Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 09 Mei 2013

Pembangunan Pendidikan Lokomotif Terdepan




Albert N. Ouwpoly, S.Pd. M.Ap


Kalabahi ON-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Albert N. Ouwpoly, S.Pd. M.Ap pada Syukuran HUT Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2013 mengatakan,  pembangunan bidang pendidikan tidak saja merupakan salah satu urusan wajib dalam konteks otonomi daerah (huruf f, pasal 14 UU 32 Tahun 2004) tetapi telah menjadi Lokomotif terdepan bagi pencapaian Strategi Kebijakan Pembangunan Daerah. Di Alor dirumuskan dalam krida peningkatan sumber daya manusia dalam bingkai Tri Krida.

Dikatakannya,  nuansa  Alor Bersatu dengan MENJADIKAN Filosofi Budaya Taramiti Tominuku dan Ite Kakang-Aring roda kereta pendidikan Alor terus mengalami percepatan atau bahkan terjadi lompatan keberhasilan yang signifikan, Kknstruktif-edukatif sesuai dengan harapan dan kebutuhan rakyat Alor serta filosofi impementatif dari diluncurnya Tri Krida oleh pemerintah daerah.
Menurut Ouwpoly,  capaian variable atau indikator capaian strategi ebijakan pembangunan pendidikan yakni perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan dapat dideskripsikan  periode 2009-2013 antara lain, perluasan akses pendidikan, dengan kondisi ketersediaan akses sekolah bagi anak usia sekolah perjejang, TK/RA (PAUD) 159 Unit, SD/MI 268 Unit, SmP/MTs 86 Unit, SMA/MA/SMTK 24 Unit, SMK 15 Unit, penegerian sekolah swasta 2 unit. Peningkatan kualitas/mutu pendidikan, dengan kondisi capaian hasil US/UN 2012 sebagai berikut  SD/MI 100%.  Yang mendapat nilai 10: 18 0rang (Matematika), SMP/MTs 99,69%, yang mendapat nilai 9-10: 239 orang (Matematika & IPA), SMA/MA/SMTK 98,32%, yang mendapat nilai 9-10: 136 orang (Matematika, Kimia & Bing), SMK 99,46% yang mendapat nilai 9-10: 5 orang (Matematika).   
Ouwpoly, S.Pd,  mengatakan sebelum Tri Krida, dikenal ada "Tri Program, yakni Penghijauan, Pengembangan Perikanan dan Pemukiman Penduduk, kemudian Panca Krida yakni Terasering, Tanaman Pangan, Gizi Ketrampilan dan Pemukiman, ada juga Operasi Mainang dan Operasi Ombay serta Gerbadestan dengan tiga strategi yakni Peningkatan Kualitas SDM,Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan Penguatan Kelembagaan.
Sementara itu jelas Ouwpoly, Tri Krida yang dirumuskan berdasarkan pengkajian yang matang dan cerdas terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan wilayah dan masyarakat Alor serta dinamika percepatan pembangunan global telah memberi keyakinan kepada pemerintah Kabupaten Alor periode kepemimpinan daerah 2009-2014 menetapkan strategi pembangunan daerah yakni Penguatan Institusi Pemerintahan, Pembangunan  Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Khusus  di bidang pendidikan demikian Ouwpoly, pencapaian pembangunan daerah sampai tahun 2008 dengan 2 (dua) variabel/indikator ukuran yakni,  perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan dapat digambarkan, perluasan akses pendidikan, dengan kondisi ketersediaan akses sekolah bagi anak usia sekolah perjenjang sbb:TK/RA (PAUD) 54 Unit, SD/MI 218 Unit, SMP/MTs 53 Unit, SMA/MA/SMTK 12 Unit, SMK 4 Unit dan Penegerian Sekolah Swasta 2 Unit.  Peningkatan kualitas/mutu pendidikan, dengan kondisi capaian hasil US/UN 2006 sampai dengan  2008 sebagai berikut,  SD/MI 84,34%, yang mendapat nilai 9-10: - orang, SMP/MTs 71,59% yang mendapat nilai 9-10: 3 orang, SMA/MA/SMTK 73,87%, yang  mendapat nilai 9-10: 5 orang, SMK 71,83% yang mendapat nilai 9-10: - orang. oktotefi

Kado Hardiknas!
Dunia Pendidikan Alor mendapat kado istimewa di Hardiknas Tanggal 2 Mei 2013 yakni, adanya Perda Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, 1 unit mobil roda 4 dan 4 unit roda 2 (Hibah DBEP) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada Pemerintah Kabupaten  Alor (lima  tahun diupayakan baru dapat tahun 2013), pembuatan pagar, papan dinas permanen lengkap dengan taman hias, 1 unit tempat parkir motor, 1 unit tempat parkir mobil, 1 unit gudang semi parmenen, pemasangan keramik kantor, perbaikan atap gedung Kantor Dinas yang merupakan "Persembahan hati dari para kepala sekolah baik SD, SMP/MTs, SMA dan SMK dalam bentuk pasir, batu bata, batako, spar, semen, besi, seng dan lain-lain yang jika diuangkian mencapai Rp. 350 juta .
Persembahan dan pekerjaan ini boleh terjadi karena kami jajaran pendidikan Alor berusaha mengembangkan prinsip "satu suara, seribu perbuatan dalam kemasan sentuhan hati,” kata Ouwpoly. Ada juga sumbangan keramik 200 dos dari  Drs. Simeon Th Pally serta terbentuknya paduan suara HANDAYANI dan koperasi Keluarga Besar HANDAYANI.
Menurut Ouwpoly, yang mau dibuat bagi pendidkan kedepan adalah mengimplementasikan Program Tri Krida dalam rangka menjawab harapan rakyat di bidang pendidikan.  Pemerintah Kabupaten Alor katanya, kembali mempersembahkan karya terbaik dari bidang pendidikan yakni penegerrian 9 PAUD Kolaboratif-Integratif, 14 SD Negeri,  2 SD Filial Negeri,  2 SMP Negeri, 12 SD-SMP Negeri Satap, 3 SMA Negeri, 2 SMK Negeri. Anggarannya dari Block Grant telah tersedia,  Kepala Dinas setelah perayaan Hardiknas diminta untuk Menandatangani MOU.
Dijelaskannya, selain pembangunan fisik juga pengangkatan 1.500 Guru Kontrak Daerah berpendidikan sarjana, 900 Guru Kontrak Daerah berpendidkan Non-Sarjana dan 100 tenaga kependidikan yang telah disetujui oleh pemerintaah daerah dan DPRD Alor.
Pantauan Ombay News  acara syukuran Hardiknas  dihadiri  mitra pemerintah dari BUMN dan BUMD antara lain Bank NTT Cabang Kalabahi, Asuransi Jiwa Bumiptera Cabang Kalabahi dan BRI Cabang Kalabahi yang secara langsung  memberikan kado bagi guru terpenci, guru berprestasi dan anak berprestasi. oktotefi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar