Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 23 Februari 2011

Tahun ini, APBD Kabupaten Kupang Meningkat


Laporan: John Gerimu



Oelamasi ON –
Setelah melalui pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), akhirnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kupang tahun 2011 ditetapkan dengan total sebesar Rp722.208.122.800. Total APBD ini mengalami peningkatan signifikan, jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp606 miliar lebih.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut,M.Pd dalam jumpa wartawan di Oelamasi, Rabu (23/2) siang.
Menurutnya, total APBD ini meliputi belanja tidak langsung sebesar Rp378 miliar lebih yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp320 miliar termasuk gaji dan tambahan penghasilan, Rp10 miliar untuk hiba, bantuan sosial Rp21 miliar, dana bagi hasil Rp560 juta, belanja tak terduga untuk estimasi bencana alam sebesar Rp2 miliar dan ADD bagi 160 desa Rp23 miliar.
Sedangkan belanja langsung sebesar Rp343 miliar lebih, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp26 miliar, belanja barang dan jasa Rp160 miliar dan Rp157 miliar untuk belanja modal. Dengan demikian, peruntukan APBD antara belanja langsung dengan belanja tidak langsung masih berimbang. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada belanja aparatur tetapi juga belanja publik.
Dijelaskan, dalam pengelolahan APBD harus selalu memperhatikan unsur transparansi, akuntabilitas, partisipatif, pertanggungjawaban, dan sistinabilitas dimana angggaran tersebut harus bisa menopang keberlanjutan pembangunan di daerah ini.
Dengan prinsip pengelolahan APBD seperti itu, Pemkab Kupang terus berusaha menjadikan APBD berbasis kinerja yang merujuk kepada fokus pelayanan kepada publik.
Lebih jauh mantan kepala dinas pendidikan kabupaten Timor Tengah Selatan menjelaskan, belanja aparatur bukan saja diperuntukan bagi kegiatan yang bersumber pada APBD, tetapi juga untuk menghendel dana penbantuan dimana hanya dikasih langsung untuk kegiatan pembangunan. Hal ini menunjukan, diluar APBD masih ada anggaran lain yang dipakai untuk pembangunan.
Menurut Hendrik Paut, peningkatan pendapatan sebesar Rp570 miliar lebih ditahun ini, juga memiliki peranan penting dalam menopang APBD. Terutama pendapatan asli daerah (PAD) yang pada tahun 2010 ditargetkan Rp24 miliar, justru melampaui target hingga Rp32 miliar lebih. Hasil ini membuat pemerintah menaikan target Rp35 miliar lebih ditahun ini.
Total PAD sebesar Rp32 miliar diperoleh dari sumber-sumber pendapatan meliputi pajak daerah, hasil retribusi sebesar Rp5 miliar lebih, hasil pengelolahan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13 miliar lebih, ditambah pendapatan asli lain yang sah Rp13 miliar lebih.
Dengan demikian, dirinya berharap agar setiap tahun, bukan saja belanja yang meningkat tetapi harus di imbangi dengan penghasilan. Dan itulah sebenarnya kinerja otonomi daerah, dimana dikatakan berhasil mengelolah otonomi apabila PAD-nya meningkat.
“Ada suatu peningkatan yang berlangsung secara signifikan, itu baru berhasil. Tetapi jika PAD kita turun, berarti belum berhasil,” ujarnya.
Ditambahkan, pemerintah Kabupaten Kupang juga akan melakukan optimalisasi terhadap sumber-sumber PAD-nya dan juga menaikan target pendapatan tahun ini hingga Rp35 miliar.
Dirinya mengaku, telah menginstruksikan kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi sumber PAD untuk membuat target tersendiri dan harus bisa mencapai lebih dari target yang disiapkan.
Tidak hanya itu, menurutnya, masyarakat juga perlu diberi motivasi untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di daerah ini.
Terkait selisih Rp150 miliar antara pendapatan dengan belanja daerah tahun ini,jelas Paut, akan diatasi dari sumber pembiayaan yaitu Silpa tahun 2010 sebesar Rp102 miliar, dana cadangan Rp47 miliar lebih serta penerimaan kembali penyertaan modal RP2 miliar. “Pembiayaan mengatasi kekurangan tersebut mencapai Rp151 miliar lebih. Dengan demikian APBD 2011 Kabupaten Kupang berimbang,” pungkasnya. +++

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar