuk daftar tunggu sejak empat tahun lalu. Baru kali ini saya mendapat kesempatan itu sehingga saya merasa senang karena kulkas dan reskuker sudah tersimpan lama sampai rusak, mau pakai tapi listriknya ditarik dari tetangga sehingga lebih banyak mati. Akibatnya barang elektronik banyak yang rusak, tiap bulan saya bayar di tetangga Rp. 150–200 ribu, terimakasi PLN sudah membantu saya, sekarang saya sudah bisa jalankan usaha saya dengan listrik sendiri untuk menambah ekonomi keluarga. =====>oktotefi


Arman, warga Kelurahan Wetabua; Saya dari Sulawesi datang ke Alor utuk usaha dan saya kontrak rumah. Tapi pemilik rumah belum pasang listrik, sudah dua tahun kami tunggu baru kali ini terlayani. Selama ini kami pakai listri dari tetangga. Selain kami bayar kontrakan, kami juga harus bayar listrik di tetangga. =====>oktotefi

Bukan Hanya Kerajaan Kolana, Kerajaan Alla Juga Ada di Taramana

Taramana ON-Di Taramana juga ada Kerajaan Allah, bukan hanya Kerajaan Kolana tetapi ada Kerjaan Allah. Kerajaan Allah itu yang menuntun dan menggerakan orang-orang Taramana untuk membangun gedung gereja dengan cinta yang besar meskipun dimulai dengan batu-batu kecil, persembahan kecil yang terus dilakukan oleh orang-orang kecil. Ada Kerajaan Allah, dan Kerajaan Allah yang memampukan kita melakukan hal-hal besar dari perkara-perkara kecil.



Demikian Ketua Majelis Harian Sinode-Gereja Masehi Injili di Timor (MSH-GMIT) DR. Eben Nubantimo, M.Th ketika menabiskan Gedung Gereja Syalom Taramana Klasis Alor Timur Laut, Sabtu (23/10) silam
Semoga beribadah di gedung ini bukan hanya kita bersekutu bersama orang percaya tetapi bersekutu dengan segala makluk lain milik Allah. Itu juga akan kita tunjukan dalam lingkungan kerja dan aktivitas dari hari senin sampai dengan hari sabtu, dimana kita membangun persekutuan yang akrab dan ramah, bukan hanya dengan sesama saja tetapi juga dengan alam ciptaan Tuhan, kata Nubantimo.
Menurutnya, hal ini penting karena hari ini di Taramana, saya tidak tahu arti Taramana dalam bahasa Alor, tetapi Taramana memiliki sebuah gedung kebaktian yang diartikan bagi Tuhan. Tadi saya bilang gedung kebaktian itu nanti akan ditempati oleh manusia untuk memuliakan Tuhan tetapi juga ada koor, pujian-pujian dari marga satwa-burung pipit, bunga bakung dan macam-macam untuk membesarkan nama Tuhan.
Taramana kata tambah Nubantimo, adalah satu wilayah kapitan dalam Kerajaan Kolana. Tidak hanya mau menjadi pusat peradaban dan pusat pemerintahan, tetapi dari dulu sampai sekarang Taramana juga mau menjadi pusat pekabaran injil dan perkembangan kekristenan di Tribuana.
Ini sesuatu kekayaan yang harus menjadi kebanggaan orang–orang di Alor Timur di Kerajaan Kolana, karena dari Kolana, kekristenan menyebar masuk ke Tribuana dan menyebar ke kehidupan bersama secara politik, ekonomi dan segala sesuatu.
Umat Tuhan di tempat ini terang Nubantimo, hari ini mempersembahan rumah Tuhan yang mereka bangun kepada Tuhan. Saya kira kita akan mempermiskin persembahan umat Tuhan di sini kalau mata kita hanya tertuju pada gedung kebaktian ini.
Gedung kebaktian ini adalah ovus maknun atau pekerjaan terbesar yang dipersembahkan orang Taramana kepada Tuhan, tetapi ada cinta terbesar yang melatarbelakangi persembahan terbesar itu. Dan cinta terbesar itu bisa kita lihat dalam pengorbanan waktu dan persembahan lain yang mereka berikan untuk acara agar bisa terlaksana pada hari ini.
Saya membayangkan bapak-bapa, ibu-ibu disini sudah bekerja selama dua atau tiga minggu untuk persembahan yang akbar ini, sebagai pekerjaan besar yang mereka persembahkan kepada Tuhan. Tetapi pekerjaan besar itu dilatarbelakangi oleh cinta yang besar, yang mereka sediakan untuk Tuhan, waktu yang tak terhitung yang mereka korbankan untuk kebersamaan. “Dan Bapak saya yang berdiri diri di sini dan bisa berdiri di sini karena cintanya kepada Tuhan, karena cintanya kepada gedung ini dan karena cinta bagi kebersamaan dan kekeluargaan yang ada di sini” kata Nuban Timo sembari mengarahkan telunjuk ke arah lelaki separuh baya (pengawal) yang berdiri tegap lengkap dengan busur anak panah di gerbang masuk Gedung Gereja Jemaat Shalom Taramana.
Dan mereka memperesembahkan persembahan yang besar dengan cinta yang besar. Persembahan itu mereka sebut sebagai Shalom-nama yang dipilih untuk persembahan yang mereka berikan kepada Tuhan.
Shalom ternyata bukan hanya sebuah ungkapan persaudaraan bagi orang-orang di Alor, secara khsusus di Taramana, tetapi kata itu juga kata yang dikenal oleh manusia di segala abad dan di segala tempat. Shalom telah menjadi bahasa persaudaraan internasional dan dikenal oleh siapa saja.
Dan kalau orang-orang Taramana hari ini mempersembahkan pekerjaan besar dengan cinta yang besar dan pekerjaan besar itu diberi nama Shalom artinya saudara-saudara di Taramana bergabung dalam persaudaraan internasional, mempersembahkan yang terbaik untuk kemanusiaan dan mendedikasikan apa yang ada pada mereka bagi kebesaran nama Tuhan.
Karena itu, gedung yang kita persembahkan ini hendaknya menjadi tempat dimana kita menjaga agar persaudaraan internasional itu harus ditunjukan dengan jelas dan terang benderang.
Persaudaraan itu harus dibangun diantara orang-orang yang berbeda suku dalam Kerajaan Kolana, saya kira ada tujuh suku begitu masuk dalam gedung kebaktian ini tidak boleh lagi berpikir kamu suku ini, bukan suku saya tetapi kamu bergabung menjadi saudara-saudara seiman dalam pergaulan internasional karena Shalom yang telah kamu pilih menjadi nama bagi persembahan ini. Waktu kamu masuk di gedung kebaktian ini ingatlah bahwa persaudaraan itu juga harus dibangun dengan alam marga satwa ciptaan Tuhan, dengan burung-burung, dengan bunga bakung, peliharalah mereka sebagaimana yang Tuhan kehendaki supaya hidupmu di sini menjadi sejahtera dan baik keadaanya. “saya kita itu arti persaudaraan dan pekerjaan terbesar yang diberikan oleh Jemaat Taramana hari ini kepada Tuhan,” katanya.
Nubantimo mengaku mengetahui persis dua kata dalam Aliktab yang paling banyak disebut, ada lebih dari seribu kali dua kata itu terus menerus diulang.
Kata yang pertama itu adalah kata kerajaan Allah. Dan kata yang kedua itu adalah kata Shalom. Lebih dari seribu kali dalam konfordansi Alikitab kata itu terus disebut dan diulang. Itu berarti kalau jemaat di Taramana menamakan persembahan mereka itu Shalom berarti di sini juga ada Kerajaan Allah. Ketika orang-orang hidup berdamai satu sama yang lain, ketika mereka berhasil bekerja bersama, ketika mereka memberi apa yang ada padanya, ketika mereka berusaha untuk melestarikan alam dan menjadi saudara bagi marga satwa ciptaan Tuhan.
Menurutnya, ini sesuatu yang membanggakan, karena di sini ada Kerajaan Allah maka ada juga nilai-nilai yang terkandung dalam kerajaan itu. Dan kita bisa lihat dari persembahan besar yang dikerjakan tetapi kita juga bisa melihat apa yang telah diabdikan oleh orang-orang tua di sini bagi pekerjaan besar itu.
Ini nilai sebagaimana yang diajarkan Yesus dalam Doa Bapa Kami, Datanglah Kerajaanmu. Dan kerajaan itu terwujud dalam berbagi makanan untuk satu sama lain yang dilakukan orang-orang di sini, yaitu dalam doa mereka “berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,”.
Kalau orang-orang Taramana tidak bertekad untuk makan secukupnya tetapi mereka mau makan lebih-lebih dan karena itu mereka saling berebut makanan, gedung ini tidak akan jadi ... ... tidak akan jadi. Mereka siap berbagi-bagi makanan, dari kekurangan masing-masing mereka kumpul makanan untuk dimakan bersama. Lalu berkumpul dari makanan itu untuk membangun sebuah gedung sebagai persembahan yang berlimpah bagi Tuhan.
Nilai itu ada di sini ... orang-orang Taramana meskipun mereka bekerja sendiri-sendiri tetapi mereka tidak pernah makan sendiri-sendiri dan sembunyi-bunyi. Mereka makan bersama-sama, makan di hadapan Tuhan. Karena itu mereka berhasil membangun persaudaraan internasional.
Siapa bilang gedung ini hanya Rp. 300 juta lebih seperti yang dilaporkan oleh Ketua Panitia, dia lebih dari yang dilaporkan panitia. Tetapi yang lebih dari tiga ratus juta itu dibangun dari seribu rupiah yang dikumpulkan oleh para petani, nelayan di laut, tukang ojek, buruh, pegawai dan warga jemaat di sini. Itu terjadi karena mereka tidak mau makan sendiri-sendiri dan makan semunyi-sembunyi.
Nilai ini terus menjadi kekuatan bagi orang-orang Taramana dan juga bagi semua orang yang beribadah di tempat ini supaya kehidupan bersama kita menjadi kehidupan yang mendatangkan Shalom sesuai nama yang kita berikan kepada pekerjaan besar ini.
Nilai yang kedua dalam kerajaan Allah yang kita lihat dalam pekerjaan ini adalah mengampuni satu sama lain. Kata Yesus ‘ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami’.
Tujuh belas tahun saudara-saudara di sini membangun gedung kebaktian, aduh ... itu lama ya. Dan pasti dalam tujuh belas tahun ada pergesekan dan ada luka yang ditimbulkan, bisa saja yang satu tersinggung dengan yang lain karena proses pekerjaan itu. Tetapi kalau pekerjaan ini selesai dan kita kumpul hari ini mempersembahkan pekerjaan besar ini kepada Tuhan maka di sini ada pengampunan. “Kerajaan Allah juga kita temukan di sini,” katanya sembari mengajak, ke depan mari kita terus belajar untuk saling mengampuni satu sama lain supaya hidup di kampung ini-di Taramana menjadi hidup yang Shalom sesuai dengan nama yang diberikan kepada pekerjaan besar ini.
Karena Kerajaan Allah di sini bisa kita lihat, ‘jauhkan kami dari segala yang jahat’. Semoga beribadah di gedung bukan hanya kita bersekutu dengan orang percaya tetapi dengan segala makluk ciptaan Allah. +++ moris weni

Kelolah PLN Harus Komonikatif dan Cerdas



Kelolah PLN Harus Komonikatif dan Cerdas


Setelah sukses melaksanakan program nasional Sejuta Penyambungan Pelanggan Baru melalui Direktorat PT.(Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Manajemen PLN Ranting Kalabahi menggelar ramah tama dengan semua Karyawan/wati bersama keluarga. Ramah tama yang dipusatkan di PLTD Kadelang bersamaan Hari Listrik Negara, Rabu (27/10/2010).



Manajer PLN Ranting Kalabahi, Petrus Fi dalam sambutannya mengatakan, PLN Ranting Kalabahi merupakan salah satu yang sukses dalam program sejuta peyambungan pelanggan baru dari semua wilayah PLN di NTT, karena tepat pukul 13.00 wita sebanyak 491 penyambungan pelanggan baru selesai tersambung dan laporannya langsung diterima Direktorat PLN Pusat.
Menurut Petrus, suksesnya program sejuta penyambungan baru ini atas kerjasama dari kontraktor, petugas instalatir dan petugas PLN yang ada di lapangan. “Sejak tanggal 1 sampai 27 Oktober manajemen PLN bekerja keras, baik petugas administrasi, konsultan dan instalasi dikerahkan untuk bekerja siang dan malam demi suksesnya program sejuta pelanggan baru ini,” katanya sembari menambahkan bahwa dari target yang titetapkan PLN Ranting Kalabahi yakni 350 pelanggan baru, akhirnya mengalami peningkatan yaitu 491 penyambungan baru. Ini suatu hal yang luar biasa dan untuk mencapainya tidak mudah, jelas Petrus.
Dalam mensuksekan program sejuta pelanggan baru ini demikian Petrus, manajemen yang dipakainya adalah selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan semua karyawan dan petugas yang ada di lapangan, baik dari bidang administrasi maupun dari bidang teknisi sehingga ada koordinasi yang baik. Jika terjadi kendala di lapangan maka langsung dikomunikasikan sehingga dengan mudah diatasi. ”Kalau ada administrasi dari pelanggan baru yang belum lengkap atau peralatan teknis yang masi kurang petugas lapangan menginformasikan sehingga cepat ditindaklanjuti,” katanya. .
Manajemen PLN sekarang terang Petrus, sudah tidak lagi untuk bersantai tetapi terus untuk melangkah maju. Untuk tambahnya, dibutuhkan kecerdasan dalam mengelolah sehingga pertanyaan bagaimana dengan persoalan didepan bisa terjawab.
Menurutnya, dari 64 pelaku bisnis PLN di Kalabahi diharapkan untuk bahu menbahu dan terus KOMPAK sesuai dengan motto yaitu Komonikasi, Organisasi, Manajemen, Pengawasan, Administrasi dan Kreatif.
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, Manajemen PLN Kalabahi telah membuka empat loket pembayaran selain yakni di Kantor PLN Kalabahi, juga pelanggan bisa membayar di Bank NTT, BRI dan BNI.
Dia mengaku, dengan pemasangan 491 pelanggan baru maka berarti daftar tunggu untuk penyambungan baru sudah mulai berkurang, dimana dari 1.605 berkurang menjadi 1.114 yang masi tersisa. Ini akan kami programkan sampai tuntas sehingga semua masyarakat Kabupaten Alor bisa menikmati listrik menuju kehidupan yang lebih baik dari PLN.
Dalam kaitannya peringatan HLN ke-65 jelas Petrus, manajemen PLN Ranting Kalabahi juga melakukan kegiatan di intern dengan berbagai kegiatan peramainan dan olah raga yang melibatkan semua anggota keluarga PLN yakni jalan santai, lomba makan kerupuk, lomba hulahu dan pertandingan voly antar bagian di lingkup PLN Kalabahi.
Keluarga Besar PLN Ranting Kalabahi mengekspresikan suksesnya program penyambungan sejuta pelanggan dan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HLN hanya dalam limit waktu sebulan melalui ramah tama. Dalam acara ramah tama ini dibagikan hadia pemenang lomba disamping memberikan dorprais. Tarian Ja’i, dangdut dan grup dace anak-anak PLN sebagai pelepas penat ikut meramaikan acara yang dihadiri Pejabat PLN Wilayah Bagian Timur Indonesia itu.
Pejabat PLN Wilayah Bagian Timur Indonesia, Frits menyampaikan terimakasi kepada AKLINDO dan AKLI, karena dua asosiasi dibidang kelistrikan ini bersama para instalatir sukses mendukung program sejuta penyambungan baru dari Direktorat PLN Pusat di Kabupaten Alor.
Dia berharap agar bisa menjawab pertanyaan lanjutan bagi masyarakat yang belum berkesempatan mendapat penyambungan kali ini sehingga yang masi tersisa bisa di tuntaskan di waktu mendatang.
Mantan Pimpinan PLN rating Kalabahi ini juga meminta kepada teman-teman yang ada di Sub Ranting agar melakukan evaluasi pelanggan untuk penambahan pelanggan baru.
Frits juga mengharapkan agar di waktu mendatang tidak lagi ada gangguan di PLN, kalau terjadi gangguan maka semua yang dilakukan dari semua sisi kepada pelanggan akan menjadi sia-sia. Ia kemudian mencontohkan kalau ada gangguan PLN di Sub Ranting yang ada di Kalabahi, gaungnya akan sama besar dengan gangguan yang ada di satu kota Jakarta. Untuk itu dalam mengantisipasinya, PLN Kalabahi mendapat satu unit mesin sewaan berkekuatan 1 KW. “Dengan pemeliharaan mesin di daerah ini maka sudah menjaga citra PLN wilayah,” katanya singkat.
Menurut Frits, isu menarik di PLN NTT akan ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berkekuatan 2x3 Mw (6Mw), jika ini terealisasi maka sudah bisa menjawab kebutuhan listrik di NTT. Salah satunya adalah PLTU yang akan dibangun di Kabupaten Alor, untuk itu ia meminta perlunya dukungan masyarakat Alor. ====>oktotefi